Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Ketahuan


__ADS_3

"Sayang ahkkkk jangan," teriak Kayla.


"Sayang jangan berteriak, nanti ada orang yang tau bagaimana," ucap Reynald.


"Kamu jangan nakal begini, tangan kamu pelanggaran," kata Kayla.


"Ini apa sayang. Lucu sekali buka ya." Tangan Reynald sudah berada di dalam baju Kayla sejal tadi. Mereka berdua terus saja saling bercanda seperti pasangan yang baru merasakan rasa nya jatuh cinta. Apa yang di lakukan Reynald tak semuanya sandiwara, semuanya berjalan begitu daja tanpa ia pikirkan sama sekali.


"Rey," ucap Kayla.


"Ada apa, kamu mulai berani ya," kata Reynald.


"Jangan begitu, kita selesai kan makan dulu, nanti baru kita lanjut bercanda," ucap Kayla.


"Aku sudah siap, kamu cepat sedikit."


"Iya iya, sudah aku sudah kenyang," kata Kayla, Kayla sudah pasrah dengan Reynald, ia menyerahkan tubuh nya pada Reynald malam ini juga.


Reynald menggendong Kayla masuk kedalam kamar mandi. Kayla sempat bingung saat Reynald membawa nya ke kamar mandi, ternyata Reynald mengajaknya untuk sikat gigi.


"Kayla aku berubah pikiran," kata Reynald.


"Hmmmm berubah pikirkan bagaimana," tanya Kayla.


"Kita tunda dulu ya punya anak nya, tidak lama kok satu bulan, setelah itu tidak ada tunda-tunda dulu."

__ADS_1


"Kenapa, apa ada masalah," tanya Kayla.


"Ada lah, masalahnya ada di keluarga mu, pernikahan kita kan diam-diam," jawab Reynald.


"Oh jadi itu, tidak papa si. Jadi malam ini tidak jadi nih. Aku senang nya," ucap Kayla sambil mencuci mulutnya.


"Kata siapa tidak jadi, aku hanya menunda punya anak bukan membuat anak." Reynald kembali menggendong Kayla keluar dari kamar mandi.


Reynald membawa Kayla ke atas ranjang. Di sana Reynald meletakan Kayla di atas pangkuan nya. Perlahan ciuman hangat mendarat di wajah dan leher Kayla.


"Kayla boleh kan," tanya Reynald.


"Boleh mas," jawab Kayla. Kali ini ia memberanikan diri untuk mencium Reynald terlebih dahulu.


Sementara itu Aziel sudah sampai di hotel. Ia merasa sangat bodoh karena ia tidak membawa kunci kamar hotel. Karena sudah sampai sana, Aziel memutuskan untuk masuk ke kamar hotel kakak nya.


Di dalam Aziel tidak melihat siapa-siapa. Ia hanya melihat dua pasang sandal yang tidak asing menurutnya. Dari kejauhan Aziel mendengar suara tidak asing menurut nya.


"Mas," ucap Kayla.


"Tidak boleh, kamu bagaimana si," tanya Reynald saat Kayla menahan tangan Reynald.


"Bukan begitu, pintu kamar sudah di kunci kan," tanya Kayla.


"Seperti nya sudah aku lupa, sudah tidak akan ada yang masuk," jawab Reynald.

__ADS_1


Reynald membuka beberapa kancing baju Kayla. Perlahan Reynald mengeluarkan pepaya muda yang berbentuk sempurna dan juga sangat kencang.


"Kayla David tidak bisa membentuknya." Tangan Reynald yang sudah berpengalaman langsung bergerak dengan bebas, Kayla yang tidak pernah diberlakukan begitu hanya bisa menaikan kepala nya.


Mata Aziel terbelalak saat melihat apa yang kakak nya lakukan dengan pria lain. Ia pikir Kayla dengan Reynald selingkuh di belakang David.


"Kakak," ucap Aziel.


"Ziel," kata Kayla yang membuat ia terkejut.


Dengan cepat Reynald langsung menyingkirkan Kayla dari atas tubuh nya. Ia turun dari atas ranjang untuk mengejar Aziel yang langsung melarikan diri.


"Kau tunggu," teriak Reynald.


"Kalian gila, jangan kejar aku," ucap Aziel.


Tangan kekar Reynald berhasil menangkap Aziel. Setelah itu ia langsung membawa Aziel secara paksa kembali masuk ke dalam kamar.


"Lepas, kalian ingin membunuh ku. Kalian sudah selingkuh," teriak Aziel.


"Diam lah, kau tidak tau apa-apa," ucap Reynald.


Reynald mendudukkan Aziel di sofa kamar. Ia juga duduk di samping Aziel agar Aziel tidak kabur kembali.


"Kakak apa yang kakak lakukan, kasihan paman David," kata Aziel.

__ADS_1


"Ziel dengarkan penjelasan kami," ucap Kayla


__ADS_2