Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Panjang


__ADS_3

"Kau pria yang di rumah itu, kau menyamar. Kau pasti menjebak kakak ku," ucap Aziel.


"Aziel aku dan kakak mu sudah menikah, kami sepasang suami istri apa salah nya melakukan hubungan itu," kata Reynald.


"Menikah jangan bohong, kakak sadar kak, kau istri paman David, jangan membuat nya hancur," ucap Aziel.


"Aku dan Reynald memang sudah menikah, dan aku dan David sudah bercerai," kata Kayla.


Kayla mendekati Aziel, ia langsung memeluk Aziel untuk menenangkan Aziel yang tampak gemetaran, ia yakin saat ini Aziel dalam ketakutan.


"Kakak jangan berbohong pada ku, kakak di hipnotis kan," tanya Aziel.


"Ziel sayang dengarkan kakak, kakak memang sudah berpisah dari David. Kakak akan menjelaskan semua nya dengan perlahan," ucap Kayla.


Kayla dan Reynald langsung menjelaskan semua nya, mereka berdua bukan hanya menjelaskan saja tetapi menunjukkan bukti agar Aziel percaya dengan apa yang terjadi pada mereka. Setelah mendengar dan melihat semua bukti yang Reynald dan Kayla berikan Aziel percaya jika kakak nya sudah menikah lagi. Tetapi masih banyak hal yang membuat hati nya terasa janggal.


"Kenapa kalian membuat sandiwara ini," tanya Aziel.


"Ya karena belum ada waktu yang tepat untuk memberitahu kalian semua. Sudah lah lagi pula ini semua bukan salah kakak mu, kakak mu di selingkuhi oleh David, seharusnya kau marah pada nya, kenapa kau malah marah pada kami," ucap Reynald.


"Kemarahan ku tidak akan berpengaruh, tetapi kalau kak Reno atau daddy paman David akan hancur, aku harus memberitahu mereka," kata Aziel.


"Jangan, kau tidak paham juga. David selingkuh dari Kayla, aku yang membongkar nya karena aku mencintai Kayla. Jika kau memberitahu semua nya pada mereka Kayla dan aku akan di pisahkan secara paksa. Mereka tidak akan percaya jika aku mencintaimu kakak mu."


"Ya kau bukan pria yang baik, jika kau pria baik pasti kau akan memperjuangkan kakak ku," ucap Aziel.


"Aziel sayang jangan, sudah kakak dan Reynald sedang menghubungkan perasaan kami. Sedang mencoba untuk saling mencintai. Jika semua nya sudah tepat pasti kami akan memberitahu keluarga kita."


"Tapi kak, aku tidak ingin kakak jatuh ke tangan pria yang tidak tepat. Aku tidak ingin kakak tersakiti kembali," ucap Aziel.


"Tidak sayang percaya dengan kakak. Kamu bisa menjaga rahasia ini demi kakak," tanya Kayla.


Reynald mengambil dompet nya dan membuka dompet yang berisi kartu debit milik nya. Ia tidak ada pilihan lain selain memberikan satu pada Aziel.


"Ambil lah, pakai sepuas mu, kau adik ku juga hadi aku ingin membuat adik ku senang," kata Reynald.


"Hmmmmm." Aziel sangat bingung, ia melihat mata Kayla dan Reynald yang seperti nya mereka berdua saling mencintai. Reynald juga seperti sangat bucin pada kakak nya.


"Kau janji tidak akan membuat sakit hati kakak ku," tanya Aziel.


"Kau tatap mata ku, apa kau tidak bisa melihat rasa cinta ku pada nya," ucap Reynald.


"Reynald kau gila, bagaimana mungkin kau bisa mengatakan hal itu, kau saja tidak memiliki perasaan pada nya," batin Reynald.

__ADS_1


"Aku akan menjaga rahasia kalian, jangan sampai kau sakiti kakak ku, aku langsung yang akan membongkar semua nya," ucap Aziel.


"Apa-apa, dia menatap mata ku dan melihat nya. Apa aku benar-benar sudah mencintai Kayla," batin Reynald.


"Ya sudah pergi lah, kau mengganggu ku," kata Reynald.


"Tidak mau, malam ini aku tidur dengan kalian," ucap Aziel sambil memeluk Kayla.


"Adik manja kau sudah dewasa."


"Tidak papa, Reynald saja boleh," kata Aziel.


"Hay sopan pada ku, aku kakak ipar mu," ucap Reynald.


Sementara itu Reno dan yang lainnya sudah pulang ke hotel. Mereka berdua langsung masuk ke dalam untuk beristirahat, Zikri yakin saat ini Aziel pasti bersama kakak nya, ia malas menganggu Aziel karena ia juga sudah lelah.


David tidak pulang ke hotel, ia pergi bersama dengan wanita nya ke club malam, ia sudah cukup pusing hari ini, dah pasti David ingin melampiaskan semuanya.


Hari semakin malam, Reynald tidak bisa tidur karena ada Aziel di tengah-tengah mereka berdua. Aziel benar-benar menganggu nya dan membuat nya sangat kesal.


"Aku sudah sangat ingin terobos saja lah, hanya Pegang-pegang tidak papa," kata Reynald.


"Apa yang pegang," tanya Aziel.


Aziel yang juga tidak bisa tidur mengikuti Reynald, ia takut Reynald berbuat yang tidak-tidak. Aziel memutuskan untuk memantau semua pergerakan Reynald, anggap saja pekerjaan nya yang sudah mendapatkan kartu unlimited dari Reynald.


"Kau mengikuti ku," kata Reynald.


"Aku lapar, tidak ada makanan," tanya Aziel.


"Tidak ada, hmmm aku tidak bisa tidur. Kita keluar," ucap Reynald.


"Boleh, tapi kau tidak menculik ku kan," tanya Aziel.


"Tidak lah, untuk apa aku menculik mu," jawab Reynald.


Reynald dan Aziel keluar dari hotel. Reynald membawa Aziel ke salah satu tempat nongkrong, ia memiliki maksud lain untuk membawa Aziel pergi ke tempat itu.


"Kau minum apa," tanya Aziel.


"Ini kopi kau mau?"


"Tidak ah nanti aku tidak bisa tidur lagi," kata Reynald.

__ADS_1


"Paman aku memanggil mu apa," tanya Aziel.


"Hmmm sesuka mu lah," jawab Reynald.


"Abang saja lah, aku ingin punya abang," kata Aziel.


"Boleh, tapi kau punya abang," ucap Reynald.


"Tidak papa, aku minum jus, makan burger," kata Aziel.


"Aku punya minum ini kau mau tidak," tanya Reynald.


"Hmmmm apa itu bang," tanya Aziel.


"Alkohol," jawab Reynald.


"Aku tidak mau, nanti daddy marah," kata Aziel.


"Apa daddy mu tau kau minum, usia mu sudah 17 tahun kan," tanya Reynald.


"Tidak akan tau si, aku lebih 17 tahun lebih," jawab Aziel.


"Sudah coba saja, aku beri tau contoh." Reynald memberikan contoh cara meminum alkohol yang benar.


"Enak Aziel," ucap Reynald.


"Bang kalau aku minum jangan sampai kakak tau ya. Aku takut mereka marah," kata Aziel.


"Tidak Aziel."


"Coba kau minum." Reynald memberikan satu gelas alkohol.


Dengan ragu-ragu Aziel langsung meminum satu gelas alkohol itu secara langsung. Karena terlalu buru-buru tenggorokan nya terasa terbakar.


"Ahhhkkk panas tidak enak," kata Aziel.


"Jangan terburu-buru, tapi enak kan," tanya Reynald.


"Enak si, aku mau lagi."


"Kadar nya ini tinggi kau bisa mabuk," kata Reynald.


"Aku mau lagi, sedikit saja," ucap Aziel.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama Aziel langsung tumbang, karena ia belum pernah minum alkohol sebelum nya, Reynald tersenyum melihat Aziel sudah jatuh mabuk. Ia jadi bisa melanjutkan hal yang tertunda.


__ADS_2