Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Takut hamil.


__ADS_3

"Dia sakit apa," tanya Kayla.


"Kamu tanya saja sendiri," jawab Reynald.


"Ah aku tidak mau, kamu saja lah yang bertanya."


"David kemarilah," ucap Reynald.


Kayla benar-benar ingin memukul suami nya, ia masih enggan berbincang ataupun berdekatan dengan David. Rasa sakit yang David berikan padanya belum hilang sepenuhnya.


"Selamat ulang tahun Reynald," kata David.


"Aku dengar kau sakit," tanya Reynald.


"Iya aku sedang tidak enak badan," jawab David.


"Tidak sakit yang aneh aneh kan," tanya Reynald.


"Tidak, kau tenang saja."


Reynald tidak percaya dengan apa yang di katakan David. Tetapi mau bagaimana lagi David tidak mau jujur kepada nya.


"Dimana istri mu," tanya Reynald.


"Sebentar lagi datang, dengan anak ku," jawab David.


"Dengan anak mu, kau sudah punya anak?" Reynald dan Kayla cukup terkejut mendengar hal itu, karena memang David dan Kayla baru beberapa bulan berpisah.

__ADS_1


"Maksud ku, istri ku sedang hamil, bagaimana dengan mu Kayla sudah hamil," tanya David.


"Kami sedang menundanya, bersenang-senang setiap malam lebih menyenangkan, jika sudah hamil kegiatan panas kami akan terganggu," jawab Reynald sambil menggenggam tangan Kayla, ia tau kalau sudah menyangkut tentang kehamilan, Kayla benar-benar sangat sensitif.


"Oh begitu, semoga kalian berdua sehat selalu," kata David.


Satu persatu tamu sudah memenuhi tempat acara, dan acara pun langsung di mulai. Reynald memberikan kebebasan untuk mereka semua malam ini, hal itu membuat Kayla dan yang lainnya hanya bisa menggagalkan kepala.


"Jangan sampai Harry dan yang lainnya datang ke sini, tidak baik untuk mereka," kata Reno.


"Memang ya anak itu, aku memberikan nya kebebasan, besok tidak sampai seperti itu," ucap Iqbaal.


"Apa aku boleh ikut dad," tanya Reno.


"Terserah mu." Iqbaal pergi meninggalkan tempat itu. Ia hanya bisa menggeleng kan Kepala nya melihat kelakuan anak jaman sekarang.


"Aku tidak mau di sini," kata Vania.


"Hahaha kenapa sayang, sudah ikut saja dengan ku," ucap Raffi.


"Mas ini bukan tempat ku, lebih baik kita menikmati malam ini," kata Vania.


Otak Raffi langsung traveling kemana-mana, statusnya sebagai duda membuat nya langsung terkoneksi dengan hal seperti itu.


"Ayo." Raffi menggendong Vania ke arah kamar.


Jantung Vania sangat tidak aman. Tangan nya memeluk erat tubuh Raffi agar ia tidak terjatuh dari gendongan itu.

__ADS_1


"Ternyata dia sangat tampan jika di lihat dari bawa," kata Vania.


"Aku tampan kan," ucap Raffi.


"Memang tampan, tapi kamu Playboy kan," kata Vania.


"Dulu mah, setelah aku pisah dengan Tina, tapi kalau sekarang tidak," ucap Raffi.


"Hahaha aku tidak percaya dengan mu, pasti banyak nomor yang tidak aku ketahui," kata Vania.


"Kamu bisa memeriksa nya," ucap Raffi.


Sesampainya di kamar Raffi langsung membawa Vania ke ranjang, mereka berdua saling menatap, Raffi tersenyum sambil mendekati bibir Vania.


"Kamu mau apa," tanya Vania.


"Aku ingin mencium mu," jawab Raffi.


"Tidak mau," tolak Vania.


"Kenapa sayang, aku kan suami kamu," kata Raffi.


"Aku tidak mau hamil," ucap Vania.


"Hahahha kamu tidak akan hamil," kata Raffi.


"Tidak mau, aku tidak mau," ucap Vania

__ADS_1


__ADS_2