
"Hahaha tidak papa, aku kan memang tinggi, oh iya sayang aku ingin makan makanan yang Annisa bawa," kata Reynald.
"Hehehe iya ini makanan nya, selamat makan Reynald," ucap Annisa.
"Annisa maafkan aku, aku sudah berbuat salah pada mu, dan keluarga mu apa keluarga mu mau Maafkan ku," tanya Reynald.
"Sudah jangan membahas nya, ayah ku sudah memaafkan kalian dan aku juga sudah memaafkan kalian."
"Sayang aku sudah tidak kaya raya lagi. Aku sudah tidak mempunyai apa-apa. Aku pengangguran kamu masih mau dengan ku kan," tanya Reynald.
"Iya aku sebenarnya tidak mau si, tapi karena sudah terlanjur menikah mu bagaimana lagi," jawab Kayla yang membuat Reynald merengut seketika.
"Hahaha aku bercanda, sudah jangan marah," kata Kayla.
"Sayang, aku harus segera keluar dari sini, aku tidak bisa membayar biaya rumah sakit," ucap Reynald.
"Sayang jangan terus berbicara seperti itu, kamu memang sudah tidak ada uang tapi apa kamu tidak melihat ku. Uang ku juga uang mu kita tidak jatuh miskin," kata Kayla.
"Oh iya, aku tidak jadi jatuh miskin," ucap Reynald.
"Hahaha kau ada ada saja, kau jangan takutkan hal. itu. Kau akan aku masakan ke dalam perusahaan ku."
"Sebagai?"
"Cleaning servis," kata Reno.
"Kau ingin membuat adik mu menderita," tanya Reynald.
"Hahaha kau apa?"
"Direktur utama," kata Reynald.
"Hahaha itu posisi ayah ku, yang lainnya," ucap Reno.
"Yang gajih nya di atas satu m," kata Reynald.
"Kau realistis sekali ya. Kau sebagai kepala devisi saja, aku tau devisi apa yang cocok untuk mu," kata Reno.
"Gajih nya berapa," tanya Reynald.
"Aku akan mengaji mu semau mu, sudah kan puas. Makan lah istri ku sudah memasakkan makanan spesial untuk mu," jawab Reno.
"Siap. Sudah siap sayang," tanya Reynald.
"Sudah ini makanan nya, semua serba sayur dan ada ikan salmon untuk mu," jawab Kayla.
"Suapin," rengek Reynald.
"Manja sekali." Kayla duduk di samping Reynald dan mulai menyuapi suaminya dengan penuh kesabaran.
"Sayang," kata Reno.
__ADS_1
"Iya ada apa lagi," tanya Annisa.
"Aku juga mau," jawab Reno.
"Tapi kamu sudah makan tadi," kata Kayla.
"Tidak papa aku ingin makan, aku sangat lapar," ucap Reno.
"Bagaimana kakak tidak mau makan lagi, ini makanan kesukaan nya," kata Kayla.
"Oh jadi ini makanan kesukaan mu, aku berulang kali membuatnya tapi aku tidak tau jika ini makanan kesukaan mu," ucap Annisa.
"Hahaha aku merahasiakan nya. Sudah buatkan aku makanan itu," kata Reynald.
"Iya sayang, tunggu sebentar," ucap Annisa.
"Kau tidak apa-apakan ayah ku kan, dia Baik-baik saja kan," tanya Reynald.
"Sebenarnya aku ingin membunuh nya tapi karena aku menghargai mu sebagai penyelamat istri ku aku mengurangkan niat ku," jawab Reno.
"Jangan begitu dia ayah ku," kata Reynald.
"Hahaha iya iya, aku sudah memaafkan nya," ucap Reno.
"Oh iya tunggu sebentar." Reno mengambil handphone nya.
Di Australia Aziel masih menunggu kabar Reno, ia sudah tau apa yang terjadi pada keluarga nya. Meskipun Reynald dan ayah nya Bersalah ia tetap khawatir pada Reynald, ia tau Reynald abang yang baik.
"Halo," ucap Aziel.
"Sedang menunggu kabar dari mu, bagaimana keadaan abang," tanya Reno.
"Aku di sini." Reynald mengambil Handphone Reno dan mengarahkan ke wajah nya.
"Kau sudah sadar, bagaimana dengan keadaan mu," tanya Aziel.
"Aku baik-baik saja, jangan khawatir kan aku," jawab Reynald.
"Bagus lah, aku sangat khawatir pada mu. Hmmm aku ingin kembali ke sana," kata Aziel.
"Hey kau baru terbang ke sana sudah mau pulang saja," ucap Reynald.
"Aku baru pergi meninggalkan rumah sudah ada saja masalah, aku jadi ingin selalu di rumah," kata Aziel.
"Ziel ini rahasia kita, hmmm kau akan di tarik oleh daddy satu bulan dari sekarang daddy mempunyai rencana besar untuk mu," ucap Reno.
"Oh iya lalu bagaimana dengan sekolah ku," tanya Aziel.
"Mungkin online untuk sementara waktu," jawab Reno.
"Aku tidak mau ah, tidak enak," kata Aziel.
__ADS_1
"Ini masih rencana bodoh, tunggu lah nanti," ucap Reno.
"Aku akan bertanya pada daddy," kata Aziel.
"Kau bodoh, sudah aku katakan ini rahasia jangan katakan pada siapa pun, termasuk daddy, aku akan memutuskan uang jajan mu," ucap Reno.
"Tidak papa ada Abang," kata Aziel.
"Maaf aku sudah jatuh miskin," ujar Reynald.
"Aahkk ini sangat menyebalkan, ya sudah lah," kata Aziel.
"Hahaha bagus," ucap Reno.
"Aziel sudah jangan ngambek begitu, kalau kau kembali ke sini kan kita bisa bertemu lagi," kata Reynald.
"Iya si, ya sudah tunggu aku di sana. Aku ada kelas lagi bye bye," ucap Aziel.
"Ya sudah sana belajar yang benar." Reno mematikan sambungan telepon itu.
Setelah selesai makan para membereskan semua nya, Sedangkan suami mereka asing membicarakan masa depan dan bisnis.
"Ayah tidak menjenguk ku," tanya Reynald.
"Daddy sedang sibuk, mungkin malam ini dia bisa menjenguk mu sebelum kau sadar daddy juga sudah selalu menjenguk mu," jawab Reno.
"Iya sayang, terkadang saat aku pulang daddy lah yang datang menjaga mu, kamu tenang saja daddy juga sangat menyayangi mu kok," kata Kayla.
"Oh begitu maafkan aku yah, aku pikir kau tidak peduli dengan ku," ucap Reynald.
Sore hari nya, Kayla dan Annisa sedang berada di mall. Karena Reynald sudah bangun mereka sedang mencari kebutuhan Reynald. Istri mereka sedang pergi Reynald masih terjaga dengan kebosanan sedangkan Reno tertidur dengan sangat pulas. Apalagi saat ini perut Reynald sakit meminta isinya agar di buang.
"Reno," ucap Reynald.
Reno masih tidak bangun juga hal itu membuat Reynald kesal. Ia mengambil sesuatu di dekatnya lalu ia melemparkan benda itu ke wajah Reno.
"Ahkkkk aku kurang ngajar," teriak Reno.
"Aku ingin buang air besar, bantu aku ke kamar mandi," kata Reynald.
"Ahahkk aku membuat ku kesal," ucap Reno.
"Hahaha ayo Reno, bantu aku perut ku terasa sakit," kata Reynald.
Dengan terpaksa Reno membantu Reynald ke kamar mandi. Ia tidak bisa membiarkan Reynald buang air besar di ranjang.
"Buka kan celana ku," kata Reynald.
"Kau ya, kau sangat menjijikkan," ucap Reno.
Lagi dan lagi dengan terpaksa Reno membantu Reynald membuka celana. Mata nya ia pejamkan agar tidak melihat yang menjijikkan di depan nya.
__ADS_1
"Hahaha jangan begitu, karena itu adik mu tergila-gila," kata Reynald.
Setelah membuka celana nya Reynald, Reno langsung pergi meninggalkan kamar mandi. Ia tidak mau mencium aroma buang airnya Reynald.