
"Kau dimana," tanya Reynald.
"Aku sedang dalam perjalanan ke rumah sakit, ahkkk tubuh ku terasa remuk," jawab David.
"Setelah itu pergi lah keluar kota, jangan di kota ini suasana sedang tidak baik. Sesuai dengan janji ku aku akan melindungi mu," ucap Reynald.
"Iya, Terima kasih." David mematikan sambungan telepon itu.
Setelah mendapat kan kabar dari David,Reynald keluar dari kamar, tenggorokan nya terasa sangat kering dan ia harus menyegarkan tenggorokan nya dengan segelas air.
"Dimana dapurnya," batin Reynald.
Reynald terus berjalan mencari dapur atau air untuk ia minum. Sampai tiba William melihat Annisa sedang sendirian di sofa sambil bermain handphone.
"Maaf bisa tunjukan aku tempat minum," tanya Reynald.
"Oh iya, ada di sana, ada kulkas di sana," jawab Annisa.
"Terima kasih." Reynald langsung pergi menjauhi Annisa.
"Itu terget ku, aku sudah tidak tertarik menjalankan rencana ini. Hidup dengan Kayla lebih baik," batin Reynald
Setelah mendapatkan minuman yang ia mau. Reynald kembali ke kamar sambil membawa beberapa botol minuman. Mana tau Kayla yang sedang tertidur ingin minum juga.
Reno tadi sekilas melihat Reynald berbicara dengan istri nya. Ia masih tidak suka dengan Reynald, hal. itu membuat Reno sedikit kesal pada istri nya.
"Sayang jangan berbicara dengan orang sembarangan," kata Reno.
"Sembarangan bagaimana, dia kan menantu di keluarga ini," ucap Annisa.
"Dia orang asing," kata Reno.
"Kalau dia orang asing berarti aku juga dong aku kan juga menantu," ucap Annisa.
"Tidak sayang bukan begitu konsep nya, sudah lah aku malas berdebat dengan mu. Oh iya orang tua mu meminta kita datang lagi ke sana, mereka ingin bertemu dengan kita, kita juga sudah lama tidak berkunjung ke sana," kata Reno.
"Kamu masih mau ke sana," tanya Annisa.
"Ya dia orang tua ku juga. Seburuk apapun dia kita tetap harus menghargai dan menuruti permintaan nya," jawab Reno.
"Ya ya ya, kamu benar jadi kapan kita ke sana, malam ini juga?"
"Bisa si, aku malas bertemu dengan Reynald dan Kayla, lebih baik sebelum gelap kita pergi ke sana," kata Reynald.
__ADS_1
"Ya sudah ayo bersiap-siap, sebelum gelap kata mu."
Annisa dan Reno langsung masuk ke dalam kamar untuk bersiap-siap. Reno benar-benar masih kesal dengan Kayla dan Reynald, apalagi David yang membuat nya benar-benar kecewa. Bagaimana tidak? Reno merelakan wanita yang dulu ia cintai pada David, ia juga sudah meminta David untuk menjaga dan tidak menyakiti hati Kayla. Tetapi apa yang David lakukan sekarang, hal yang menjijikkan dan hal yang tidak pernah Reno bayangkan sejak dulu.
Dalam waktu cepat mereka berdua sudah siap dan siap untuk berangkat. Sebelum berangkat sudah pasti Reno berpamitan pada daddy nya, sebenarnya ia cukup ragu karena situasi sedang tidak baik, tetapi dari pada Iqbaal mencari nya lebih baik ia pamit terlebih dahulu.
"Dad daddy." Reno mengetuk pintu kamar Iqbaal.
Harry berlari untuk membuka pintu kamar itu, saat melihat Reno ia langsung berlari mendekati daddy dan mommy nya.
"Kenapa anak itu," batin Reno.
"Ada apa Ren," tanya Iqbaal.
"Aku ingin ke rumah mertua ku dad," jawab Reno.
"Oh pergi lah, katakan daddy titip salam pada mereka," kata Iqbaal.
"Daddy kenapa dengan anak itu, dia takut pada ku," tanya Reno.
"Kau lupa kejadian tadi siang, kau lupa apa yang kau lakukan di depan Harry?"
"Karena itu, dia takut pada ku," tanya Reno.
"Tapi..
"Tidak papa, abang sudah sembuh," kata Iqbaal.
Harry berlari mendekati Reno, dengan cepat Reno menggendong adik bungsu nya itu dan menciumi wajah nya.
"Maafkan abang, abang tidak akan seperti tadi," ucap Reno.
"Janji," tanya Harry.
"Iya sayang janji," jawab Reno.
"Ren, sudah jangan ikut campur masalah Kayla dan Reynald. Meskipun kita kecewa mereka berdua sudah menikah dan Reynald seperti nya memang sangat mencintai Kayla," ujar Iqbaal.
"Aku tau Reynald sangat mencintai Kayla. Tapi apa yang Reynald lakukan itu salah. Kenapa dia tidak meminta izin dulu pada kita," ucap Reno.
"Sudah lah, jangan di permasalahan lagi, permasalahan ini akan membuat semua nya menjadi runyam. Kita pantau saja hubungan nya Reynald dan Kayla, jika ada sedikit saja hal yang janggal kita bisa bertindak."
"Iya dad, ya sudah aku pergi dulu," ucap Reno.
__ADS_1
Sementara itu Reynald masih bingung dengan tujuan awal nya. Ia semakin ragu untuk meneruskan semuanya. Ia sudah masuk ke dalam hati Kayla dan hati nya sudah ada Kayla yang mengisinya. Saat ini juga ia sudah masuk ke dalam keluarga ini, ia seperti tidak sanggup untuk melanjutkan rencananya.
"Mas," ucap Kayla yang baru bangun dan mencari keberadaan suaminya.
"Aku di sofa," kata Reynald.
Kayla turun dari ranjang dan langsung berjalan mendekati suami nya. Ia naik ke atas pangkuan suami nya, kemudian memeluk Reynald dengan erat.
"Dasar budak cinta, bangun tidur sudah mencari ku," kata Reynald.
"Jangan pergi, aku bermimpi buruk," ucap Kayla.
"Kamu mimpi apa kay," tanya Reynald.
"Kamu pergi meninggalkan ku, ayah ku dan kakak menangis, semua nya kacau," jawab Kayla.
"Sudah jangan kamu pikirkan, aku tidak akan meninggalkan mu. Aku Benteng pertama mu dan keluarga mu," ucap Reynald sambil menciumi kepala Kayla.
"Aku takut itu terjadi, aku pernah bermimpi sebelum nya tentang permasalahan David dan mimpi itu benar," kata Kayla.
"Sudah sayang jangan kamu pikirkan, tidak alam terjadi apa-apa. Siapa yang berani dengan ku, aku kuat, aku tahan lama, satu dua tiga jam, ayo aku siap," ucap Reynald.
"Mas bukan membahas itu, kamu malah ke sana," kata Kayla.
"Hahaha biar kamu tersenyum lagi," ucap Reynald.
"Wajah suami ku banyok kamu kalah dengan kaka reno, hahaha aku melihat kekalahan mu mas," kata Kayla.
"Sedikit kalah, Tapi tidak kalah, tidak ada darah, hanya memar," ucap Reynald.
"Sama saja kalah, kak Reno memang kuat, dia banyak menguasai bela diri," kata Kayla.
"Terserah aku tidak takut dengan nya. Dia sudah membuat mu menangis, aku tidak suka itu."
"Sudah sudah jangan marah-marah, tidak enak marah-marah," ucap Kayla.
"Sayang kamu di posisi seperti ini membuat ku mengingat gaya baru," kata Reynald.
"Gaya apa mas," tanya Kayla.
"Hahaha jangan pura-pura polos sayang, coba yuk."
"Belum malam mas," ucap Kayla.
__ADS_1
"Apa ada ketentuan harus malam hari, tidak kan?