Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Hamil


__ADS_3

"Cantik," batin Reno.


Reno langsung teringat apa yang terjadi tadi malam, ia ingat betul jika tangan nya menarik penutup kepala milik istri nya.


"Kau kenapa kau memakai penutup kepala," tanya Reno.


"Aku dalam bahaya, ini perintah kakak ku," jawab Annisa.


"Dengan ku pun kau dalam bahaya, kau pikir kau orang kaya, orang penting," ucap Reno.


"Aku berkata apa yang keluarga ku katakan, aku percaya dengan mu. Kau lihat tanda hitam di sini, itu kutukan," kata Annisa.


"Hahaha kutukan apa, kau mau di kutuk menjadi ayam, penyihir jahat yang mengutuk mu," tanya Reno.


"Bukan itu maksud ku, jika seseorang yang jahat melihat nya, mereka akan menangkap ku."


"Bagus aku bawa saja kau keluar tanpa penutup kepala," kata Reno.


"Kau kejam sekali," ucap Annisa.


"Diam!! aku memang kejam, kau mau apa. Mau minta pisah dari ku silahkan," kata Reno.


"Aku akan memberitahu mu, apa yang harus kau lakukan jika menjadi istri ku. Pertama aku tidak suka barang ku kau sentuh, hanya pakaian saja yang bisa kau sentuh. Jangan buka lemari bagian pinggir. Jangan pernah memakai penutup kepala itu di kamar. Jangan pernah berpikir bisa tidur satu ranjang dengan ku. Dan yang terakhir jangan pernah mengaku menjadi istri ku di depan banyak orang, aku sangat malu," ucap Reno.


"Iya tuan, saya mengerti," kata Annisa.


"Hahaha bagus aku memang tuan mu, aku tidak layak menjadi suami mu, aku hanya layak menjadi tuan mu," ucap Reno.

__ADS_1


"Tuan apa saya boleh mengangkat telepon ini, kakak saya menghubungi saya," tanya Annisa.


"Pergi lah, ingat Kata-kata ku tadi," jawab Reno.


Annisa berjalan menjauhi Reno, ia yakin pasti kakak nya sudah mendengar kabar jika diri nya sudah menikah.


"Iya kak," ucap Annisa.


"Kau sudah menikah, kau tidak memberitahu ku," tanya Raffi.


"Kau tau dari mana kak," tanya Annisa.


"Akun medsos mu," jawab Raffi.


Tebakan Annisa benar apa ada nya, mungkin saja Kayla ada menandai nya dalam membuat postingan.


"Iya Kayla, kata nya kau menikah dengan kakak nya?"


"Iya kak aku menikah dengan kakak nya, maaf aku tidak memberitahu mu," kata Annisa.


"Kenapa Annisa kau tidak menganggap ku lagi, aku memang bukan kakak kandung mu tapi setidaknya kau memberikan ku kabar," ucap Raffi.


"Maaf kak, semua nya begitu cepat, doa kan saja pernikahan ku di beri kebahagiaan."


"Aku ingin berbicara dengan suami mu," ucap Raffi.


"Kak dia seperti harimau, jangan berbicara dengan nya," kata Annisa.

__ADS_1


"Cepat Annisa aku ingin berbicara dengan nya," ucap Raffi.


"Tunggu sebentar," kata Annisa.


Annisa berjalan mendekati Reno, handphone nya ia letakan di tangan yang satu nya, agar Raffi tidak mendengar apa yang ia dan Reno katakan.


"Tuan kakak saja ingin berbicara dengan anda, tolong berkata yang baik-baik," ucap Annisa dengan suara yang pelan.


Reno menaikan satu alis nya, ia bingung harus berbicara apa dengan kakak ipar nya. Apalagi Annisa langsung memberikan handphone nya pada Reno.


"Iya," ucap Reno sambil menggerakkan jarinya agar Annisa berjalan menjauh.


"Suara mu laki sekali, kau suami adik ku," tanya Raffi.


"Iya, aku suami Annisa," jawab Reno.


Ntah apa yang mereka berdua bicarakan dari kejauhan Reno hanya menganggukkan kepala nya, Annisa yang melihat itu sangat penasaran. Tutur kata yang Reno pakai pun berbeda jauh saat berbicara dengan nya, Reno terlihat jauh lebih sopan.


"Apa yang mereka bicarakan," batin Annisa.


Tak lama Reno memanggilnya kembali, ekspresi wajah yang Reno tampilkan juga cukup menyeramkan yang membuat Annisa bergidik ngeri.


"Kakak mu sangat cerewet, jangan pernah berikan handphone itu pada ku lagi. Aku tidak mau berbicara dengan nya," ucap Reno.


"Apa yang kakak ku bicarakan tuan," tanya Annisa.


"Aku di minta cepat membuat mu hamil, kau puas," jawab Reno.

__ADS_1


__ADS_2