
"Mas apa kita nanti akan tinggal di sini," tanya Vania.
"Hmmmm kamu ikut aku saja ya, jika kamu tidak mau tinggal di rumah ayah ku, aku akan membeli rumah untuk kita berdua," jawab Raffi.
"Tapi kata ayah ku, kita tunggal beberapa waktu dulu di sini, setelah itu baru kita boleh pindah," kata Vania.
"Iya sayang, aku tau itu, sudah jangan kamu pikirkan kita tunggal dimana," ucap Raffi.
Ini pertama kali Raffi memanggil Vania sayang. Vania cukup terkejut dan tersipu malu saat mendengar kata sayang dari mulut Raffi.
"Kamu kenapa," tanya Raffi.
"Tidak papa mas, oh iya Reyhan tinggal di sini saja sampai besok, dia pasti ingin melihat ayah nya menikah," jawab Vania.
"Jangan ah, nanti saja ketika sudah menikah, aku akan membawa Reyhan tinggal dengan kita, untuk sekarang mamah nya tidak mungkin mengizinkan Reyhan, untuk bertemu dengan ku saja sudah sangat lama baru di perbolehkan," kata Raffi.
"Hahaha iya juga ya mas, ya sudah nanti malam saja saat Reyhan sudah bangun."
"Vania kamu tidak mungkin langsung punya anak kan?"
"Aku masih sekolah mas, nanti aku hamil dan aku akan di keluarkan dari sekolah," kata Vania.
"Hahaha iya aku paham, tidak mungkin aku langsung membuat mu hamil," ucap Raffi.
Vania merasa senang mendengar hal itu, jika tidak langsung hamil berarti tidak ada hal seperti itu. Vania tidak sadar jika Pria yang sedang bersama nya ini seorang duda yang sangat butuh hal itu.
"Jadi kita tidak perlu kan," kata Vania.
Raffi menaikan alis nya, ia tidak paham makna tidak perlu yang di maksud Vania.
"Tidak," ucap Raffi.
__ADS_1
Malam hari nya, setelah Reyhan bangun Raffi langsung ingin membawa Reyhan pulang. Tetapi sebelum itu aunty kesayangan Reyhan ingin melihat nya.
"Wah kakak, dia sangat mirip dengan mu," kata Annisa.
"Ya nama nya dia anak ku," ucap Raffi.
"Sama nama mu," tanya Reno, jika sudah bersama dengan anak kecil Reno berubah menjadi pria dewasa yang lembut.
"Reyhan," jawab nya, ia masih belum biasa di kelilingi banyak orang.
"Jangan takut sayang," kata Annisa.
"Kau terlalu cantik Annisa, dia sangat bingung melihat kecantikan mu."
"Hey, jangan memuji istri ku," kata Reno.
"Hahaha kau cemburuan sekali, ya sudah aku harus membawa nya pergi ke rumah mamah nya, lain kali aku akan membawa nya lagi," ucap Raffi.
"Kau sangat mengerikan, anak ku sampai takut." Raffi mengambil Reyhan dari Reno.
"Enak saja, dia belum biasa dengan ku," kata Reno.
Setelah bertemu dengan Annisa, Raffi langsung membawa Reyhan pergi dari sana. Sebelumnya ia sudah menghubungi Tina untuk menanyakan dimana alamat rumah Tina saat ini.
"Ayah kita kemana," tanya Reyhan.
"Kita pulang ke rumah mamah, besok ayah akan membawa mu jalan jalan," jawab Raffi.
Sesampainya di rumah Tina mereka berdua turun dari dalam mobil. Di depan pintu sudah ada Tina yang sedang menunggu mereka berdua.
"Terimakasih telah membiarkan ku bertemu dengan anak ku," kata Raffi.
__ADS_1
"Iya sama sama aku sadar, ini anak mu dan kau berhak bertemu dengan nya, aku tidak berhak melarang mu lagi," ucap Tina.
"Mamah," Reyhan pindah tangan dari Raffi ke Tina.
"Kamu senang bertemu dengan ayah mu, oh iya masuk lah dulu, aku akan membuat kan minum," kata Tina.
"Tidak tidak perlu, aku harus pergi," tolak Raffi.
"Sudah ayo." Tina menarik tangan Raffi masuk ke dalam rumah nya.
Raffi cukup bingung dengan rumah Tina yang sangat sepi, ia pikir Tina sudah mempunyai suami lagi, wanita seperti Tina tidak mungkin mau lana lama sendiri.
"Dimana suami mu," tanya Raffi.
"Aku belum menikah lagi," jawab Tina.
"Sayang waktu nya tidur, cium tangan ayah dan masuk ke dalam kamar," kata Tina.
"Dia sudah tidur sangat lama tadi, mungkin dia sudah tidak mengantuk lagi," ucap Raffi.
"Dia tetap harus tidur aku sudah membiasakan nya."
Reyhan mencium tangan Raffi dan pergi masuk ke dalam kamar, ia memang sudah biasa tidur di waktu yang tepat.
"Aku pulang saja, dimana orang tua mu," tanya Raffi.
"Aku tinggal sendiri," jawab Tina.
"Apa, tidak seharusnya aku masuk ke dalam rumah mu, aku harus pergi sebelum sesuatu yang tidak diinginkan terjadi." Raffi langsung membalik tubuh nya, ia tidak mau timbul Fitnah yang akan membuat pernikahan nya terancam.
Raffi berlari masuk ke dalam mobil nya dan langsung pergi meninggalkan rumah itu, jantungnya terasa was was saat tau Tina hanya tinggal sendiri di rumah, untung saja tidak ada tetangga yang melihat nya masuk ke dalam rumah malam malam seperti ini.
__ADS_1
Maaf ya baru up, bsk author akan melakukan perjalanan yang cukup lama sekitar 2 hari dari riau ke bogor. Selama beberapa bulan author akan di sana dan mungkin kegiatan nulis menulis akan terganggu. Doa kan semoga author selamat sampai tujuan dan semua nya berjalan dengan lancar.