Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Episode 40


__ADS_3

"Kau mau menikah sayang," tanya Iqbaal.


"Mau yah, tapi dengan siapa? terus setelah menikah aku harus apa agar ayah mempunyai cucu dari mu," jawab Harry.


Mereka semua saling melirik, seperti yang Reno katakan, memang Harry menikah tak ada niat lain. Ia juga tak tau harus berbuat apa setelah nya. Menikah kan nya saja dengan Anna sudah pas untuk memperbaiki imun nya, yang terpenting keinginan nya di turutin dengan baik.


"Tak ada sayang, nanti kamu jalani saja pernikahan mu dengan baik. Ayah yakin kamu pria yang bertanggungjawab," kata Iqbaal


"Kamu tau Anna sayang," tanya Aziel.


"Tak tau," jawab Harry.


"Tidak tau? padahal kau pernah bertemu dengan nya," tanya Aziel.


"Aku lupa, apakah dia cantik," tanya Harry.


"Oh sangat cantik dong, adik abang tidak mungkin tidak cantik," jawab Reno.


"Tapi aku takut, kalau dia tak mau dengan ku bagaimana? aku saja penyakitan," kata Harry.


"Harry jangan berpikir seperti itu, kau itu sangat tampan, tak mungkin dia tak mau dengan orang setampan diri mu," ucap Aziel.


"Apa aku benar tampan, ah jadi malu..."


Begini lah enak nya jadi si bungsu kesayangan, apapun akan abang abang nya lakukan demi kebahagiaan nya. Apalagi selama ini Harry tak pernah berbuat hal yang jelek. Dari kecil sampai sekarang ia menjadi kesayangan di keluarga nya.


Sekarang yang menjadi pr mereka adalah meminta izin pada Bima dan juga menjelaskan semuanya pada Anna, mereka tak tau apakah Bima mengizinkan nya dan Anna mau atau tidak.


Setelah Anna kembali, Reno yang dekat dengan adik nya itu langsung berbicara empat mata dengan nya. Ia yakin Anna memiliki sikap dewasa yang bisa menerima semua keputusan keluarga nya.


"Dari mana kamu," tanya Reno.


"Kak Zikri membelikan ku dan adik adik di rumah banyak pakaian dan makanan," jawab Anna.


"Wah wah dia banyak uang. Sayang kamu tau kan kalau abang itu sangat menyayangi mu, menginginkan diri mu bahagia, memberikan semua hal terbaik yang abang bisa berikan."


"Iya, aku tau itu. Ada apa bertanya seperti itu??"


"Kamu mau menikah dengan Harry," tanya Reno.


"Haaa?? menikah," tanya Anna.


"Iya Anna menikah, pasti ini sangat membuat mi terkejut, apalagi usia mu baru 15 tahun."

__ADS_1


"Alasan apa aku menikah dengan Harry, aku tau Harry dia memang sangat tampan, tapi kalau bukan karena alasan yang jelas aku tak mau," kata Anna.


"Dia sangat an, sakit yang belum tau apa obat nya. Dia harus menjaga imun nya dengan baik agar hidup nya tetap aman. Ia ingin menikah untuk memberikan ayah nya cucu, karena ia pikir hidup nya tak akan panjang. Kamu jangan khawatir, kamu tak akan di apa apain oleh nya, itu hanya pikiran nya saja. Mungkin kamu lebih pintar tentang hal seperti itu dari pada Harry, kamu sudah masuk SMA pasti pelajaran biologi sudah kamu pelajari. Berbeda dengan Harry, Harry hanya sekolah bisnis, belajar bisnis dia tak tau apa apa."


"Begitu, aku takut aku tak bahagia, lalu sekolah ku bagaimana? aku bisa dikeluarkan dari sekolah kalau ketahuan menikah," ucap Anna.


"Tenang sayang tenang, kamu jangan khawatir. Pernikahan kalian hanya pernikahan sirih, tak ada yang tau pernikahan kalian, dan sekolah mu tak akan terganggu. Anna abang tau kamu memiliki pemikiran yang dewasa, kamu pasti bisa menjadi istri yang baik untuk Harry, ini pernikahan mu yang pertama dan terakhir, kalian akan menikah lagi setelah umur 20 tahun." kata Reno.


"Aku...."


"Kehidupan Harry hanya berharap dari mu, hanya kamu yang dapat memutuskan semua ini," ucap Reno.


"Aku harus bertemu dengan nya, boleh aku bertemu dengan nya," tanya Anna.


"Ya boleh dong, nanti saja ya setelah pulang ke rumah, sebentar lagi pesawat kita akan terbang," jawab Reno.


Mereka semua pun pergi meninggalkan hotel itu, semua nya pergi meninggalkan Jepang untuk kembali ke Indonesia. Anna dan Harry sudah saling bertemu walaupun tak saling bicara, ke dua nya sudah tau jika mereka yang akan di jodohkan.


"Dia memang sangat tampan, dia memang terlihat lebih kurus, aku kasihan dengan nya," batin Anna.


"Dia cukup cantik, tapi apakah dia mau menikah dengan orang penyakitan seperti ku," batin Harry.


Sesampainya di Indonesia mereka semua langsung ke rumah Iqbaal. Ini pertama kali nya Dinda ke rumah Aziel, ia tak tau seberapa kaya Aziel, tetapi di lihat dari semua nya Aziel memang sangat kaya raya. Rumah nya saja sudah seperti istana kerajaan.


"Hahaha sangat kaya, tak ada yang bisa menyaingi kekayaan mu sayang," jawab Aziel.


"Wah wah, begitu ya. Ternyata suami ku begitu kaya, tak menyesal aku menikah dengan mu," kata Dinda.


"Iya dong, kamu tak akan menyesal, aku kaya raya, tampan dan aku bisa memuaskan mu," kata Aziel.


"Sssttt." ucapan Aziel cukup keras yang membuat Reno mendengar nya.


"Sayang kamu membuat ku malu."


"Harry Anna ayo ikut abang." Reno membawa Harry dan Anna pergi ke taman agar mereka berdua bisa saling mengobrol.


"Sudah kalian bisa membicarakan masalah ini, jangan ada yang bertengkar ya," kata Reno dan pergi meninggalkan tempat itu.


"Hay," ucap Harry.


"Iya har, apa kabar," tanya Anna.


"Ya begini lah, kamu tau kan kalau aku sakit," jawab Harry.

__ADS_1


"Kamu mengenal ku," tanya Harry.


"Ya aku tau kamu kok, aku pernah bertemu dengan mu beberapa kali," jawab Anna.


"Begitu, aku tak mengenal mu, maafkan ku ya," ucap Harry.


"Hahaha untuk apa kamu minta maaf pada ku Harry, kamu tak salah untuk apa kamu minta maaf," kata Anna.


"Kamu tau aku sakit kan, aku tau kita di jodohkan, kamu tak papa kalau tak mau menikah dengan seseorang yang penyakitan seperti ku, aku akan merepotkan mu," ucap Harry.


"Hey kamu tak boleh berkata seperti itu, tak ada manusia yang merepotkan. Kamu tetap semangat kan, jangan menyerah ya," kata Anna.


"Kamu mau di jodohkan dengan ku," tanya Harry.


"Hmmmm.."


"Bagaimana," tanya Harry


"Aku bingung, aku takut menikah sejujurnya," jawab Anna.


"Kenapa takut," tanya Harry.


"Takut hamil," jawab Anna sambil memalingkan wajah nya.


"Aku tak tau bagaimana cara membuat mu hamil, bagaimana cara nya? jangan takut ya.."


"Kamu benar benar tak tau," tanya Harry.


Harry menggelengkan kepala nya.


"Gak tau, aku tidak sekolah seperti mu," kata Harry.


"Begitu.."


"Bagaimana? aku tak akan memaksa mu untuk menikah dengan ku."


"Aku aku.... Kalau aku tak mau kamu tak papa kan," tanya Anna.




Visual Harry ya...

__ADS_1


__ADS_2