
Waktu cepat berlalu, semua persiapan sudah selesai, mereka semua sedang sibuk mempersiapkan diri karena satu jam lagi pihak David dan orang tua nya akan datang.
Hampir semua orang sudah selesai bersiap mereka semua berpenampilan cantik dan tampan. Baju yang Alya pesan pas di pakai semua orang.
"Annisa kau sangat cantik," ucap Kayla.
"Hey hey jangan gila Kayla, kau ratu nya hari ini, kau jauh lebih cantik," kata Annisa.
"Hahaha aku berkata jujur Annisa, kau cantik sekali, penutup kepala mu membuat mu terlihat sangat menggemaskan," ucap Kayla.
"Sebenarnya aku ingin melepaskan nya, tapi aku tidak berani, Terima kasih telah membuatkan penutup kepala terbaik ini."
"Bukan aku yang membuat nya Annisa, tapi desainer ku," kata Kayla.
"Tetap saja kau yang meminta nya, aku sangat bersyukur memiliki teman seperti mu," ucap Annisa.
(Maksud penutup kepala yang author maksud seperti ini ya, tapi ini hanya contoh bukan Visual Annisa)
Iqbaal sedang kebingungan mencari keberadaan Reno, di dalam kamar nya Reno sama sekali tidak ada, baju keluarga juga belum di pakai. Iqbaal takut Reno akan kabur dari rumah karena ia tidak ikhlas di langkahi adik nya.
"Dimana Reno," ucap Iqbaal.
"Ada apa sayang," tanya Alya yang sedari tadi melihat suaminya mondar mandir tidak jelas.
"Anak kita hilang, dimana dia," tanya Iqbaal.
"Aku juga tidak tau, tidak bisa nya Reno seperti ini, jika dia pergi pasti izin pada ku atau pada mu," jawab Alya.
"Iya hal itu yang membuat ku takut," ucap Iqbaal.
"Sayang coba kamu cari dia di dekat komplek ini saja, mungkin dia sedang keluar mencari sesuatu," kata Alya.
"Berapa jam lagi David dan keluarga nya akan datang," tanya Iqbaal.
"Sekitar 40 menit lagi, cukup jika hanya untuk mencari Reno di kompleks ini," jawab Alya.
"Ya sudah aku pergi dulu, jika Reno sudah pulang kabari aku," ucap Iqbaal.
Iqbaal langsung berjalan menuju garasi mobil, untung saja garasi mobil dan lokasi acara tidak terhubung, ia bisa bebas jika ingin keluar rumah. Saat ingin masuk ke dalam mobil mata Iqbaal tertuju pada mobil mewah berwarna merah. Ia merasa tidak ada membeli mobil itu, bahkan keluarga nya tidak mempunyai mobil berwarna merah.
"Mobil siapa itu," ucap Iqbaal sambil berjalan mendekati mobil.
Iqbaal sedikit mengintip dari jendela, mata nya terbelalak saat melihat Reno di dalam sana.
"Reno, kau memang gila," ucap Iqbaal.
"Reno buka Reno," ucap Iqbaal sambil mengetuk-ngetuk jendela mobil itu.
"Daddy ini tidak di kunci, bisa mati aku jika aku kunci," kata Reno.
"Oh iya aku tidak melihat nya, kenapa kau ada di sini, kau tau acara sudah mau di mulai," ucap Iqbaal.
"Aku hanya mengantuk dad, ya sudah aku mandi dulu," kata Reno sambil kembali memejamkan mata nya.
"Kau mau mandi di dalam mimpi, jangan gila Reno, cepat mandi acara sudah mau di mulai." Karena kesal Reno tidak bangkit dari posisi nya. Iqbaal menarik kuping Reno dan menyeret nya secara paksa.
"Ahkkk ahkk sakit dad, tidak mommy tidak daddy suka sekali menarik kuping ku," ucap Reno.
"Ayo cepat, ayo kau harus mandi, atau mau aku mandi kan," tanya Iqbaal.
"Sayang dimana kau menemukan nya," tanya Alya.
"Dia tidur di dalam mobil baru nya, ntah siapa yang membelikan nya mobil," jawab Iqbaal.
"Kau beli mobil baru sayang, kenapa tidak izin dulu pada mommy atau daddy."
"Aku tidak membeli mobil dad mom, itu hadiah dari David, dia membelikan ku mobil karena dia melangkahi ku," kata Reno.
"Oh begitu, sudah cepat mandi sana, jangan lama-lama, sebentar lagi keluarga David akan datang," ucap Alya.
"Iya mom, aku masuk dulu." Iqbaal pergi meninggal kan ruangan itu.
Semua keluarga sudah berkumpul di lokasi acara, sedangkan keluarga David juga sudah sampai dan sedang berjalan menuju lokasi acara. David terlihat sangat santai dengan senyuman menghiasi wajah nya, barang lamaran yang ia bawa juga tidak main-main, karena memang keluarga nya termasuk orang yang kaya raya seperti keluarga Iqbaal.
"Dimana calon istri ku," tanya David.
"Sabar David, dia masih di dalam, tunggu sebentar lagi," kata Iqbaal.
"Paman dimana Reno," tanya David.
"Semua orang kau tanya, sudah dengarkan dulu pembawa acara berbicara, kita langsung kan dulu lamaran ini," bisik Amelia mamah dari David.
"Hehehe iya mah, maaf aku terlalu bersemangat," ucap David.
Reno berlari dari lantai atas ke lantai bawa, ia yakin jika diri nya pasti sudah terlambat.
__ADS_1
"Kak pelan-pelan jaga wibawa mu," ucap Kayla.
"Iya maaf, aku hampir mengacaukan semua nya," kata Reno.
Reno bergabung dengan semua nya sambil menundukkan kepala nya, ia sangat malu karena telat bergabung dengan yang lainnya.
"Kau terlambat, aku hampir tidak jadi memberikan jam tangan yang kau mau," ucap David.
"Jangan gila, aku sudah menginginkan nya."
Acara terus berlangsung dan tiba lah Kayla bersama dengan Annisa dan Vania keluar dari ruangan nya, Kayla Benar-benar seperti ratu sore itu. Semua orang terpana pada nya termasuk Reno.
"Kayla aku berharap aku yang ada di sana," batin Reno.
"David kenapa hanya bengong, maju kau tidak ingin memasangkan cincin," ucap Iqbaal.
"Eh iya maaf paman, aku terpesona padanya," kata David sambil berjalan mendekati Kayla.
"Sayang kamu cantik sekali," ucap David dengan bibir yang mulai mendekati bibir Kayla, untung saja dengan cepat Kayla menahan nya.
"David kau tidak malu," ucap Joko ayah David.
"Anak muda pah, papah dulu juga," kata Amelia.
"Dua orang ini aneh, tidak ada malu nya," batin Reno.
"Sayang apa yang kamu lakukan," ucap Kayla.
"Hehehe maaf, bibir mu benar-benar menggoda ku sayang," kata David.
David mulai mengeluarkan cincin berlian dari tempat nya.
"Kita akan bertualang bersama, aku mencintaimu." David memasukan cincin itu ke dalam jari manis Kayla.
Begitu juga dengan Kayla, yang juga memakaikan cincin ke dalam jari manis David.
"Aku sangat mencintai mu," ucap Kayla.
Reno sama sekali tidak melihat momen itu, ia hanya memandang ke arah lain agar hati nya tidak semakin sakit.
"Sakit sekali, ahkkk aku tidak tahan," ucap Reno sambil menahan air mata nya.
Setelah momen itu mereka berdua kembali duduk ke tempat masing-masing. David mengambil kotak jam tangan yang ia bawa dan memberikan nya pada Reno.
"Ini jam tangan yang aku janjikan, 10 kali lipat dari mobil itu," bisik David.
Setidaknya hati Reno sedikit terobati ketika ia mendapatkan jam tangan ini, Reno memang sangat suka dengan jam tangan, ia bisa membeli jam tangan dengan harga yang mahal meskipun ia harus bertengkar dulu dengan daddy nya.
Jam tangan yang di berikan David bukan lah yang termahal dari koleksi nya. Ia pernah bertengkar hebat dengan Iqbaal karena Reno membeli jam tangan seharga rumah yang ia tinggali saat ini.
"Aku boleh meminjam jam tangan mu itu," tanya Iqbaal.
"Tidak dad, jam tangan yang seharga rumah ini, tidak akan aku beri pada siapapun," jawab Reno.
"Kau membeli nya sampai bertengkar dengan ku tapi tidak memakainya."
"Aku akan memakainya saat pernikahan ku," kata Reno.
"Kapan perikanan mu akan terjadi," tanya Iqbaal.
"Tidak akan terjadi, jadi aku tidak akan memakai," jawab Reno.
"Anak kurang ngajar."
Setelah acara selesai mereka semua sibuk dengan urusan masing-masing ada yang mengobrol bersama ada juga yang memilih langsung masuk ke ruang ganti untuk bersiap-siap untuk acara malam nanti.
"Cup cup cup, kamu sangat cantik, aku sangat mencintaimu," kata David.
"Aku juga sangat mencintai sayang, aku tidak menyangka orang tua kita ingin kita menikah lebih cepat."
"Tapi bagaimana dengan kakak mu, kata mu kau tidak akan menikah jika kakak mu belum menikah," tanya David.
"Seperti nya tidak bisa seperti itu, aku terlalu egois kalau harus memaksakan hal itu. Aku akan menyakiti ku karena kamu akan terlalu lama menunggu, ya kalau kak Reno akan menikah. Aku juga akan membuat kak Reno semakin tertekan jika aku terus memaksa nya menikah. Jadi aku pikir ini adalah keputusan yang tepat," jawab Kayla.
"Tiga bulan lagi, waktu yang cukup lama, aku pikir Reno akan mendapat kan pasangan nya, aku memang sangat ingin melihat nya menikah, dia wajib mendapatkan wanita yang terbaik," kata David.
"Semoga saja, kamu tau, aku pikir Annisa cocok dengan kak Reno, malam itu Annisa masuk ke dalam kamar kak Reno, aku tidak tau apa yang mereka lakukan di dalam. Karena aku hanya melihat nya dari kejauhan."
"Apa diam-diam mereka memiliki hubungan du belakang Kita, aku cukup penasaran dan seperti nya begitu," ucap David.
"Mungkin saja, mungkin kak Reno masih malu, tapi semua itu hanya kemungkinan kita harus tetap mengawasi mereka berdua, mana tau mereka berdua kita ciduk."
"David," ucap Reno.
"Itu dia, aku yakin dia mau protes," ucap David.
"Pergi lah, jangan biarkan dia marah pada mu, aku lihat hubungan kalian berdua semakin baik."
__ADS_1
"Iya ada apa," tanya David sambil keluar dari kamar.
"Hey apa yang kau lakukan, kalian belum menikah."
"Hey kenapa kau yang marah, keluarga kita sahabat tidak marah," ucap David.
"Aku ingin protes jam tangan yang kau beri kebesaran, aku tidak mau memakainya," ucap Reno.
"Jika tidak mau juga tidak papa, aku tidak memaksa mu," kata David.
"Maksud ku, beri aku jam yang pas."
"Reno jam tangan ini, hanya satu di dunia. Ayah ku juga tidak tau ukuran tangan mu, kau hawa jam itu ke tokoh jam keluarga ku. Dan kau akan mendapat biaya gratis untuk membetulkan jam tangan itu," kata David.
"Ya sudah asalkan jam ini tidak kau ambil lagi," ucap Reno.
"Penggila jam tangan, ntah sudah berapa banyak koleksi nya," kata David.
Malam hari nya, acara malam ini khusus untuk para tamu undangan, para keluarga bisa bebas mau hadir atau tidak. Tetapi khusus untuk Reno yang akan menjadi penerus Iqbaal, ia wajib datang karena Iqbaal akan memperkenalkan Reno ke para rekan bisnis nya.
Kayla dan David juga sudah bergabung menyapa para tamu undangan yang datang, mereka berdua tampak sangat bahagia, pertunangan ini benar-benar seperti yang mereka berdua harapkan.
Annisa tampak kebingungan karena ia tidak kena siapapun, Teman-teman yang ia kenal belum menampakkan batang hidung nya.
"Annisa, bantu tante," ucap Alya.
"Iya tan," kata Annisa dan langsung berjalan mendekati Alya.
"Tante sudah menyiapkan minuman khusus untuk Reno, takutnya Reno meminum minuman sembarangan yang membuat nya mabuk, dia tidak terlalu bisa minum Alkohol dan sekarang kamu ambilkan minuman itu, beri pada Reno, tante harus bergabung dengan yang lainnya."
"Iya tan, serahkan semua nya pada Annisa," ucap Annisa.
Reno sama sekali tidak nyaman bersama dengan orang-orang, apalagi banyak wanita yang mencoba mendekati nya. Saat ini Reno bagaikan emas di tengah jerami, benar-benar sangat bersinar.
"Reno pilih wanita itu, siapa tau kau tertarik dengan nya," ucap Iqbaal.
"Aku dengan mereka, ah daddy bercanda, jauh di atas wanita yang aku inginkan. Sudah ya aku ingin bersama dengan Fadlan," ucap Reno.
"Hadeh aku harap kau tidak menikah dengan Fadlan," ucap Iqbaal.
Mata Reno terpana akan kecantikan adik nya sendiri, meskipun dari kejauhan Reno dapat melihat begitu cantik nya Kayla. Tiba-tiba Annisa lewat di depan nya, ia cukup terkejut melihat Annisa memakai gaun yang ia beli.
"Penutup kepala itu membuat nya aneh, jika dia memiliki rambut yang panjang dan berwarna berwarna hitam aku pikir dia akan sangat cantik," ucap Reno.
Annisa melangkah mundur mendekati Reno, ia lupa menawarkan minuman yang Alya maksud.
"Reno, maaf sekali tidak berniat berbicara dengan mu. Kau mau minum, tante sudah menyiapkan minuman khusus untuk mu," tanya Annisa.
"Kau memang cocok menjadi pelayan, aku mau, ambilkan untuk ku," jawab Reno.
"Jangan dengarkan Reno Annisa, kau sangat cantik, Malahan kau sangat cocok menjadi istri nya Reno," kata Fadlan.
"Jangan gila," ucap Reno sambil memukul perut Fadlan.
"Tunggu dulu, jam tangan mahal," tanya Fadlan.
"Tidak mahal, ini di berikan David saat kita sedang di Vila," jawab Reno.
"Pantas saja kau merestui mereka, adik ipar mu mempunyai pabrik jam tangan. Aku yakin sebenar lagi kau akan mempunyai gudang jam tangan," kata Fadlan.
"Hahaha tidak mungkin, jika bosan aku akan memberikan nya untuk mu," ucap Reno.
"Itu baru teman ku, tapi tadi aku berkata jujur loh, si Annisa itu sengat cantik. kekurangan nya hanya satu dia memakai penutup kepala," kata Fadlan.
"Tidak ada yang mempengaruhi nya, dia tetap jelek."
"Aku datang membawa pacar, kau mau melihat pacar ku," tanya Fadlan.
"Tidak mau, selera mu jelek, aku bosan melihat pacar mu yang begitu gitu saja."
"Kali ini aku tidak akan berganti pasangan, ia sedang hamil," kata Fadlan.
"Kau gila, kau membuat nya hamil," tanya Reno.
"Ya mau bagaimana lagi, aku tidak sengaja, sudah terlanjur enak dan aku telat angkat. Ya sudah jadi nya dia kenyang sembilan bulan," jawab Fadlan.
"Cepat nikahi dia, aku tidak mau memiliki teman yang tidak bertanggung jawab," kata Reno.
"Iya setelah anak ku lahir, aku akan menikahi nya secara hukum, untuk saat ini kami hanya bisa nikah siri."
"Ya terserah mu," ucap Reno.
"Ini ren minuman nya," ucap Annisa sambil menyerah kan minuman yang ia bawa.
"Kau tidak meletakkan racun di dalam nya kan," tanya Reno.
"Tidak untuk apa aku melakukan nya, ini aku juga meminum nya," jawab Annisa.
__ADS_1