
Sore hari nya Reno pulang ke rumah dengan keadaan yang cukup lusuh, wajahnya terlihat sangat lelah. Tidak ada senyuman yang terukir di wajah tampan nya. Annisa yang menyambut suami nya dari depan pintu masuk hanya bisa ikut berjalan di belakang Reno karena ia takut kena semprot tuan pemarah.
"Mas apa ayah sudah mengatakan nya permintaan ku tadi," tanya Annisa.
"Mas," Reno menaikan satu alis nya.
"Tidak sopan jika aku hanya memanggil nama mu saja," kata Annisa.
"Oh begitu, baguslah, iya daddy sudah mengatakan nya tadi. Nanti setelah makan malam kita langsung pulang ke rumah orang tua," ucap Reno.
"Ada apa dengan nya, kenapa dia terlihat sangat baik, padahal wajah nya terlihat sangat lelah," batin Sakura.
"Jangan membicarakan kan ku di dalam hati mu, aku ingin mandi, siapkan pakaian ku," kata Reno sambil melangkah masuk kedalam kamar mandi.
Semua orang sudah berkumpul di ruang makan, makam malam bersama sudah menjadi kebiasaan keluarga ini.
"Aku ingin makan di luar saja," ucap Reno.
"Makanan ini bagaimana mas," tanya Annisa.
"Tinggal kan, ayo cepat kita juga harus ke rumah orang tua mu," jawab Reno.
__ADS_1
Iqbaal memberikan tanda jika Annisa harus cepat pergi ikut suami nya. Ia tau mood Reno sedang sangat baik hari ini.
"Kenapa dengan kakak," ucap Kayla.
"Iya dia sedikit lebih senang dan mood nya lagi bagus," kata Alya.
"Aku tau kenapa Reno terlihat sangat senang," ucap Iqbaal.
"Kenapa dad," tanya Kayla.
"Kakak mu terpilih sebagai model perusahaan dan dia sangat seneng semenjak terpilih," jawab Iqbaal.
"Iya sayang, apa dia tidak masalah jika di liat banyak orang, apalagi wajah nya akan menghiasi majalah dan periklanan."
"Dia yang meminta nya dan semua orang di perusahaan susah setuju, mau bagaimana lagi, yang terpenting dia bahagia," ucap Iqbaal.
Alya semakin bangga pada suami nya, ia tidak tau apa yang membuat Iqbaal begitu menyayangi Reno, semua ia lakukan demi kebahagiaan Reno. Padahal Reno tidak sedikit pun mewarisi darah nya.
Sementara itu Reno dan Annisa berada di restoran cepat saji, karena mood Reno cukup baik hari ini ia ingin makan daging yang sangat ia sukai.
"Itu daging apa," tanya Annisa.
__ADS_1
"Kelinci, kenapa kau mau?"
"Tidak mau, aku tidak akan suka, aku memakan makanan manusia normal saja," kata Annisa.
"Jadi maksud mu, aku tidak normal," tanya Reno.
"Bukan begitu, jangan marah di tempat seperti ini," jawab Annisa.
"Aku malu membawa mu, kenapa kau masih saja memakai penutup kepala itu, aku benar-benar muak," kata Reno.
"Maaf mas, tapi aku belum bisa melepaskan nya, aku masih sangat takut," ucap Annisa.
"Kenapa dengan nya, kenapa tiba-tiba wajah tampan nya kembali menyeramkan," batin Annisa yang mulai ketakutan.
Setelah selesai makan malam, mereka berdua langsung berangkat menuju rumah Annisa. Sebelum nya Reno sudah mengatur GPS mobil ke arah rumah Annisa.
"Mas, mungkin keluarga ku tidak seperti yang kau harapkan, jangan dengarkan ucapan mereka dan abaikan perilaku mereka," ucap Annisa.
"Hmmmm," gumam Reno.
Mendengar ucapan dari Annisa membuat Reno penasaran bagaimana keluarga Annisa. Kakak Annisa pernah mengatakan pada nya jika keluarga mereka hancur.
__ADS_1