Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
gagal


__ADS_3

Sambil tersenyum Raffi diam diam mendekati bibir Vania, saat Vania lengah ia langsung begerak mencium bibir Vania. Vania sangat terkejut mendapatkan serangan mendadak dari Raffi, ia berusaha memberontak tetapi akhirnya Vania pasrah membiarkan suami nya mengakses bibir nya. Awal nya Raffi hanya mencium bagian luar saja, tetapi karena Vania sudah diam dan mulai rileks ia berani memperdalam nya lagi.


Ciuman pertama Vania terasa sangat aneh, ia cukup suka karena ada sesuatu yang berbeda dari diri nya yang muncul. Raffi benar-benar mengajarkan apa arti berciuman bagi Vania. Tangan nya mulai naik ke atas leher Raffi, ia seperti menekan agar Raffi terus memperdalam nya.


Setelah beberapa saat Raffi melepaskan ciuman hangat itu, ia memberikan waktu Vania agar bisa bernafas terlebih dahulu. Setelah Vania terbiasa baru lah yang akan mengajarkan trik trik jitu agar Vania semakin dewasa dalam sal seperti itu.


"Bagaimana enak," tanya Raffi.


Vania menutup wajahnya karena ia benar-benar sangat malu, pertanyaan Raffi sangat mengintimidasi diri nya. Ya memang rasa nya enak tapi tidak mungkin ia menjawab enak. Selagi Vania menutup wajahnya Raffi mencium leher Vania, ia itu kembali mengejutkan Vania, di bagian leher ternyata terasa lebih sensitif bagi Vania.


"Mas." Vania mendorong wajah Raffi.


"Ada apa," tanya Raffi.


" Jangan ah, geli," jawab Vania.

__ADS_1


"Vania malam ini ya," kata Raffi, ia sudah tidak bisa menahan nya lagi.


"Kenapa mas," tanya Vania.


"Malam ini ya kamu memberikan hak ku, kamu tidak kasihan dengan di bawa sana?"


"Tapi aku takut," kata Vania.


"Tidak sakit kok," ucap para pria yang sudah ingin sekali, padahal rasa nya hanya Wanita yang tau.


"Tidak sakit, kami benar?"


Sambil mengambil pengaman tangan bergerak melepaskan pakai nya sendiri, ia kembali naik ke atas kasur dengan hanya menggunakan celana boxer saja. Vania melihat tubuh suami nya tanpa pakaian untuk pertama kali nya. Memang tidak sekeren Reynald tetapi sudah cukup membuat Vania terpanah.


Tanpa pikir panjang Raffi kembali mendekati bibir Vania, ia sudah tidak mau basa basi dan ingin langsung menyelesaikan semua nya malam ini juga. Vania hanya memejamkan mata nya saat Suaminya mulai membuka satu persatu pakaian nya, perlahan kulit mereka berdua mulai menyatu. Dari bibir sampai ke leher Raffi tidak berhenti sedikit pun, suara rintihan Vania malah semakin membuat nya sangat bersemangat.

__ADS_1


"Mas aku, aku tidak kuat," ucap Vania.


"Hahaha kenapa sayang," tanya Raffi.


"Aku datang bulan," jawab Vania berbohong.


Raffi berusaha mengerti Vania, ia bangkit dari atas tubuh Vania dan memeluk Vania dengan erat. Ia tidak mau memaksakan kehendak nya dan menyakiti Vania.


"Tidak papa sayang, aku mengerti," kata Raffi.


Malam ini mereka berdua lalui hanya untuk tidur saja, Vania cukup merasa bersalah pada Raffi, ia tidak bisa menjadi istri yang baik bagi Raffi.


"Kamu tidak marah," tanya Raffi.


"Tidak, untuk apa aku marah," jawab Vania.

__ADS_1


"Maafkan aku, aku tidak bisa menjadi istri yang baik," kata Vania.


"Stttt sudah diam, besok kita harus sekolah, jangan tidur terlalu malam," ucap Raffi.


__ADS_2