
"Dia sangat mirip dengan mu," kata Tina.
"Ya karena dia anak ku," ucap Raffi.
"Mamah." Reyhan kebingungan saat berada di gendongan seorang pria.
"Jangan takut ini ayah," kata Raffi.
"Ayah." Reyhan menetap ke arah Tina.
"Iya sayang ini ayah kamu, kata nya kamu ingin bertemu dengan ayah, ini ayah kamu," ucap Tina.
"Ayah." Bocah yang kurang dari 2 tahun itu memeluk Raffi, ia sudah berulang kali menanyakan ayah ya.
"Dia ikut bersama ku untuk hari ini saja," kata Raffi.
"Kau mau kemana," tanya Tina.
"Kam ingin pergi," jawab Raffi.
Raffi tidak mungkin mengatakan jika ia akan Mempersiapkan pernikahan nya, hal itu sudah pasti akan menjadi berita besar di sekolah. Pernikahan nya dengan Vania sangat rahasia, tidak ada yang boleh tau sampai Vania lulus dari sekolah nya.
"Sayang kamu mau pergi dengan ayah," tanya Tina.
"Mau mah, dengan ayah," jawab Reyhan.
"Nanti antar kan ke rumah ku," kata Tina.
"Iya aku akan mengantarkan nya. Mamah pergi dulu sayang." Tina pergi meninggalkan Reyhan bersama dengan ayah nya.
"Jagoan ayah." Raffi memeluk dan terus mencium anak nya, rasa rindu nya pada Reyhan benar-benar terbalaskan hari ini.
Vania tersenyum senang melihat Raffi dan Reyhan bisa bertemu kembali, ia ikut merasakan kebahagiaan yang mereka berdua rasakan. Vania merasa ia harus mendekati Reyhan karena Reyhan akan menjadi anak tiri nya.
__ADS_1
"Vania, kamu tidak ingin kenalan dengan calon anak kamu," tanya Raffi.
"Hehehe, aku mau. Hey tampan, siapa nama kamu," tanya Vania.
"Reyhan tante," jawab nya dengan masih malu malu, bocah kurang dari dua tahun itu benar-benar sangat menggemaskan.
"Hahaha kamu di panggil tante, jangan sayang, jangan tante bunda saja," kata Raffi.
"Mas, tidak ah, aku tida mau, kakak saja," ucap Vania.
"Nah kakak saja, sayang ini kakak baru kamu," kata Raffi.
Raffi dan Vania kembali melanjutkan perjalanan mereka berdua, saat ini sudah ada Reyhan di tengah tengah mereka.
"Kamu sudah makan sayang," tanya Raffi.
"Sudah," jawab Reyhan, ia terus memperhatikan wajah ayah nya yang benar-benar mirip dengan nya.
Raffi membawa Vania dan anak nya ke tokoh perhiasan. Mereka ingin membeli perhiasan untuk Vania. Raffi memberikan kebebasan untuk Vania memilih perhiasan mana yang Vania suka. Saat ini uang bukan permasalahan pagi bagi nya.
Di rumah Kayla dan yang lainnya sudah menyicil untuk acara ulang tahun Reynald besok. Mereka semua cukup terkejut saat tau Vania akan menikah besok. Acara pernikahan dan pesta ulang tahun Reynald di laksanakan di hari yang sama, tetapi di jam dan tempat yang berbeda. Reynald menggelar pesta nya di taman dekat kolam Renang, sedangkan pernikahan Vania di laksanakan di ruang utama, di sana juga sudah mulai mendekorasi tempat acara.
"Sayang, ini sangat cocok," kata Kayla.
"Iya si cocok, tapi jangan terlalu banyak balon, aku tidak suka," ucap Reynald.
"Sudah diam lah kau, kamu sudah menentukan nya jangan mengacau," kata Reno.
"Hey kaki mu sedang sakit jangan mencari masalah dengan ku," ucap Reynald.
"Hahaha aku tak takut," kata Reno.
"Sudah kalian jangan bertengkar, sesekali kalian berdua kompak," ucap Iqbaal.
__ADS_1
"Dad, bagaimana dengan Aziel," tanya Reno.
"Dia sangat baik, dia malah berkembang dengan sayang cepat, otak nya di atas rata rata," jawab Iqbaal.
"Aku rasa dia anak terpintar daddy, dia pasti menjadi incaran banyak wanita," kata Reno.
"Halah dia saja sering patah hati. Lalu bagaimana dengan adik mu, jadi dia pergi menyusul Aziel," tanya Iqbaal.
"Jadi dad, dia akan menyusul Aziel, tapi setelah pendidikan nya selesai," jawab Reno.
"Reynald bagaimana sudah bisa," tanya Iqbaal.
"Belum yah, nanti malam aku pasti bisa," jawab reynald.
"Kau yakin nanti malam bisa, aku rasa tidak bisa lah."
"Pasti bisa lah, aku sudah menanyakan pada dokter, sudah satu bulan beberapa minggu kok. Kata dokter boleh asalkan jangan aneh-aneh," kata Reynald.
"Hahaha good luck, semoga saja kau berhasil, jujur aku sangat menunggu hasilnya."
"Sabar ya yah, semua butuh proses yang cukup menyita waktu dan tenaga," kata Reynald.
'
Kayla dan yang lainnya tidak mengerti dengan apa yang Reynald dan Iqbaal bicarakan. Mereka hany diam mendengarkan ucapan dari mereka berdua.
"Sayang kalian membicarakan apa si," tanya Kayla.
"Tidak ada sayang, kejutan untuk kita nanti malam," jawab Reynald.
"Aku tau apa yang kau katakan, jangan lupa rekam ya," bisik Reno.
Maaf ya kalau ada yang up ulang author juga tidak tau kenapa, sudah author coba hapus tapi tak hilang juga
__ADS_1