
Malam hari nya Azeil dan Annisa sedang sibuk mempersiapkan makan malam mereka di balkon apartemen. Apartemen milik Aziel memiliki balkon yang sangat luas dan sangat cocok untuk berkumpul sambil makan malam bersama. Dari atas balkon ini mereka juga bisa melihat pemandangan kota yang sangat indah. Berbeda dengan Annisa dan Aziel yang sedang sibuk. Reno malah asik bermain game bersama Zikri, ia memanfaatkan game yang selama ini jarang ia mainkan.
"Kak bantu napa, kau malah asik bermain game," ucap Azeil.
"Zikri bantu Ziel, kakak sedang sibuk," kata Reno.
"Iya kak." Walaupun Zikri sedang asik bermain game ia tidak bisa membantah sedikit pun perintah dari Reno.
"Apa yang bisa aku bantu Zeil," tanya Zikri.
"Eh kalau kau masih mau main game tidak papa, aku bisa mengerjakan nya sendiri," jawab Aziel yang merasa tidak enak pada Zikri.
"Tidak papa, ayo aku bantu, pasti minuman ya, aku akan mengeluarkan nya," kata Zikri.
Tak lama makanan yang mereka pesan pun datang, makanan mewah yang Reno pesan langsung dari salah satu restoran ternama di kota ini.
"Wah semua nya terlihat sangat enak," ucap Azeily.
"Mas dimana Kayla, adik-adik mu sudah sangat lapar," tanya Annisa.
"Tunggu sebentar pasti dia akan segera datang," jawab Reno.
"Aku di sini," ucap Kayla yang langsung masuk ke dalam, ia sudah tau pasword pintu apartemen aidk nya.
"Kakak aku sangat merindukanmu," ucap Kayla sambil memeluk Reno dengan erat.
"Iya aku juga sangat merindukanmu, lepaskan dulu pelukan mu aku sedang bermain game," kata Reno.
"Kau sangat menyebalkan," ucap Kayla.
"Reno itu adik kandung mu, dia sangat mirip dengan mu," tanya David.
"Iya nama nya Zikri, dia sangat mirip dengan ku, tapi tetap saja tampanan aku," jawab Reno.
"Mas sudah lah, ayo makan. Lanjut nanti lagi main game nya," kata Annisa.
"Iya iya aku akan datang," ucap Reno sambil berjalan ke arah balkon.
Reno memeluk Annisa dari belakang, ia juga mencium leher Annisa yang sangat wangi bagi nya.
"Mas," ucap Annisa.
"Kakak bucin sekali," kata Aziel.
"Hey anak kecil tau apa diam," ucap Reno.
Kayla tidak menyangka jika Annisa dan Reno bisa akrab secepat ini. Mereka berdua seperti sudah saling mencintai. Ntah kenapa saat melihat kedekatan Annisa dan Reno membuat nya terasa cukup cemburu.
__ADS_1
"Ini apa," tanya Reno.
"Daging kesukaan kamu," jawab Annisa.
"Ambilkan aku," kata Reno.
"David, kenapa kau meminta untuk mempercepat pernikahan kalian," tanya Reno.
"Kayla yang meminta nya, aku mah hanya menuruti orang yang aku cintai," jawab David.
"Kayla Why," tanya Reno.
"Apa harus ada alasannya kak, aku hanya ingin seperti mu," jawab Annisa.
"Oh bagus lah, lebih baik cepat menikah."
"Kau juga akan ikut pesta pernikahan Ren?"
"Iya aku pasti ikut datang," kata Reno.
"Hey kau gila, maksud ku kau akan pesta bersama ku," ucap David.
"Hahaha aku tau, aku juga ingin memiliki foto bersama istri ku."
Setelah selesai makan, Annisa dan Kayla membereskan semua nya kembali. Sedangkan para pria melanjutkan kegiatan mereka bermain game. Ntah kenapa hubungan Annisa dan Kayla seperti ada rasa canggung di antara mereka berdua, mereka berdua tidak selepas biasa nya.
"Annisa sampai kapan kalian di sini," tanya Kayla.
Meja telah bersih seperti semula, mereka berdua mendekati suami mereka yang sedang sibuk dengan game yang berada di handphone. Kayla duduk di samping David yang benar-benar seperti mengabaikan nya, ada satu cara jitu Kayla agar David tidak mengabaikan nya lagi.
"Letakkan handphone mu atau aku mencari junior yang lebih dari milik mu," bisik Kayla.
"Sayang," ucap David sambil meletakkan handphone nya.
Berbeda dengan Reno yang langsung menarik Annisa ke atas pangkuan nya, ia malah mengajari Annisa bermain game bersama nya. Reno tertawa terbahak-bahak saat melihat Annisa bermain sangat bodoh.
"Hahahaha kau bodoh sekali, hey sudah aku ajari masih saja tidak bisa," ucap Reno.
"Sudah aku tidak mau bermain," kata Annisa.
"Jangan marah, sini aku ajari lagi ya," ucap Reno.
Zikri dan Aziel hanya bisa melihat kemesraan para kakak mereka. Hal tersebut membuat mereka berdua bosan dan Aziel memutuskan untuk membawa Zikri jalan-jalan malam.
"Kalian mau kemana," tanya Reno.
"Ingin jalan-jalan, kak minta uang," jawan Aziel.
__ADS_1
"Annisa dompet ku dimana," tanya Reno.
"Di kamar mas, aku ambil ya," jawab Annisa.
"Eh tidak perlu kakak ipar, aku bisa memakai uang ku sendiri," kata Aziel.
"Zikri uang mu masih ada kan," tangan Reno.
"Masih cukup kak," jawab Zikri.
"Ziel jangan pelit dengan nya, kau pasti punya banyak uang kan, berbagai dengan nya."
"Iya kak beres, aku yang mengajak nya, aku juga bertanggung jawab," kata Aziel.
Setelah mereka berdua pergi, Reno merasa sudah waktunya membawa Annisa terbang melayang. Dengan cepat Reno langsung membawa Annisa ke dalam kamar.
"Kami ingin tidur, ingat jika ingin tidur jangan satu kamar, David tidur di ruang tamu saja," ucap Reno.
Ucapan Reno menjadi pukulan sendiri bagi Kayla, Reno masih saja memperingatkan nya untuk tidak berlebihan meskipun sudah bertunangan. Tetapi apa yang ia lakukan saat ini sudah melebihi batas, mereka bukan hanya tidur bersama tetep sudah seperti sepasang suami-istri.
"Mas," ucap Annisa.
"Iya ada apa," tanya Reno.
"Aku merasa ada yang aneh dari Kayla," jawab Annisa.
"Maksud kamu bagaimana," tanya Reno.
"Ada yang aneh saja, kamu tidak merasakan nya?"
Reno mencoba berpikir sesaat, tetapi ia tidak merasakan keanehan apapun dari Kayla.
"Tidak ada Annisa, sudah jangan mengalihkan pembicaraan," ucap Reno.
"Siapa yang mengalihkan pembicaraan, bilang saja kamu sudah tidak tahan," kata Annisa.
"Annisa jangan membuat ku marah, kau tau kan jika aku marah bagaimana," ancam Reno.
"Hehehe iya iya, tapi jangan kasar. Itu mu anu mu itu besar sekali. Rasa nya sangat sakit, aku terkadang tidak tahan dengan rasa nya."
"Hahaha, aku janji akan melakukan nya dengan perlahan," ucap Reno sambil memberikan kecupan manis di wajah istri nya.
Zikri dan Aziel sedang berada di salah satu tempat wisata. Banyak orang sedang menghabiskan malam dengan bermain di tempat wisata itu.
"Ziel kau kalau sedang suntuk tidak ke sini," tanya Zikri.
"Aku sering ke sini, jika teman ku tidak mau, aku berangkat sendiri. Di sini juga ada wanita cantik, kau ingin berkenalan dengan nya?"
__ADS_1
"Apa boleh," tanya Zikri.
"Jelas boleh, dia sangat cantik," jawab Aziel.