Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Keburukan keluarga Annisa


__ADS_3

"Annisa, hey sudah sampai," ucap Reno.


"Annisa, hey kau punya kuping tidak. Kenapa saat tidur kau seperti mayat."


Karena Annisa tidak kunjung bangun, akhirnya Reno memutuskan untuk menggendongnya. "Ah kau berat juga, padahal tubuh mu kecil sekali," ucap Reno.


Hari juga sudah semakin larut, takutnya keluarga Annisa sudah tertidur dan tidak akan ada yang membukakan pintu untuk mereka berdua. Ketikan sudah sampai di depan pintu rumah, Reno mengetuk pintu dengan menggunakan siku nya, karena tangan nya memerangi penutup rambut kepala Annisa agar tidak terlepas.


"Permisi," ucap Reno dengan cukup keras.


Hardy ayah Annisa berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang berkunjung malam-malam begini. Tangan kanan nya memegang sebotol alkohol yang sudah ia habiskan separuh.


"Malam om, saya suami nya Annisa, apa ini benar rumah nya Annisa," tanya Reno.


Hardy menatap wajah Reno secara intens, mata nya sedikit kabur karena efek minuman alkohol yang ia minum.


"Annisa," ucap Hardy.


"Apa-apaan ini, minum alkohol seperti itu," batin Reno.


"Iya iya dia anak ku, oh masuk lah, kau suami nya," ucap Hardy.


Dengan sedikit sempoyongan Hardy membawa Annisa dan Reno berjalan ke kamar milik Annisa.


"Terima kasih om," ucap Reno sambil menutup pintu kamar Annisa. Ia sama sekali tidak suka dengan aroma tubuh Hardy yang sangat bau alkohol, belum lagi rumah Annisa yang sangat berantakan.


"Hanya kamar ini yang rapi," kata Reno sambil membawa Annisa ke atas ranjang.


Rumah Annisa sama sekali di luar ekspetasi Reno, ternyata Annisa memang bukan berasal dari keluarga yang kaya raya. Rumah Annisa tidak besar, dari depan sampai tengah memang berdinding batu tetapi dari kamar satu e kamar lainnya hanya di lapisi triplek tipis yang sudah mulai bolong. Hal itu membuat Reno merasa tidak nyaman, karena kamar mereka berada di tengah-tengah.


"Ranjang ini juga keras sekali, aku apa bisa tidur," batin Reno.


Hari semakin larut, Reno sama sekali tidak bisa tidur. Samar samar terdengar suara kegaduhan di luar kamar, Reno sangat penasaran, ia berjalan ke arah pintu untuk mengintip apa yang terjadi..


"Ini sudah gila," ucap Reno.


Reno melihat Hardy ayah Annisa bersama dengan seorang wanita. Dan wanita lainnya bersama dengan seorang pria berondong, jika di dengar dari pertengkaran nya wanita yang bersama berondong adalah ibu Annisa.


"Ini bukan hancur, tapi keluarga gila, panas saja istri ku seperti manusia banyak tekanan," batin Reno.


Suara pertengkaran semakin keras, hal itu membuat trauma Reno perlahan muncul kembali. Reno memegang kepala nya yang cukup pusing sambil berjalan ke arah ranjang.


"Ahkkkkk aku tidak mau," ucap Reno.

__ADS_1


Tiba-tiba suara pertengkaran Menghilang. Reno langsung menaikan kepala nya karena ia mulai kebingungan.


"Keluarga sialan, mereka membuat ku ingat semuanya," ucap Reno dengan pelan, ia takut mereka mendengar suaranya.


Beberapa menit kemudian terdengar suara yang sangat tidak asing di telinga nya. Dua kamar yang berbeda dengan suara yang sama.


"Annisa, tolong aku," ucap Reno tepat di telinga Annisa.


Tangan nya menggenggam erat tangan Annisa, mata nya berusaha ia pejamkan agar ia bisa cepat tidur. Perlahan Annisa membuka mata nya, telinga nya langsung mendengar suara yang hampir setiap hari ia dengar ketika menginap di rumah ini.


"Kenapa aku bisa tertidur dengan sangat pulas," batin Annisa.


"Mas," bisik Annisa.


"Annisa." Reno menaikan kapala nya.


"Ada earphone," tanya Annisa, saat ini mereka berdua hanya menggunakan suara yang kecil.


"Ada untuk apa," tanya kembali Reno.


"Maafkan keluarga ku mas, kamu pasti tidak nyaman dengan semua ini, beri saja earphone nya pada mu."


Reno mengambil earphone nya di dalam kantong dan menyerahkan nya pada Annisa. Ia tidak tau apa yang akan Annisa lakukan.


Annisa tersenyum saat Reno sudah tampak tenang, ia sangat malu pada suaminya karena keluarga nya yang benar-benar sangat menjijikkan, ia yakin setelah ini Reno akan semakin menghina nya.


"Kau bagaimana," tanya Reno.


"Aku tidak papa," jawab Annisa sambil menggelengkan kepala nya, karena pasti Reno tidak bisa mendengar suara nya.


Reno melepaskan satu earphone dari telinga kanan nya, ia juga menarik tubuh Annisa agar mereka berdua saling berhadapan, setelah itu Reno memasangkan satu earphone yang ia lepas tadi ke kuping Annisa. Reno memilih posisi ini karena menggunakan satu earphone sudah cukup.


"Terima kasih," ucap Annisa sambil tersenyum pada Reno.


Reno tidak mendengar apa yang di katakan Annisa, ia hanya membalas senyuman dari Annisa.


Pagi yang cerah telah datang setelah malam yang sangat buruk bagi Reno. Ia sudah menanamkan di otak nya jika ia tidak mau kembali ke rumah ini lagi.


"Mas bangun, ayah memanggil kita," ucap Annisa.


"Annisa kau menganggu tidur ku," kata Reno.


"Mas bangun, kamu lupa kita sedang dimana," tanya Annisa.

__ADS_1


"Oh iya aku lupa," Reno membuka mata nya lebar-lebar.


"Sudah ingatkan, kamu mau mandi tidak, akun aja memasakkan air panas."


"Aku ingin cuci muka saja, tidak perlu pakai air hangat," ucap Reno.


Setelah selesai mencuci muka dengan air yang sangat dingin, mereka berdua berjalan menuju ruang makan sederhana untuk sarapan pagi.


Dugaan Reno kemarin benar apa ada nya, satu pria berondong dan wanita sudah tidak ada, berarti ke dua orang di depan nya adalah mertua nya.


"Mah, yah perkenalkan ini suami ku," ucap Annisa.


"Selamat pagi," sapa Reno.


"Kau orang kaya," tanya Hardy.


"Aku bukan orang kaya pah, aku orang yang sederhana sama seperti kalian," jawab Reno.


"Kami miskin bukan sederhana," ucap Amel.


"Kau tau jika Annisa yang menghidupi keluarga ini," tanya Hardy.


"Ayah kita sarapan dulu ya," ucap Annisa.


"Diam Annisa, jika kau makan makan saja."


"Iya pah, saya tau," jawab Reno.


"Jadi kau tau kan apa yang seharusnya kau berikan pada kami," tanya Amel.


"Ayah aku tidak pernah...


"Diam Annisa, jangan ikut campur," bentak Amel.


"Maaf mah pah, saya tidak memikirkan nya, kalau boleh tau berapa banyak saya harus memberikan setiap bulan nya," tanya Reno.


"Annisa bisa nya memberikan 10 juta, kau sebagai suami nya seharusnya memberikan kami lebih dari itu," jawab Hardy.


"Apa 20 juta cukup," tanya Reno.


"Jika tidak membuat mu keberatan kenapa tidak."


Reno tau mertuanya sedang berbohong, Annisa hanyalah penjaga perpustakaan mana mungkin gaji nya sampai 10 juta setiap bulan nya.

__ADS_1


__ADS_2