
"Sayang kamu dimana," tanya Kayla.
"Aku di perjalanan pulang," jawab David.
"Bawakan aku makanan," ucap Kayla.
"Iya aku sudah membeli nya, kamu tunggu di apartemen ya," kata David.
Sesampainya di apartemen David langsung masuk ke dalam. Ia melihat Kayla sudah duduk di depan televisi dengan pakaian rumahan.
"Kenapa kalau sudah menikah tidak semenarik dulu," batin David.
"Sayang, maafkan aku aku lama ya," kata David.
"Lama sekali," ucap Kayla.
"Hehehe maaf banyak pekerjaan sayang. Sudah kamu bayar orang yang membantu kamu tadi," tanya David.
"Lah kata nya kamu sudah membayarnya," jawab Kayla.
"Apa iya, mungkin saja iya, aku tidak ingat," kata David.
"Kamu tidak bertemu dengan nya," tanya Kayla.
"Iya aku bertemu dengan nya, sudah ayo makan aku lapar," jawab David.
"Kamu belum makan juga, pasti kamu sangat lelah, jangan bekerja terlalu keras," kata Kayla.
"Demi kamu aku akan melakukan apapun sayang," ucap David sambil mengecup bibir istri nya. Bibir manis Kayla benar-benar tidak ada tandingan nya.
"Sayang aku membawa kan testpack untuk mu kamu bisa mencoba nya," kata David.
"Aku sudah membelinya tadi, dan aku belum hamil," ucap Kayla.
"Kenapa begitu ya, aku selalu keluar di dalam," kata David.
__ADS_1
"Belum waktu nya saja sayang kak Reno dan kak Annisa saja belum mendapatkan anak," ucap Kayla.
"Iya juga ya, padahal mereka dulu kan baru kita," kata David.
"Itu lah, kamu sabar saja, secepatnya kita akan mempunyai anak," ucap Kayla.
Kayla membuka handphone nya saat mendapatkan beberapa notifikasi, ia terkejut saat tau Annisa sudah hamil anak pertama.
"Ralat sayang, Annisa sudah hamil," kata Kayla.
"Apa sudah hamil," ucap David.
"Kamu tanya bagaimana cara nya agar cepat hamil, aku mandi dulu," kata David.
"Annisa." Kayla mengirimkan pesan pada Annisa.
"Iya Kayla ada apa."
"Selamat ya atas kehamilan mu. Hmmm kamu ada tips agar aku cepat nyusul. Gaya apa yang di pakai, atau berapa lama," tanya Kayla.
"Berapa lama," tanya Kayla.
"2-3 jam," jawab Annisa.
Kayla terkejut membaca pesan itu. Diri nya dengan David saja tidak pernah sampai selama itu.
"Aku rasa paling lama 30 menit."
Malam hari nya, Rara dan keluarga nya sudah pulang ke dari rumah Iqbaal. Aziel bernafas lega karena ia bisa bebas dari manusia yang paling ia benci itu. Malam ini semua orang berkumpul di ruang keluarga karena Reno ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting.
"Ada apa Ren," tanya Iqbaal.
"Abang, tadi kata abang Harry akan punya adik," tanya Harry sambil duduk di pangkuan abang nya.
"Kau mau wanita atau pria," tanya Iqbaal.
__ADS_1
"Yang bisa bermain dengan ku," jawab Harry.
"Reno istri mu hamil," tanya Bima.
"Iya yah, istri ku hamil," jawab Reno.
"Wah, kau benar-benar bekerja keras Ren. Selamat Reno, akhirnya keinginan mu memiliki anak terjadi juga," ujar Daddy.
"Selamat Reno Annisa, pas sekali ada aku dan paman mu disini," kata Kia.
"Iya aunty, Terima kasih."
"Bagaimana apa kembar," tanya Fahri.
"Paman mana aku tau, kami belum ke dokter, baru saja memakai testpack," jawab Reno.
"Ziel," ucap Iqbaal.
"Iya dad, ada apa," tanya Reno.
"Kau tidak usah kembali ke Australia, kau akan langsung belajar bisnis saja dengan ku," kata Iqbaal.
"Daddy aku tidak mau, aku baru beberapa bulan di sana, 2 tahun lagi, aku tidak mau," ucap Aziel.
"Sayang Aziel sudah bekerja keras untuk masuk ke sana, jangan membuat nya seperti ini," ujar Alya.
"Aku akan memberikan waktu 2 tahun asalkan kakak mu mau menggantikan mu sementara di kantor," ucap Iqbaal.
"Kakak mau ya, aku masih ingin sekolah," kata Aziel.
"Aku harus apa dad," tanya Reno.
"Mau atau tidak," tanya Iqbaal.
"Ya sudah dari pada sekolah Aziel terputus," jawab Reno.
__ADS_1
"Bagus itu jawaban yang aku mau," kata Iqbaal.