
Reynald tersenyum pada Kayla, apa yang di katakan Kayla benar apa ada nya. Ia tidak pernah berpikir bisa mencintai Kayla, hal yang tidak pernah ia pikirkan pada akhirnya terjadi juga.
"Kamu tau kamu wanita pertama yang bisa mengambil hati ku," ucap Reynald.
"Berbohong, tidak mungkin."
"Aku tidak berbohong sayang. Aku serius, jika aku mau aku bisa mencari wanita yang lebih dari mu, artis, model wanita seksi lainnya tapi ntalah kenapa hatiku malah tertuju pada mu, aku curiga Jangan-jangan kamu memakai pelet ya," kata Reynald.
"Pelet enak saja, aku tidak mungkin melakukan hal itu. Pertemuan kita yang intens membuat rasa di antara kita timbul," ucap Kayla.
"Tidak, kami memang wanita yang di ciptakan untuk ku."
"Hahaha iya iya, terserah kamu saja," kata Kayla.
Tangan Reynald bergerak menodong ke arah Kayla. Ia ingin meminta rokoknya karena mulut nya sudah terasa tidak enak.
"Apa mas," tanya Kayla.
"Rokok ku," jawab Reynald.
"Aku pikir kamu sudah lupa," ucap Kayla sambil memberikan rokok elektrik milik Reynald.
"Mas kata google agar kamu bisa melupakan rokok, kamu harus banyak ngemil atau ngemut permen," kata Kayla.
"Nanti lah, aku malas mampir terasa geli kalau berjalan tanpa celana d*lam." Sedari tangan Reynald terus membenarkan posisi junior nya yang ke sana sini.
"Hahaah berlari ke sana sini mas, milik mu terlalu besar. Tu tidak berdiri saja masih terlihat dengan jelas." Walapun sudah menjadi pasangan suami istri Kayla tetap malu saat melihat milik suami nya. Bahkan ia belum pernah melihat langsung milik Reynald saat bangun.
"Hahaha kamu mau," tanya Reynald.
"Tidak." Kayla langsung membuang arah wajahnya.
Sesampainya di rumah Reynald langsung menggendong Kayla masuk ke ke dalam, ia tidak membiarkan Kayla berjalan sendiri, pasti terasa tidak nyaman. Saat berjalan melewati ruang keluarga mereka berdua melihat Leo dan seorang wanita melihat ke arah mereka.
"Siapa dia mas," tanya Kayla.
"Wanita nya ayah ku, biasa lah," jawab Reynald.
Reynald langsung membawa ke kamar nya dari tatapan Leo pasti Leo marah pada nya. Bagaimana tidak ia meninggal kan pekerjaan nya satu hari penuh tanpa memberikan kabar ayah nya. Handphone nya ia matikan karena ia tidak mau di ganggu karena ayah nya.
__ADS_1
"Sayang aku ingin istirahat," kata Reynald sambil memeluk Kayla.
"Kamu tidak menjumpai ayah mu," tanya Kayla.
"Tidak ah, dia pasti sedang Bersenang-senang dengan teman wanita nya," jawab Reynald.
"Mas kamu tidak takut ayah terkena penyakit menular, lebih baik kamu minta ayah menikah lagi, itu lebih baik dari pada seperti ini," kata Kayla.
"Tidak mungkin aku saja tidak tau mamah ku kemana, kata ayah sudah meninggal tetapi ayah tidak pernah membawa ku ke makam nya. Aku yakin mamah masih ada, tapi ayah menyembunyikan dari ku. Untuk menikah lagi itu akan menyakiti wanita yang menjadi istri ayah nanti."
"Oh begitu, aku berharap ayah bisa berubah menjadi lebih baik lagi mas," kata Kayla.
"Iya sayang, pasti harapan kamu terkabulkan. Kamu saja bisa membuat aku berubah menjadi lebih baik," ucap Reynald.
Setelah menidurkan Kayla kembali. Reynald langsung masuk ke dalam ruang kerja nya, ia ingin menyelesaikan pekerjaan nya yang tertunda. Ia tidak mungkin mengerjakan nya besok karena pasti besok ada pekerjaan yang lebih padat dari sekarang.
"Bagus," ucap Leo.
"Jika untuk marah jangan masuk ke dalam ruangan ku," kata Reynald.
"Aku tidak marah, aku hanya heran dengan mu. Apa cinta bisa membuat mu seperti ini, kau benar-benar gila, kau meninggal pekerjaan mu hanya untuk menghabiskan waktu berdua dengan istri mu, dimana otak mu," tanya Leo.
"Hahaha aku rasa aku memang gila yah, aku saja tidak tau kenapa aku bisa seperti ini. Kayla benar-benar merubah ku menjadi pria lebih baik, Ku bersyukur dan senang dengan kehidupan ku saat ini," jawab Reynald.
"Hmmmm." gumam Reynald.
"Ayah," ucap Reynald.
"Ada apa lagi, kau masih mengganggap ku ayah mu," kata Leo.
"Menikah lah lagi, itu membuat mu menjadi lebih baik," ucap Reynald.
"Bulshit, itu hanya berlaku untuk pria bodoh seperti mu." Leo pergi meninggalkan ruangan kerja itu.
Di hotel sambil makan Zikri langsung menginterogasi Aziel. Ia sangat penasaran dengan Aziel yang bisa mencintai seseorang secara diam-diam.
"Bagaimana," tanya Zikri.
"Bagaimana apanya?"
__ADS_1
"Kau itu pintar, tampan, jago memasak dan kau hampir sempurna, bisa-bisa nya kau mencintai seseorang diam-diam seperti itu," tanya Zikri.
"Kau garis bawain hampir sempurna. Itu salah satu ke keruangan ku, aku tidak bisa mengatakan perasaan ku. Aku bodoh dalam menyampaikan perasaan ku," kata Aziel.
"Hadeh, aku tanya pada mu. Elisa seperti wanita pada umumnya. Dia cantik si tapi ada hal yang membuat mu suka dengan nya."
"Hahaha pasti lah, kau tidak boleh tau, cukup aku yang tau."
"Curang, jadi dia sudah mempunyai pacar sampai kau menangis saat pesta itu," tanya Zikri.
"Iya begitu lah. Aku melihat nya bersama dengan seorang pria. Tadi juga ada pria itu pasti itu pacar nya," jawab Aziel.
"Aziel bodoh, Aziel lemah," ucap Zikri.
"Terus saja kau menghina ku, aku tidak akan membawa mu jalan-jalan lagi."
"Hahaha jangan begitu lah, sudah aku tidak akan mengejek mu lagi," kata Zikri.
"Dan kau kenapa bisa bersama nya," tanya Aziel.
"Bersama dengan siapa?"
"Rara wanita bar bar itu," kata Aziel.
"Oh kami tadi sama-sama bosan dengan kegiatan di sana, jadi kami memutuskan untuk keluar dan bermain di pasar malam," ucap Zikri
"Oh aku pikir kau tidak suka bermain dengan nya, ternyata kalian berdua bisa bermain bersama juga ya," kata Aziel.
"Hahaha iya dari pada aku suntuk dan ternyata dia asik juga orang nya. Dia berbeda dengan wanita pada umumnya."
"Kau suka dengan nya," tanya Aziel.
"Aku suka dengan nya, itu hal yang mustahil, aku tidak mungkin suka dengan nya. Hmmm kau bertanya seperti itu, Jangan-jangan...
"Tidak aku tidak cemburu aku tidak suka dengan nya," kata Aziel.
"Aku tidak ada mengatakan hal itu kok, kenapa kau langsung ke sana, jangan-jangan kau benar-benar."
"Tidak jangan membuat ku kesal," kata Aziel.
__ADS_1
"Hahaha jangan marah kau mudah sekali marah," ucap Zikri.
"Dimana pacar yang sering kau minta jatah itu," tanya Aziel.