
Malam pertama Aziel dan Dinda ada di bab sebelum nya...
..
..
"Ciie yang sakit hati," ucap Dinda.
"Ciee yang tak bisa lepas dari ku." Aziel menarik Dinda dan menempelkan tubuh istri nya ke tubuh nya.
"Maksudnya," tanya Dinda.
"Benih ku sudah berkembang di dalam rahim mu, dan mulai sekarang kanu menjadi istri ku sesungguhnya. Aku tak akan melepaskan mu, ya walaupun aku belum yakin dengan perasaan ku, aku rasa memang kamu jodoh ku, aku yakin cinta akan datang seiring berjalan nya waktu."
"Kalau aku tak mau dengan mu," tanya Dinda.
"Aku tak peduli, aku tak akan melepaskan mu, kamu milik ku sayang."
Dinda hanya diam, ia tak tau apa yang terjadi pada nya selanjutnya. Jika memang ia dan Aziel memang berjodoh, sudah pasti ia akan melepaskan semua rencana nya. Ia tak ingin kehilangan Aziel yang ke dua kali nya. Jujur pria ini sudah memikat hati nya kembali.
Mereka pun pergi meninggalkan hotel. Dinda masih belum merasa nyaman jalan terlalu jauh, bagian intinya memang terasa cukup perih. Ia yakin pasti saat ini ia tak akan bebas lagi, setiap malam Aziel pasti akan meminta jatah pada nya.
"Sakit, aku gendong ya," ucap Aziel.
"Tak usah, jangan sok romantis pada ku," kata Dinda.
"Hahaha kamu kenapa si sayang, kalau kurang bilang pada ku," ucap Aziel.
"Kurang dari mana, aku tak mau ya setiap malam. Satu minggu sekali," kata Dinda sambil masuk ke mobil.
"What,, satu minggu sekali, aku tak bisa hanya satu minggu sekali. Tiga kali sehari sehari akan aku lakukan," kata Aziel.
Aziel pun juga masuk ke dalam mobil.
"Pakai dulu." Aziel memasangkan sabuk pengaman milik Dinda.
"Besar ya," ucap Aziel.
"Semakin besar karena mu," kata Dinda.
__ADS_1
"Hahaha begitu, ya sudah aku sedot saja agar tidak besar."
"Sayang ayo lah pulang, aku ingin berganti baju."
"Iya iya jangan bawel."
Sesampainya di rumah Aziel tak ikut negeri masuk ke dalam kamar. Ia bertemu dengan Zikri untuk membahas masalah nya dengan Lisa. Sedari dulu Zikri tempat nya curhat, Zikri juga menjadi saksi bisu hubungan nya dengan Lisa. Dan sekarang Zikri harus tau semuanya, Zikri juga yang membuat nya dekat dengan Lisa.
"Hey kau dari mana saja, aku pikir kau sudah ke Jepang."
"Aku menginap di hotel, malam pertama ku," kata Aziel.
"Anjay malam. pertama, berhasil ni dong," tanya Zikri.
"Sangat berhasil dong,, hahaha aku sangat puas, dia masih perawan."
"Wah wah wah, terus Lisa bagaimana? kau jangan macam macam, sudah melubangi istri mu. Tapi aku rasa kau akan mencintai Dinda si."
"Aku tak akan lanjut dengan Lisa. Kau tau Lisa selingkuh dengan pria lain, dia sangat menjijikkan Zikri, aku melihat nya secara langsung dia berhubungan badan dengan pria bule. Ya aku tau ukuran pria itu pasti lebih besar dari milik ku, tapi tak seharusnya dia seperti itu. Aku sudah berjuang untuk nya, melawan orang tua ku untuk nya, mempermainkan pernikahan ku untuk nya. Tapi tak seharusnya dia seperti itu pada ku, itu sangat menyakitkan untuk ku. Aku tak sanggup seperti ini dengan nya, aku tak akan mau menjalin hubungan dengan nya," jelas Aziel.
"Lah begitu, ya sudah dengan Dinda saja. Belum satu bulan aku yakin dia sudah hamil anak mu," kata Zikri dengan santai nya. Sejujurnya ia tak heran lagi, memang ia sudah banyak mendengar informasi jika Lisa memang seperti itu.
"Kau ya, tak ada respek nya pada ku. Tapi sudah lah, aku rasa aku akan bahagia dengan istri ku sekarang, istri ku sekarang sudah tak berkacamata lagi, cantik nya luar biasa. Agresif lagi," kata Aziel.
"Hmmm tak juga. Awal nya memang ia tangan nya aktif sana sini, tapi ketika sudah menerima meriam ku hanya bisa diam."
"Sadar woy, milik mu besar. Jangan kau pikir dia tak boleh butuh penyesuaian," kata Zikri.
"Lalu bagaimana pacar mu?"
"Putus," kata Zikri.
"Ha kenapa???"
"Aku ketauan selingkuh," kata Zikri.
"Hahaha bodoh, kau tak cocok jadi buaya darat," ucap Aziel.
"Kau benar, aku sudah nyaman dengan ke dua nya, terus aku jalan dengan salah satu dari mereka, dan ternyata satu nya lagi mengikuti ku. Kami bertengkar dan ke dua nya memutuskan ku," jelas Zikri.
__ADS_1
"Sangat menyedihkan, nanti juga kau mendapatkan yang baru, sekarang begini saja, kau fokus dengan pekerjaan mu, urus restoran ku dengan baik. Nanti juga akan jadi milik mu, cepat atau lambat aku akan di panggil ke Indonesia."
"Kau bukan saudara kandung mu, tapi kau sangat baik sekali," ucap Zikri.
"Hahaha kan sudah seharusnya begitu, kita sudah lama bersama di sini, susah senang sudah kita lalu bersama, kau sudah aku anggap benar-benar adik kandung ku. Aku sangat menyayangi mu, aku ingin yang terbaik untuk mu," kata Aziel.
"Makasih untuk selama ini, kau mengantikan orang tua ku di sini, kau selalu memperhatikan ku, menanyakan kabar ku. Jika tak bersama mu di sini, mungkin aku sudah tak akan betah Aziel. Kita sudah 7 tahun lebih hidup di sini, tak ada satupun kebaikan mu yang aku lupakan."
Zikri langsung memeluk Aziel. Aziel bahkan ia rasa lebih perhatian dari abang kandung nya Reno. Ia tak akan bisa hidup di negara orang jika bukan karena Aziel. Ya meskipun begitu bukan berarti mereka tak pernah bertengkar, selisih paham pasti terjadi. Tetapi mereka berdua selalu bisa menyelesaikan semua nya dengan baik.
"Aku pikir setelah menikah kau akan mencampakkan ku, itu sebabnya selama pernikahan mu aku pergi berlibur, aku memikirkan hal itu," kata Zikri.
"Bodoh, istri ku ya istri ku. Kau ya kau, tak ada yang menggantikan mu sebagai adik ku," ucap Aziel.
"Ya sudah lah, aku ingin berganti pakaian, malam nanti ikut lah berbelanja dengan kami," kata Aziel.
"Maaf aku harus ke kampus untuk acara besok," tolak Zikri.
"Hadeh ya sudah, uang mu masih ada?"
"Masih ayah dan bang Reno baru mengirimkan uang pada ku. Tapi kalau mau ngirim ya aku Terima," ucap Zikri.
"200 saja ya," kata Aziel.
"Hahaha itu sangat cukup, kirim lah, aku ingin membeli perlengkapan untuk acara besok. Aku akan menjadi yang terbaik besok," ucap Zikri.
"Mata duit." Aziel mengambil handphone nya dan langsung mengirimkan uang pada rekening Zikri.
"Ziel tambah, aku melupakan sesuatu."
"Apa lagi," tanya Zikri.
"Aku menyewa kapal pesiar untuk pesta kelulusan. Aku...
"Dasar ya, 300 cukup," tanya Aziel.
"Hmmmm....
"1 M."
__ADS_1
Aziel menghubungi orang nya untuk mengirimkan pada Zikri, ia tak bisa mengirim langsung pada Zikri jika nominalnya terlalu banyak..
"Nah itu makasih, aku akan menggantinya Dari pada kau kirim ke Lisa," ucap Zikri