
Mau tak mah Lisa pergi meninggalkan rumah itu, ia sangat kesan dengan Aziel telah menghalangi nya. Padahal ini keselamatan besar nya untuk kembali dengan Aziel. Lisa tak ingin menyerah begitu saja, ia akan mengambil Aziel kembali dari Dinda bagaimana pun caranya.
Malam hari nya, sempet yang sudah mereka rencanakan. Aziel dan Dinda kembali keluar rumah untuk berbelanja, Aziel ingin membahagiakan istri nya malam ini. Ia yakin Dinda sama seperti wanita pada umum nya yang sangat suka dengan kemewahan.
"Dior," ucap Dinda.
"Iya aku ingin membeli parfum," kata Aziel.
"Parfum orang kaya berbeda ya, aku saja hanya memakai parfum minimarket," ucap Dinda.
"Apakah itu benar tapi kamu sangat wangi loh," kata Aziel.
"Hahaha ada rahasia nya, rahasia nya saat mandi. Sudah itu urusan wanita," ucap Dinda.
Mereka berdua masuk ke dalam toko itu, Aziel langsung mengambil beberapa parfum yang biasa ia pakai. Dinda hanya bisa melongok melihat Aziel mengambil semuanya tanpa melihat harga. Satu parfum saja sudah seperti uang jajan nya selama sebulan. Memang kalau belanja dengan orang kaya sangat berbeda.
"Ini parfum wanita sayang, mau beli," tanya Aziel.
"Harga nya mas, lihat aku tak sanggup," jawab Dinda.
"Lah yang beli saja aku, kenapa kamu yang tak sanggup," ucap Aziel.
"Tapi kan...
"Ssttt diam lah, memberi wanita ****** saja aku tak masalah apalagi memberikan pada mu, aku sama sekali tidak keberatan sayang," kata Aziel.
Aziel mengambil beberapa parfum wanita, ia menciumnya untuk mengetahui aroma parfum itu Ada satu parfum yang membuat nya terbayang akan sesuatu hal, ia sangat suka dan sangat cocok di pakai Dinda ketika tidur dengan nya.
"Ambil ini, ini dan ini."
"Sayang, ini terlalu banyak..."
"Jangan membuat ku malu," kata Aziel.
"Biar saja mereka tak mengerti bahasa kita," ucap Dinda.
"Sudah ambil saja, yang ini pakai saat tidur oke," kata Aziel.
Setelah puas membeli parfum. Aziel dan Dinda masih belum keluar dari sana, Aziel membawa ke tempat pakaian dan barang barang mewah lainnya.
"Sayang, aku pakai ini bagus tak," tanya Aziel.
"Bagus, kamu pakai apa saja bagus, tapi lihat harga nya mas," jawab Dinda.
"Bungkus." Aziel memberikan pakaian itu kepada pelayan toko yang mengikuti mereka berdua.
Dompet, ikat pinggang, pakai, jam tangan semua nya serba Dior. Untuk acara besok Aziel ingin memakai serba Dior.
Setelah puas Aziel membawa Dinda ke toko yang lebih kewanitaan. Nah di sana baru lah Aziel mempersilahkan untuk Dinda mengambil semua nya yang Dinda mau.
__ADS_1
"Sayang tas itu bagus," ucap Aziel.
"Tidak," tolak Dinda.
"Itu.."
"Tidak..."
"Itu...."
"Tidak....."
"Kamu bagaimana si semuanya tidak, kamu tak suka berbelanja," tanya Aziel.
"Hehehe mahal sayang, kenapa kamu memaksa ku," jawab Dinda.
"Bukan begitu, mantan mantan ku semuanya mau saja aku tawarin, mereka suka belanja. Tapi kamu sedikitpun kamu tak mengambil apapun," kata Aziel.
"Hahaha iya aku ambil satu jangan marah lah," ucap Dinda.
"Itu saja ya."
"Satu saja," tanya Aziel.
"Iya sayang, kamu baik sekali si," jawab Dinda.
Dari pada mereka bertengkar hanya karena belanja. Aziel meminta seseorang untuk membelikan semua hal yang wanita butuhkan. Ia tak akan lagi membawa Dinda ke toko seperti itu lagi.
"Tak u untuk apa aku ngambek," jawab Aziel.
"Masss...."
"Apaan??"
"Rumah hantu," ucap Dinda.
"Jangan aneh aneh, aku tak mau masuk," kata Aziel.
"Ha.. Kamu takut ya," tanya Dinda.
"Aku takut?? Ya tidak lah, untuk apa aku takut," Jawab Aziel.
"Hahaha begitu, ya sudah ayo. Ayo sayang..." Dinda menarik paksa ke tempat itu.
Mau tak mau Aziel ikut saja kemana istri nya membawa nya. Memang ia cukup takut untuk masuk ke dalam, menurut Aziel hal yang paling aneh orang lakukan adalah masuk ke rumah hantu padahal mereka sendiri takut pada hantu.
"Hantu Australia bagaimana ya," ucap Dinda.
Mereka berdua pun membeli tiket dan masuk ke dalam sana. Aziel tetap memasang wajah cool nya walaupun sebenarnya ia mulai takut. Apalagi suasana di dalam sana benar-benar sangat menyeramkan.
__ADS_1
"Sayang malam ini jatah," bisik Aziel.
"Akan aku berikan jika kamu berani keluar sendiri," kata Dinda.
"Terus kamu bagaimana," tanya Aziel.
"Aku tak jadi masuk, ini sangat menyeramkan." Dinda langsung berlari kembali dari sana meninggalkan Aziel sendiri.
"Ayo Aziel demi jatah, demi jatah yang sangat enak." Aziel maju ke depan menerobos semua nya.
Otak Aziel hanya jatah dan jatah, walaupun memang menyeramkan Aziel tak memperdulikan semua hantu hantu yang berusaha menakuti nya. Tetapi hal itu tidak membuat hantu hantu itu menyerah, mereka membuat kejutan yang membuat Aziel terkejut bukan main.
"Aahkkkkkk..." Teriak Aziel dengan sangat kencang.
Karena terlalu terkejut Aziel sampai jatuh pingsan. Hal itu membuat petugas harus mengeluarkan Aziel dari wahana itu.
Senyap senyap Aziel mendengar suara Dinda. Ia membuka mata nya secara perlahan, saat melihat sekitar nya ia sudah berada di kamar nya. Dinda lega akhirnya Aziel sadar dari pingsan nya. Ia tak bisa membayangkan suaminya ini tak bernyawa karena hal sepele.
"Sayang aku sudah di rumah," ucap Aziel.
"Hmmm dan lihat di samping mu itu, barang belanjaan mu semua," kata Dinda.
"Hadeh aku sangat malu, kenapa bisa aku pingsan," ucap Aziel.
"Dasar penakut."
"Maafkan aku sayang, aku terkejut," kata Aziel.
"Tak ada jatah selama satu bulan," ucap Dinda.
"Ha mana ada begitu," rengek Aziel.
"Ada lah, itu kamu lihat banyak sekali belanjaan mu," ucap Dinda.
"Hahaha ini bukan hanya milik ku, yang Dior saja milik ku." Aziel memilih belanjaan nya dan memberikan sisa nya pada Dinda.
"Banyak sekali tapi tadi hanya parfum dan satu tas," kata Dinda.
"Ambil saja lah, kamu diberikan istri mu pun banyak sekali tingkah nya," ucap Aziel.
Satu persatu paperback itu Dinda buka, dari tas, dompet, gaun, alat make up. Semuanya Aziel belikan untuk Dinda. Jika tak seperti ini tak mungkin Dinda mau membeli nya.
"Kamu baik sekali si, jadi sayang." Dinda memeluk Aziel dengan erat.
"Kamu milik ku sayang, tak ada yang boleh mengambil ku, kemewahan ini adalah hal yang wajib aku berikan pada mu," ucap Aziel.
"Manis nya bibir istri ku.." Dinda mencium wajah Aziel berkali kali.
"Mau mencapai surga dunia bersama ku sayang," tanya Aziel.
__ADS_1
"Menjadi kehormatan untuk ku melayani suami tampan ku," jawab Dinda.
"Aku ingin di balkon." Aziel membawa Dinda ke balkon kamar nya, ia sangat suka berada di Aoutdor yang memberikan sesuatu yang berbeda.