
Setelah menyelesaikan semua kegiatan nya Reno dan Annisa langsung pulang ke rumah. mereka ingin istirahat sejenak sebelum kembali pergi ke rumah Bima. Saat berjalan masuk ke dalam kamar Harry berjalan mendekati Reno, dengan cepat ia melompat naik ke atas tubuh abang nya.
"Kau kebiasaan sekali ya, kalau jatuh bagaimana," ucap Reno.
"Tidak akan bang, abang ayo membuka hadiah dari abang," kata Harry.
"Tidak Harry abang harus istirahat, besok saja ya," ucap Reno.
"Tidak mau abang, Harry mau sekarang saja," kata Harry.
"Ya sudah ayo sekarang kita membuka hadiah mu, apa belum kau buka semua," tanya Reno.
"Belum Hadiah nya terlalu banyak, belum bisa terbuka semua," jawab Harry.
"Hahaha kau suka kan dengan hadiah yang sangat banyak," tanya Reno.
"Suka sekali, terimakasih abang," jawab Harry.
Reno membawa Harry ke dalam ruang mainan. Reno sampai melongo melihat begitu banyak mainan adik nya. Ruangan 20X15 meter penuh dengan mainannya semua, tetapi semua mainan itu tersusun dengan sangat rapi, ia yakin bukan bocah ini yang merapihkan semua nya.
"Harry apa bisa kau bermain semua mainan yang kau punya," tanya Reno.
"Tidak bisa," jawab Harry.
"Terus kenapa masih membeli banyak mainan," tanya Reno.
"Sudah bosan, tidak enak di mainkan lagi," jawab Harry.
"Kalau begitu mainan yang sudah bosan boleh di sumbangkan," tanya Reno.
"Apa itu seimbangkan," tanya Harry.
"Di berikan untuk orang lain, kau kan sudah tidak suka.
"Boleh, yang di sana tidak mau lagi," kata Harry.
"Abang lihat dulu ya, kau buka saja semua paperback itu," ucap Reno.
Lagi dan lagi Reno terkejut melihat mainan yang masih banyak yang belum Harry buka. Reno rasa Harry hanya suka membeli mainan baru dan tidak terlalu suka memainkan nya. Ia hanya memainkan mainan yang benar-benar menempel di hatinya.
"Kau yakin tidak suka lagi," tanya Harry.
"Iya tidak suka lagi," jawab Harry.
"Oke," ucap Reno.
__ADS_1
Reno meminta pelayan memasukkan semua mainan yang tidak Harry suka ke dalam kardus, ia akan membawa mainan itu ke beberapa panti asuhan.
"Nanti ikut abang ya," ucap Reno.
"Kemana," tanya Harry.
"Kita menyumbangkan semua mainan yang Harry tidak suka ke panti," jawab Reno.
"Beli mainan," tanya Harry.
"Hey kita akan mengurangi nya kau malah menambah nya lagi, dasar."
"Tidak ada mainan tidak ikut," ucap Harry.
"Hadeh iya iya kau bisa membeli mainan lagi," kata Reno.
Reno menghubungi ayah nya kalau ia tidak jadi berkunjung hari ini. Ia akan berkunjung ke rumah ayah nya besok pagi.
"Kenapa tidak jadi," tanya Bima.
"Aku harus ke panti ya, jadi aku tidak bisa pergi. Aku minta maaf ya," jawab Reno.
"Oh tidak papa, tapi besok kau harus sudah ada di sini, Zikri sudah merindukan mu. Dan siapa nama teman baru nya itu, dia kata teman nya itu sangat baik pada nya."
"Dia adik ku yah, nama nya Aziel di Australia mereka berdua memang sangat dekat. Aku akan membawa nya juga besok," kata Reno.
"Iya yah, aku akan menginap satu hari, ya sudah aku putus kan dulu ya. Sampai jumpa besok, sampaikan salam ku untuk Mamah dan yang lainnya," kata Reno.
"Iya ren, nanti akan ayah sampai kan," ucap Bima.
Beberapa mainan yang tidak Harry suka sudah masuk ke dalam kardus, total semuanya sekitar 15 kardus besar. Dan itu tidak sampai seperempat total mainan yang Harry punya. Reno ingin mengemas semua mainan yang Harry tidak suka tetapi mereka kehabisan kardus, lagi pula Reno bingung harus membawa semua mainan itu pakai apa.
Reno membagi 15 kardus itu ke 3 panti asuhan terdekat, jadi setiap panti mendapatkan 5 kardus mainan. Dan tentu saja Reno tidak hanya membawa mainan saja orang suruhannya juga sudah membeli berbagai macam kebutuhan pokok.
"Ayo Harry," ucap Reno.
"Ayo." Harry membawa satu mainan yang sangat ia suka.
Bukan hanya Harry, Reno juga membawa Aziel dan Kayla. Ia ingin mengajarkan pada semua adiknya untuk berbuat baik, seperti bersedekah. Kayla sangat salut dengan perubahan yang Reno alami, ia yakin Annisa memang wanita terbaik untuk Reno.
"Kak aku sangat bangga pada mu," ucap Kayla.
"Iya kak kau sudah jauh berubah menjadi lebih baik," ujar Aziel.
"Hahaha apa yang berubah dari ku, aku merasa aku sama saja, aku masih Reno yang tampan," kata Reno dengan sangat percaya diri.
__ADS_1
"Fisik mu memang tidak berubah, kau memang Reno yang sangat tampan tapi sifat mu berubah jauh lebih baik, aku sangat bangga pada mu," kata Aziel.
"Abang tidak tampan," kata Harry.
"Apa kata mu, abang tida tampan," tanya Reno.
"Iya abang tidak tampan, yang tampan itu Harry. Kata daddy Harry anak daddy yang paling tampan."
"Hahaha iya bocah, jika aku yang kau katakan begitu aku akan menyeleding mu," kata Aziel.
"Kau sangat tampan dan sangat suka membeli mainan, kita tidak beli mainan ya," ucap Reno.
"Ahkkk tidak mau, Harry mau mainan," teriak Harry yang membuat semua orang tertawa.
"Hahahaha iya iya, kita membeli mainan," jawab Reno.
Sesampainya di panti asuhan mereka semua langsung mengeluarkan semua barang-barang yang mereka bawa. Selagi semua barang di keluar kan sambil menggendong Harry Reno masuk ke dalam untuk bertemu pemilik panti.
"Wah Terima kasih mas. Dari keluarga Winarta ya?"
"Iya benar, kenapa anda tau," tanya Reno.
"Keluarga Winarta memang sudah sangat sering menyumbangkan sembako dan uang. Tapi baru kali ini menyumbangkan mainan, saya sangat senang melihat anak-anak panti bermain dengan mainan baru."
"Oh begitu. Jadi keluarga saya juga sudah sering menyumbang," kata Reno.
"Harry sana bergabung dengan yang lainnya," ucap Reno.
"Tidak mau," Harry memeluk Reno dengan sangat erat, ia memang tidak suka dengan orang baru.
"Ya sudah ayo sama abang," ucap Reno sambil mendekati anak-anak yang sedang memilih mainan.
Harry mulai berani turun dari gendongan Reno saat mainan nya di mainkan dengan orang lain.
"Mainan Harry," ucap Harry.
"Tidak sayang, itu bukan milik Harry lagi. Harry kan tidak suka jadi mainan nya di pakai oleh mereka semua," kata Reno.
Satu anak pria mendekati Harry, ia sangat tertarik dengan mainan Harry pegang, anak kecil itu ingin meminjam nya tetapi ia tidak berani dan hanya berhenti di depan Harry.
"Kamu berkenalan dengan Harry," tanya Reno.
"Boleh pinjam," tanya anak pria itu.
"Harry apa boleh di pinjam," tanya Reno.
__ADS_1
Harry mendekati Aziel, ia sangat tidak suka di dekati oleh orang baru. Tetapi saat melihat ekspresi anak itu berubah menjadi sedih Harry mendekati kembali anak laki-laki itu.
"Untuk mu," ucap Harry sambil memberikan mainan kesayangan nya.