Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Kakak


__ADS_3

"Ziel dia sangat cantik," ucap Zikri.


"Dia asli orang sini, tapi dia pernah tinggal di Indonesia jadi dia bisa berbahasa Indonesia," kata Aziel.


"Ziel panggil dia ke sini, aku ingin berkenalan dengan nya," ucap Zikri.


"Jennie," teriak Aziel.


Jennie melihat ke arah Aziel dan Zikri. Sambil tersenyum Jennie berjalan mendekati mereka berdua.


"Apa kabar," tanya Jennie sambil mencium wajah Aziel.


"Aku sangat baik," jawab Azeil.


"Kau semakin tampan saja, kau masih tidak mau menjadi pacar mu," tanya Jennie.


"Jennie, jangan aneh-aneh. Oh iya ini perkenalkan adik dari kakak ku."


"Halo, Zikri," ucap nya sambil tersenyum pada Jennie.


"Handsome, aku Jennie." Ia juga mencium kedua wajah Zikri.


Zikri diam membantu saat mendapatkan ciuman itu. Ini pertama kali nya dia di cium oleh wanita, senang sudah pasti karena ia di cium wanita yang sangat cantik.


"Kamu tidak papa," tanya Jennie.


"I'm okay," jawab Zikri.


"Hahaha wajah mu sangat lucu Zikri. Jennie aku pesan minuman non alkohol," ucap Aziel.


"Siap tuan tampan." Jennie pergi meninggalkan Aziel dan Zikri untuk membuat minuman untuk mereka berdua.



#Melbourne Australia#


"Aku di cium oleh nya," ucap Zikri yang menunjukkan wajah yang sangat senang.


"Hahaha iya, dia hanya mencium pria tampan dan menarik untuk nya, berarti kau termasuk pria itu," kata Aziel.


"Ziel jadi kan pacar saja, kau tidak akan malu memiliki pacar seperti dia," ucap Zikri.


"Aku ada satu wanita yang aku suka, wanita itu lebih menarik dari Jennie," kata Aziel.


"Apa benar, aku yakin wanita itu sangat sempurna. Wanita secantik Jennie saja tidak membuat mu berpaling," ucap Zikri.


"Hahaha devisi cantik setiap orang berbeda Zikri, aku tidak hanya melihat wajah nya tapi aku juga melihat isi hati nya, sudah jangan membahasnya hal itu membuat ku semakin merindukan nya."

__ADS_1


"Ajak aku bertemu dengan nya," ucap Zikri.


"Tidak dia sedang kembali ke Indonesia," kata Aziel.


"Zikri bagaimana mungkin aku bisa membawa mu bertemu dengan nya, aku saja tidak berani menemui nya langsung," batin Aziel.


"Zeil ada apa dengan mu," tanya Zikri.


"Tidak ada, lama sekali Jennie, aku sudah haus," jawab Aziel.


"Melihat mu di sini, aku jadi ingin kuliah di luar negeri," kata Zikri.


"Jadi kau belum kuliah," tanya Aziel.


"Belum, aku masih kelas 3 SMA, aku ingin seperti mu tapi aku ragu dengan Nilai ku," jawab Zikri.


"Nilai memang penting tapi ada yang lebih penting, yaitu uang. Hahaha iya uang sangat penting. Tapi kau jangan khawatir kak Reno akan membiayai mu jika kau benar-benar ingin serius."


"Tuan tuan kecil ku, sudah jangan membahas masalah pendidikan jika sedang hangout. Lebih baik membahas masa depan bersama ku," kata Jennie.


"Jennie, kau hanya memberikan ku minum, mana makanan ringan dan untuk ku," ucap Aziel.


"Kau tidak meminta nya Aziel, kau membuat ku bekerja dua kali," kata Jennie.


"Hahaha Jennie, aku ingin makanan yang manis," ucap Zikri.


Beberapa jam setelah itu, pertempuran sengit belum berakhir. Reno masih memimpin pertandingan meskipun Annisa sudah lemas gemetaran. Pertandingan kali ini tidak seperti sebelumnya, ntah kenapa Reno lebih bringas dari sebelumnya.


"Mas, hmmm aku tidak tahan," ucap Annisa.


Reno kembali memposisikan Annisa agar Annisa lebih nyaman lagi. Ia belum mau mengakhiri nya karena ia masih belum puas menanamkan benih nya.


"Sayang, sebentar lagi," ucap Reno.


Aziel dan Zikri sudah kembali pulang ke apartemen, mereka tidak mungkin pulang lebih malam lagi karena takut Reno marah. Kamar mereka berdua berdampingan dengan kamar Reno, saat melewati depan kamar itu mata Zikri dan Aziel terbelalak saat mendengar suara yang sangat asing di telinga mereka.


"Sakit," ucap Annisa.


"Tahan sayang," kata Reno.


"Kakak seganas itu," ucap Zikri.


"Suara hentakan itu sangat keras, milik kakak sangat besar bagaimana dia bisa masuk ke dalam. Ahkkk otak ku kotor." Aziel langsung masuk kedalam kamar nya.


"Aziel, aku masih ingin mendengar nya," kata Zikri yang terpaksa ikut masuk ke dalam kamar.


"Kenapa kau masuk kemar," tanya Zikri.

__ADS_1


"Aku tidak bisa membayangkan nya. Aku pernah melihat milik kakak, masih tidur saja sudah besar apalagi jika bangun. Otak ku jadi kotor," jawab Aziel.


"Hahaha tidak papa, besok kita tanyakan pada kakak," kata Zikri.


"Jangan gila Zikri, bisa di gampar kakak kita kalau berani menanyakan hal itu."


"Hahaha kita bertanya nya dengan nada bercanda, sudah serahkan pada ku," kata Zikri.


"Hadeh terserah mu, aku mau mandi dulu," ucap Aziel.


"Malam-malam mandi, apa tidak dingin," batin Zikri.


Setelah berjam-jam lama nya, akhirnya Reno sudah selesai menanamkan benih nya. Benih yang sangat banyak agar cepat jadi menjadi Reno junior yang mengemaskan. Reno benar-benar segera ingin membuat Annisa hamil anak nya.


"Dia akan tumbuh menjadi bayi yang menggemaskan," kata Reno sambil mengusap perut istri nya.


"Aku rasa besok aku tidak bisa berjalan," ucap Annisa.


"Hehehe aku terlalu bersemangat, sudah tidur lah besok kita harus bangun dengan energi yang cukup," kata Reno sambil memeluk Annisa.


"Besok kita mau kemana mas," tanya Annisa.


"Kita akan berbelanja dulu, setelah itu kota ke tempat wisata di kota ini, pasti sangat menyenangkan," jawab Reno.


"Mas setelah malam ini kita tidak lagi kan sampai satu minggu."


"Hey jangan bercanda sayang, kamu harus terbiasa. Setiap malam aku bilang," kata Reno.


Ntah sadar atau tidak, Reno sudah memanggil Annisa sayang, Annisa sudah menyadarinya sejak tadi, dan hal itu membuat Annisa senang sekali.


Di kamar lain, Kayla masih belum bisa tertidur, ia memikirkan nasib nya ketika keluarga nya tau semua keburukan yang ia lakukan bersama dengan David.


"Hiks hiks hiks," terdengar suara tangisan Kayla.


"Sayang jangan menangis, aku sudah mengantuk," kata David sambil berjalan mendekati Kayla.


David duduk di samping Kayla dan langsung memeluk nya dengan erat. Hati nya tidak tentang melihat Kayla yang menangis, apalagi saat ini ada Reno di apartemen ini.


"Aku takut keluarga ku tau apa yang telah aku lakukan sayang," kata Kayla.


"Tidak akan sayang, kita akan segera menikah. Jika kamu hamil pun anak kita memiliki anak yang lengkap, aku ayah dan kamu mamah nya, sudah jangan menangis lagi," ucap David.


"Kamu janji tidak akan meninggalkan ku," tanya Kayla.


"Tidak akan sayang, aku tidak akan meninggalkan ku, aku sangat mencintaimu," jawab David.


"Aku juga sangat mencintai mu. Kayla membalas pelukan dari David.

__ADS_1


__ADS_2