Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Kehidupan Annisa


__ADS_3

"Iya iya aku tidak akan satu kamar dengan nya, sudah puas kan," ucap Kayla.


"Bagus, ya sudah pergi sana ini arena pria, tidak boleh ada wanita di dekat sini," kata Reno sambil masuk ke dalam ruangan itu.


Reno melihat David sedang mencoba untuk membentuk otot perut nya. Dan yang di lakukan David adalah salah, tangan Reni gatal ingin memberitahu cara yang benar.


"Itu salah, itu akan membuat perut mu sakit dan memar," ucap Reno.


"Kalau begitu ajari aku, aku yakin kau sudah bisa menjadi guru ku, aku tidak mau melihat Kayla terus melirik mu. Aku ingin membuat Kayla terpana pada ku," kata David.


"Aku tidak akan mau mengajari mu, tapi untuk hari ini aku akan memberitahu cara yang benar melakukan nya," ucap Reno.


"Yes, kau memang abang ipar terbaik ku," kata David.


Malam ini Reno menjadi guru bagi David, ia tidak tega melihat tubuh David yang selalu di pandang sebelah mata oleh Kayla.


"Sakit Reno, yang tadi malah tidak sakit," ucap David.


"Tadi salah ini yang benar, awal nya memang terasa sakit. Tapi itu hanya untuk sesaat jika sudah terbiasa tidak akan sakit, untuk membentuk otot tidak bisa satu kali latihan, kau harus rajin melakukan latihan agar otot mu terbiasa," kata Reno


"Kau sedang apa," tanya David.


"Sedang pemanasan, pemanasan sangat penting agar otot kita tidak terkejut. Dan untuk menghindari cidera saat sedang latihan," jawab Reno.


Tidak terasa waktu terus berlalu, memang benar jika pria sedang berolahraga akan lupa waktu. Mereka berdua baru selesai melakukan kegiatan olahraga ini tepat jam 9 malam.


"Kau mau kemana," tanya Reno.


"Ingin mandi dan istirahat aku lelah," jawab David.


"Tidak boleh tidur di kamar Kayla, aku akan mengawasi mu," ucap Reno.


Di tempat lain Annisa, gadis dengan seribu rahasia tidak ada yang tau siapa diri nya sebenarnya, bahkan diri nya sendiri ia. Keluarga nya hancur berantakan, ayah dan bunda nya memang masih lengkap tetapi mereka berdua dengan terang-terangan berselingkuh.


Annisa sudah biasa hidup dengan mandiri, uang ia cari sendiri tanpa meminta ke dua orang tua nya yang seperti bukan orang tua kandung Annisa. Mereka sering kali memanfaatkan Annisa dengan seenaknya, tanpa memikirkan Annisa.

__ADS_1


"Ayah ayo makan dulu," ucap Annisa.


"Makan dengan mu, ah tentu tidak mau. Kau lihat aku sedang membawa wanita ku. Jangan kau ganggu aku," kata Hardy.


"Bunda bagaimana yah," tanya Annisa sambil menahan tangis nya.


"Bunda mu, kau tunggu saja pria mana yang mengantarkan nya pulang," jawab Hardy dan pergi meninggalkan Annisa bersama dengan wanita baru nya.


Annisa hanya bisa membuang nafas nya dengan perlahan, hampir setiap malam ia menyaksikan momen seperti ini, dan aneh nya di pagi hari mereka semua bersikap seperti sedang tidak terjadi apa-apa.


"Bunda," ucap Annisa saat melihat bunda nya bersama pria bule, jika di lihat-lihat umur pria itu tidak terlalu jauh dengan nya.


"Bunda mu mabuk, kami ingin bersenang-senang, dimana kamarnya," tanya pria itu.


"Aku antar," jawab Annisa.


Annisa mengantarkan pria itu ke kamar bunda nya, ia tidak ada pilihan lain selain menuruti perintah pria itu.


Saat Annisa ingin membalik tubuh nya, tiba-tiba tangan nya di tarik oleh pria itu yang membuat Annisa sangat terkejut.


"Aaahkkk brengsek," ucap Annisa sambil menampar pria itu.


"Jangan macam-macam pada ku, atau aku akan berteriak meminta tolong," ancam Annisa.


"Tidak ada yang akan menolong mu sayang, ayo kita bersenang-senang malam ini."


Annisa terus melangkah mundur, saat ini ia benar-benar takut pada pria mesum di depan nya. Berteriak pun percuma tidak ada orang yang peduli dengan nya di rumah ini.


"Jangan aku mohon jangan lakukan apapun pada ku."


"Tidak akan sakit, jika sakit itu bonus untuk mu."


Air mata di wajah Annisa mengalir dengan deras, saat ini ia hanya bisa berharap ada malaikat yang menyelamatkan nya.


"Kurang ngajar." Seorang pria datang memukul wajah pria bule itu.

__ADS_1


"Kakak," ucap Annisa.


"Kau tidak papa sayang, kau jangan sekali-kali kau dekati adikku, atau aku akan membunuh mu." Pria yang menyelamatkan Annisa pergi membawa Annisa.


"Aku takut kak," ucap Annisa.


"Hey jangan takut ya, ada aku di sini," kata Raffi.


"Kakak kenapa datang ke sini," tanya Annisa.


"Maafkan kakak baru datang, kakak sangat khawatir dengan mu."


"Bagaimana dengan kakak ipar," tanya Annisa.


"Kakak ipar sudah tidak ada, dia telah pergi meninggalkan kakak," jawab Raffi.


"Terus apa rencana kakak selanjutnya," tanya Annisa.


"Aku ingin ke luar kota, aku ngin memulai hidup baru. Tapi aku tidak bisa meninggalkan mu di sini, ikut dengan ku ya," jawab Raffi.


"Tidak kak, aku tidak bisa. Aku memiliki tanggung jawab di sini."


"Kau yakin, banyak bahaya di sini, aku sangat mengkhawatirkan mu," ucap Raffi.


"Tenang saja kak, aku bisa menjaga diri ku dengan baik," kata Annisa.


"Kau yakin Annisa, kalau tidak kau menikah lah, suami mu pasti akan menjaga mu."


"Tidak mau kak, sudah jangan khawatir dengan ku. Kau memang harus pergi di kota ini, aku yakin kau bisa melupakan masa lalu mu," ucap Annisa.


Raffi bukan kakak kandung Annisa, ia hanya anak angkat yang di besar kan oleh keluarga Annisa. Karena tidak tahan dengan perilaku keluarga nya, Raffi pergi mencari kehidupan nya sendiri.


"Aku yakin kau pasti bertemu dengan pria yang bisa membahagiakanmu, aku yakin itu," ucap Raffi.


"Dan satu lagi jangan pernah membuka penutup kepala mu ini, banyak musuh yang mengincar mu," kata Raffi.

__ADS_1


"Karena tanda hitam di atas kepala ku kak," tanya Annisa.


"Iya Annisa, sudah hanya itu pesan dari ku. Malam ini untuk melindungi mu, aku akan menginap. Besok aku akan pergi meninggalkan rumah ini," jawab Raffi.


__ADS_2