Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Episode 55


__ADS_3

Setelah dua minggu kunjungan ke dokter Dinda mulai merasakan perubahan di dalam diri nya, di dokter kemarin ia tak melakukan pemeriksaan apapun karena ia tak mau, ia masih trauma dengan alat alat rumah sakit. Dan sebenarnya ia sudah terlambat datang bulan, ntah sudah berapa lama Dinda tak menghitung, ia masih takut kalau ini semua PHP saja.


"Sayang dada kamu membesar loh," ucap Aziel.


"Masa iya, aku rasa tubuh ku juga mulai membesar."


"Hahaha iya lemak mu kemana mana," kata Aziel.


"Sayang aku jadi tidak percaya diri," ucap Dinda.


"Hahaha tak papa, jangan takut kamu juga tetap seksi ko di mata ku."


"Aku pengen makan mangga mudah." Dinda ragu ragu mengatakannya, hal itu di respon dengan sangat baik oleh Aziel.


"Kamu yakin sayang, kalau iya berati kamu hamil." Aziel langsung mengambil testpack di dalam lemari.


"Periksa sayang, aku yakin kalau kamu itu hamil."


"Sayang aku si sudah lama curiga kalau aku hamil, tapi aku takut, aku hanya memberikan harapan palsu pada mu, nanti kamu sudah sangat berharap tetapi kalau aku tak hamil, kamu hanya menelan kekecewaan."


"Sayang, kamu tak boleh begitu, jangan pesimis, tetap optimis sayang," kata Aziel.


"Ya ya, aku akan memeriksa nya."


Dinda mengambil testpack itu dan langsung berjalan ke kamar mandi, padahal mereka mau melakukan hubungan tetapi karena kecurigaan Aziel mereka tak jadi melakukan nya.


Dinda tak berani melihat hasil testpack itu, ia takut mengecewakan Aziel, ia langsung memberikan hasil nya pada Aziel. Dengan sangat semangat Aziel mengambil nya dan langsung melihat nya, hasil nya memang mengecewakan.


"Belum sayang, tapi kamu jangan khawatir dua minggu lagi kita periksa lagi, aku carian mangga mudah dulu untuk kamu." Aziel langsung pergi meninggalkan kamar. Ia memang sangat kecewa tetapi ia tak mau menunjukan rasa kecewa nya di dapan istri nya, ia masih yakin jika istri nya sedang hamil. Oleh sebab itu ia langsung mencari buah mangga mudah yang Dinda inginkan.


''Ada apa Ziel," tanya Zikri.


"Aku yakin jika istri ku sedang hamil, tapi testpack yuang memeriksa tak menunjukan jika istri ku tak hamil, sekarang saja dia menginginkan mangga mudah."

__ADS_1


"Nah kalau gitu aku juga yakin, sudah kau percaya saja, tak semua nya alat itu benar, mereka buatan manusia, kalau urusan anak itu sudah menyangkut tuhan. Nanti dua minggu lagi kau periksa, mana tau hasil nya berbeda, apalagi kau sangat yakin sekali," kata Zikri.


"Kau benar." Zikri memang sangat cocok di ajak cerita, ia bisa memberikan saran yang baik untuk nya.


"Zikri seperti nya aku akan tetap pulang ke Indonesia."


"Ya sudah mau bagaimana lagi, sudah menjadi kewajiban mu, aku tak bisa menahan mu," kata Zikri.


Setelah membelikan buah buahan yang Dinda minta Aziel langsung membawa nya ke kamar, ia tersenyum lebar agar Dinda tak memikirkan apa apa.


"Sayang aku kembali dengan makanan yang kamu inginkan," ucap Aziel sambil membawa mangga mudah yang sudah ia bersih kan.


"Wah kamu sangat cepat, sayang sebenarnya juga tak perlu. Aku kan juga tidak hamil," kata Dinda.


"Jangan begitu, mau hamil atau tidak nya kamu, aku tetap akan mengurus mu dengan sangat baik," ucap Aziel.


"Kamu suami yang sangat luar biasa, aku sangat mencintaimu. Benar benar mencintai mu," kata Dinda.


Aziel mendapat panggilan dari ayah nya, ia sudah mengerti pasti tentang rencana untuk kepulangan nya. Ia sudah membicarakan semua nya pada Iqbaal tetapi Iqbaal tetap memaksa nya untuk pulang, mau bagaimana lagi Aziel tak bisa menolak lagi.


"Ya sudah aku tunggu. Tetapi kalau istri mu hamil jangan ya, nanti malah bahaya dengan kandungan nya," ucap Iqbaal.


"Iya iya.."


Aziel mematikan sambungan telepon itu.


"Ada apa sayang," tanya Dinda.


"Tak ada, ayah hanya menanyakan aku jadi pulang tidak, aku jawab paling cepat minggu depan," jawab Aziel.


"Oh begitu, aku kasih dengan Zikri, dia tak ada yang memasak kan, tak ada teman juga di rumah ini, mana rumah ini sangat besar sekali."


"Hmm aku pun juga, tapi mau bagaimana lagi. Nama nya juga sudah kewajiban, aku sudah mengatakan nya pada ayah tetapi ayah tak setuju Aku harus tetap kembali ke Indonesia."

__ADS_1


"Ya sudah mau bagaimana lagi..."


2 hari sebelum kembali nya Aziel ke Indonesia. Aziel memutuskan untuk pergi ke apotek untuk membeli testpack, ia akan memeriksa sekali lagi sebelum memesan tiket pulang. Kali ini Aziel sangat yakin jika istri nya sedang hamil, mengingat permintaan Dinda akhir akhir ini sangat lah aneh. Bahkan selama 1 minggu ini Aziel tak menyentuh Dinda, karena Dinda terus mengeluh keringat nya yang kata nya bauk, padahal ia tak berbuat apa apa, memang Dinda saja yang lagi sensitif.


"Aku sangat yakin, kali ini pasti dia hamil," kata Aziel.


"Kau saja yakin, aku sebagai seseorang yang mendukung mu sangat yakin sekali. Kalau istri mu hamil kau berikan aku 500 juta," ucap Zikri.


"Lah istri ku yang hamil, kenapa aku yang memberikan mu uang," kata Aziel.


"Hahaha ya tak papa, hitung hitung sebagai rasa bersyukur mu."


"Ya sudah iya, kau juga sudah menemani ku kemana mana," ucap Aziel.


Aziel dan Zikri kembali ke rumah. Aziel langsung masuk ke dalam kamar nya dan meminta Dinda untuk kembali memeriksakan nya. Ia sangat yakin kali ini.


Dinda pun melakukan apa yang suami nya minta. Tak ada salah nya untuk mencoba lagi. Sama seperti sebelumnya Dinda tak mau melihat nya langsung. Ia menunggu beberapa saat di dalam kamar mandi setelah itu ia keluar dan memberikan nya pada Aziel.


Mata Aziel terbelalak melihat garis dua testpack itu, itu menandakan istri nya sedang hamil. Hasil nya positif. Aziel langsung memeluk istri nya dengan sangat erat tanpa menjelaskan apapun.


Dinda sangat bingung kenapa tiba-tiba Aziel memeluk nya, tetapi sebelum nya juga Aziel memeluk nya saat hasil nya negatif. Jadi Dinda tak berekspektasi apapun.


"Sayang kamu hamil," ucap Aziel.


"Apa!! aku hamil," tanya Dinda.


"Iya sayang kamu hamil anak ku, akhirnya kamu hamil. Dan kita tak jadi kembali ke Indonesia."


Momen ini benar-benar momen yang sangat luar biasa. Kehamilan Dinda menjadi selamat baru untuk rumah tangga mereka berdua. Karena Dinda hamil mereka tak jadi pulang ke Indonesia untuk beberapa saat ataupun selama nya, Aziel akan mencari alasan lain agar ia tak jadi pulang.


"Akhirnya, selamat Ziel dan Dinda," ucap Zikri yang ikut senang mendapatkan kabar baik ini.


"Makasih telah setia menemani ku, akhirnya selesai juga.."

__ADS_1


...Tamat...


__ADS_2