
"Sayang," teriak Reynald, ia sangat kesal karena sejak tadi Kayla tidak ada di dekatnya.
"Iya sayang ada apa." Kayla berjalan mendekati Reynald, setelah itu ia duduk di atas pangkuan suami nya.
"Pakai baju gih nanti masuk angin," kata Kayla.
"Tidak mau, aku bosan, kamu dari mana saja, dari aku bangun sampai siang tidak ada terlihat," ucap Reynald.
"Hahaha aku sedang sibuk, kamu jangan marah begitu doang, kamu mau apa si, jatah? maaf sayang tidak bisa, kamu tidak boleh, kamu tidak takut jika jahitan mu lepas," kata Kayla.
"Tapi aku ingin sekali, kapan bisa," tanya Reynald.
"Aku juga ingin, mungkin dua minggu lagi, tepat satu bulan kamu operasi. Sayang lihat ini bukan hanya satu tapi beberapa bekas, aku tidak mau suami ku yang tampan ini terkena apa-apa," jawab Kayla.
"Bantu aku bercukur, lihat wajah dan tubuh ku sudah seperti monkey," kata Reynald.
"Kalau itu bisa, ayo kita ke kamar mandi, aku juga geli jika kamu peluk," ucap Kayla.
Reynald ingin sekali menggendong Kayla ke kamar mandi, tapi ia tidak boleh melakukan hal itu karena takut jahitan di perut nya. Ia sudah di peringatkan untuk tidak mengangkat sesuatu yang berat.
Di depan cermin yang besar Reynald malah memeluk istri nya dari belakang, ia sangat senang dalam situasi seperti ini. Hubungan mereka berdua terasa lebih intim. Kulit Kayla benar-benar terlihat seperti susu, sangat putih sekali. Berbeda dengan Reynald yang lebih ke coklat, jika mereka berdua berpelukan seperti ini sudah seperti coklat susu.
"Sayang aku mencintaimu," kata Reynald.
__ADS_1
"Aku tau itu," ucap Kayla.
"Apa kamu pernah berpikir untuk membenci ku," tanya Reynald.
"Pernah, saat kita menikah dan saat tau jika kamu menikahi ku bukan karena kamu mencintai ku, tetapi karena ingin mencelakai Annisa," jawab Kayla.
"Maafkan aku, aku banyak salah pada mu."
"Hahaha untuk apa minta maaf, jangan jadikan masa lalu merusak semuanya. Jadikan masa lalu untuk pelajaran hidup. Aku tidak peduli dengan masa lalu mu, kau siapa, bagaimana diri mu dulu. Yang aku tau saat ini aku mencintaimu, aku ingin hidup bersama dengan mu, aku tidak ingin jauh dari mu."
Reynald tersenyum mendengar hal itu, saat 8j8 yang bucin bukan hanya diri nya pada Kayla tetapi Kayla yang juga bucin pada nya. Reynald membalik tubuh Kayla, kemudian ia menyangka Kayla ke atas Wastafel yang ada di sana.
"Mau apa," tanya Kayla.
"Silakan." Kayla mencium suami nya lebih dahulu.
Di sekolah Raffi kembali masuk ke dalam ruangan nya, ia membawa berbagai macam makanan untuk calon istri nya. Ia yakin saat ini Vania sedang sangat kesal pada nya.
Vania menaikan mata nya saat melihat Raffi masuk ke dalam sana, ia sangat senang melihat Raffi yang membawa makanan untuk nya.
"Makanan untuk ku," tanya Vania.
"Iya lah untuk siapa lagi," jawab Raffi.
__ADS_1
"Ahhk Terima kasih mas." Vania terlihat sangat senang, Vania yang awalnya marah melupakan kemarahan nya.
"Makan dengan lahap, agar kamu cepat tumbuh," kata Raffi.
"Sudah selesai mengajar nya," tanya Vania.
"Sudah, habis ini juga jam kosong, semua guru akan rapat dan kalian bebas, boleh pulang atau lanjut ekskul," jawab Raffi.
"Mas kamu juga rapat, terus aku bagaimana," tanya Vania.
"Aku hanya sebentar, kamu tunggu di sini," jawab Raffi.
"Vania, hmmmm kamu memang sudah setuju kamu menikah dengan ku," tanya Raffi.
"Iya, aku sudah memikirkan nya, tapi aku kan masih sekolah dan aku tidak tau apa-apa soal menikah, kamu mau membimbing ku," tanya Vania.
"Itu sudah menjadi tugas ku, aku pasti membimbing mu Vania, aku janji," jawab Raffi.
"Aku akan mempersiapkan pernikahan kita, mungkin secara agama dulu, kamu masih sekolah agak susah," kata Raffi.
"Kenapa kamu mau menikahi gadis seperti ku, aku yakin banyak wanita yang mau dengan mu," tanya Vania.
"Karena kamu sudah menjadi garis takdir ku. Mungkin jika aku dekat dengan wanita lain pasti aku sudah los control, aku ingin lebih melatih kesabaran ku," jawab Raffi.
__ADS_1