Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Episode 34


__ADS_3

Pagi hari nya. Aziel dan Dinda hampil terlambat karena pergulatan tadi malam. Mereka melakukan nya dari jam tiga pagi sampai setengah 5, setelah selesai belum sempat istirahat mereka langsung harus mandi karena pesawat terbang pukul 6 pagi.


Untung saja mereka sudah mempersiapkan semua nya dan langsung berangkat ke bandara. Rasa lemas dan mengantuk melanda mereka berdua. Karena malam ini mereka tak ada istirahat. Bagi Aziel tak terlalu masalah karena ia sudah melampiaskan nya pada Dinda. Tetapi bagi Dinda sangat melelahkan, apalagi Aziel bukan tipe permainan lembut. Aziel cukup kasar dalam bermain.


"Ngantuk Ziel," tanya Zikri.


"Iya, di pesawat nanti aku akan istirahat," jawab Aziel.


"Aku sangat mengantuk saja, badan ku pegal," ucap Dinda.


"Nanti saja ya, kita istirahat di pesawat, jangan sekarang. Nanti ribet membangunkan kamu," kata Aziel.


Penerbangan dari tempat mereka ke Jepang memerlukan waktu yang sangat lama. Ini kesempatan mereka untuk mengistirahatkan diri mereka, selama perjalanan Aziel dan Dinda hanya tidur. Mereka mengganti jadwal tidur kemarin malam menjadi hari ini.


"Aku jadi ingin menikah, ah di jodohkan juga gak papa," batin Zikri.


Zikri sangat iri dengan Aziel, Aziel seperti sudah menemukan kehidupan yang bahagia bersama istri nya. Ia juga ingin seperti itu, jarak usia mereka juga hanya 6 bulan saja. Aziel lebih tua 6 bulan dari Zikri, usia Zikri juga sudah pantas untuk menikah.


Di Jepang kondisi Harry sedang tdiak baik baik saja, bukan hanya masalah kulit nya yang sangat sensitif tetapi juga ada masalah lain yang cukup meperhatinkan. Masalah ini belum di beritahu pada siapapun selain Iqbaal dan juga Alya. Mereka ingin yang lainnya datang ke Jepang agar mereka bisa secara langsung memberitahu masalah kesehatan Harry.


"Bagaiman jika Harry semakin buruk sayang, aku sangat takut sekali."


"Jangan memikirkan apa apa dulu, yakin saja Harry akan sembuh, setidaknya untuk penyakit langka nya itu. Penyakit itu menyerang kekebalan tubuh nya, itu yang membuat kulit nya sangat sensitif tak seperti biasa nya. Yakin saja Haryy bisa melewati ini semua. Dia pria yang kuat, dia tak akan menyerah dengan keadaan seperti ini."


"Aziel sudah dalam perjalanan," tanya Alya.


"Iya dia sudah perjalanan ke sini, begitu juga dengan Reno, kalau Reno besok baru sampai, dia ke Singapura dulu," jawab Iqbaal.


Setelah menempuh perjalanan yang sangat lama akhirnya mereka bertiga sampai di Jepang. Perjalanan ini tak berasa untuk Aziel dan Dinda karena mereka hanya tidur. Saat sampai di Jepang perut mereka benar-benar sangat lapar, sebelum ke hotel mereka memutuskan untuk mengisi perut mereka terlebih dahulu.


"Abang mu juga akan ke sini," ucap Aziel.


"Kau mau aku jodohkan tidak," tanya Aziel.


"Dengan? ya kalau cocok mau saja," jawab Zikri.


"Ada wanita nya sangat cantik, tapi ada syaratnya. Kau tak boleh melihat wajahnya sebelum menikah. Aku jamin dia sangat cantik," kata Aziel.

__ADS_1


"Sama saja aku membeli kucing dalam karung, jangan begitu lah. Aku mau kalau kami berdua cocok," kata Zikri.


"Ayolah, kenapa tidak si, aku sangat ingin tau melihat mu menikah," ucap Aziel.


"Malas kalau begitu."


"Kamu kalau begitu saja tidak mau, malah memaksa adik mu begitu," saut Dinda.


"Hahaha benar tu, dengar kata istri mu..." Zikri senang ada yang membela nya.


"Kalau bang Reno yang meminta mu pasti kau akan mau," ucap Aziel.


Setelah selesai makan, mereka ke hotel tempat keluarga mereka menginap, hotel yang tak terlalu jauh dari rumah sakit tempat Harry di rawat. Hanya bersebelahan saja, Iqbaal sengaja memesan kamar hotel di sana agar tidak ribet jika ingin pulang pergi.


"Ayah," ucap Aziel.


"Sayang kau sudah sampai." Iqbaal langsung memeluk Aziel, ia yakin Aziel akan sangat bersedih melihat kondisi adik kesayangan nya.


"Bagaimana keadaan Harry yah, maafkan aku baru datang," ucap Aziel.


"Sudah bersih bersih dulu. Nanti kita ke sana bersama sama, di sana ada mamah mu," kata Iqbaal.


"Belum yah, itu mas Ziel tak mau cepat cepat."


"Hahaha tidak papa, nikmati saja dulu. Aziel memperlakukan mu dengan baik kan," tanya Iqbaal.


"Sangat baik ya, dia sangat baik pada ku," jawab Dinda.


"Syukurlah, kalau ada apa apa jangan ragu untuk memberitahu ayah," kata Iqbaal.


"Iya yah, denger sayang, kamu tak bisa macam macam pada ku."


"Sejak kapan aku macam macam pada mu sayang. Sudah ayo, masih ada waktu untuk satu ronde." Aziel menarik Dinda ke kamar nya. Ia ingin menunjukkan pada Iqbaal jika hubungan nya dengan Dinda sudah sangat baik baik saja.


Setelah selesai membersihkan diri. Aziel dan Iqbaal langsung ke rumah sakit, Dinda dan Zikri akan menyusul nanti sore. Dinda masih ingin beristirahat sedangkan Zikri sedang mengerjakan beberapa tugas kecil.


"Mamah," ucap Aziel.

__ADS_1


"Wah kamu sudah sampai sayang." Alya langsung memeluk Aziel.


Aziel cukup jauh dengan nya, terkadang ia heran Aziel sudah sebesar ini. Berbeda dengan Harry yang tak luput dari mata nya.


"Masuk lah. Harry sudah menunggu mu."


"Tak bisa sama sama," tanya Aziel.


"Tak sayang, kamu saja," jawab Alya.


"Aku masuk."


Sebelum mendekati Harry Aziel mengganti pakaian nya dengan pakaian khusus terlebih dahulu. Setelah itu baru lah ia masuk ke dalam.


"Sayang, adik abang." Aziel mendekati Harry.


"Abang, akhirnya kau datang."


Aziel langsung memeluk Harry dan mencium kening nya. Ia sangat tidak tega melihat Harry seperti ini. Kulit tubuh nya yang bersih, hampir semua nya kemerahan seperti luka bakar ringan.


"Hiks.. hiks.. hiks.. Maafkan abang, abang bukan abang yang baik untuk mu." Aziel tak kuasa menahan tangis nya.


"Kenapa menangis, abang jangan menangis. Aku tak papa, jangan khawatir aku. Kata ayah aku akan segera sembuh."


"Iya sayang kau akan segera sembuh, aku yakin," ucap Aziel.


"Dimana istri mu," tanya Aziel.


"Masih di hotel, jangan pikirkan orang lain, pikirkan saja diri mu dulu oke. Kau harus kuat, kau pasti akan sembuh."


"Iya aku akan sembuh, tapi kenapa lama sekali. Sudah setengah bulan lebih aku di sini. Kalau aku tak sembuh bagaimana," ucap Harry.


"Kau pasti akan sembuh sayang, jangan berkata seperti itu. Abang akan melakukan apapun untuk mu, dan abang janji akan menemani mu sampai kau sembuh," kata Aziel.


"Janji ya, akan menemani ku sampai sembuh," ucap Harry.


"Janji sayang, kau harus sembuh ya. Aku berjanji akan kembali ke Indonesia kalau kau sembuh. Kita akan bermain bersama, menghabiskan waktu bersama," ucap Aziel.

__ADS_1


Ia dan Harry tak memiliki banyak momen bersama. Hal itu sedikit membuat nya menyesal.


__ADS_2