Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Setengah bangun


__ADS_3

"Ayah membicarakan apa," tanya Annisa.


"Membicarakan milik suami mu, maafkan dia ya," jawab Iqbaal.


"Maafkan dia, apa salah nya," batin Annisa yang masih belum mengerti semua ini.


Setelah selesai pemotretan celana d*lama, Reno kembali memakai pakaian lengkap nya, dan bergabung bersama Iqbaal dan yang lainnya. Walaupun awal nya ia malu, tapi saat melihat hasil foto nya Reno sangat suka, karena bentuk tubuh nya terlihat sangat sempurna.


"Sudah kan, tidak terasa sakit kan, gitu saja tidak mu," ucap Iqbaal.


"Ini tolong di edit, hilangkan tonjolan nya, aku tidak mau saat rapat tonjolan itu menganggu," kata Reno.


"Hmmm tida bisa tuan, jika di edit produk ini juga Kan teredit."


"Sudah tidak papa, itu akan menjadi kebanggaan untuk mu, sudah ayo kita kembali ke ruangan ku," ucap Iqbaal.


Iqbaal mengajak Reno dan Annisa ke ruangan nya, karena ia sudah menyiapkan makanan untuk makan siang mereka bertiga.


"Aku sudah menyiapkan makanan untuk kalian berdua dan tentu saja untuk ku," ucap Iqbaal.


"Daging apa itu dad, aku tidak suka daging sapi," tanya Reno.


"Kau coba saja, aku tau hal yang tidak kau suka dah yang kau suka, ayo Annisa makan lah, pasti melihat penampilan suami mu tadi membuat mu haus dan lapar."


"Iya yah, Terima kasih untuk makanan nya," kata Annisa.


Mereka bertiga langsung melahap habis makanan yang tersedia di atas meja, ternyata daging yang Reno sukai memang terasa sangat enak, ini pertama kali nya ia memakan daging seenak itu.


"Nanti ambil uang kas, tadi habis," ucap Reno.


"Apa di bawa ada mesin ATM," tanya Annisa.


"Di lantai 23 ada, kau bisa ke sana," saut Iqbaal.


"Hmmm itu kau bisa ke sana, pin nya ada di dalam dompet ku," kata Reno.

__ADS_1


"Apa sekarang keuangan mu di atur oleh Annisa," tanya Iqbaal.


"Iya dad, terkadang aku lupa mengisi uang, membawa dompet atau handphone. Lebih baik dia yang membawa nya jika dia sedang bersama ku," jawab Reno.


Iqbaal tersenyum bahagia saat tau akan hal itu, itu tandanya Reno sudah menerima Annisa sebagai istri nya. Hanya tinggal menunggu waktu untuk diri nya memiliki cucu dari Reno.


"Annisa ingat, uang suami mu uang mu juga, jangan ragu menggunakan nya," kata Iqbaal.


"Daddy harus memberikan ku lebih banyak uang," ucap Reno.


"Kalau kau terus bekerja di sini, gaji mu sama dengan uang bulanan yang aku dan kakek mu kasih," kata Iqbaal.


"Aku mulai terbiasa dengan hal ini, mungkin aku akan selalu bekerja di sini," ucap Reno.


"Kau serius, hmmm aku akan menjadikan mu CEO."


"Tidak CEO juga dad, aku belum bisa, yang terpenting gaji model ku jangan lupa di transfer, aku akan menghadiri lelang barang nanti malam," kata Reno.


"Sendiri," tanya Iqbaal.


"Berarti kau tidak pulang," tanya Iqbaal.


"Mungkin tidak dad, aku langsung ke acara setelah itu makan malam bersama teman dan langsung istirahat di hotel," jawab Reno.


"Baiklah, nanti orang Kantor akan menyiapkan pakaian dan kebutuhan kalian. Jangan lupa pakai produk dari perusahaan sendiri, berhenti menggunakan merek lain," ucap Iqbaal.


Setelah selesai makan Annisa langsung ke lantai 23 untuk mengambil uang sesuai dengan permintaan Reno.


"Ambil berapa ya, aku rasa secukupnya saja," batin Annisa.


Annisa hanya mengambil 30 juta yang menurut Annisa malah lebih dari kata cukup, ia memasukan uang itu ke dalam dompet Reno secukupnya, agar tidak terlalu tebal dan sisa ia masukan ke dalam tas. Annisa tidak berani memasukan selembar uang itu ke dalam dompet nya.


Sore hari nya, Annisa sedang menunggu suami nya rapat bersama kline, ia di minta Reno untuk bersiap-siap karena setelah rapat selesai mereka akan langsung pergi meninggalkan kantor. Reno tidak memilih untuk pulang dulu karena tempat lelang di gelar cukup jauh yang akan memakan banyak waktu.


"Aku memakai pakaian yang mana ya, gaun atau apa," batin Annisa.

__ADS_1


"Annisa kenapa kau belum mengganti pakaian mu," tanya Reno.


"Maaf mas, aku tidak tau mau memakai pakaian yang mana, dan lagi dimana aku harus berganti pakaian," jawab Annisa.


"Kita ke hotel dulu saja, masih ada waktu, aku juga ingin mandi," ucap Iqbaal.


Dari kantor ke hotel tempat mereka berdua menginap memerlukan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan. Acara lelang juga terletak di hotel ini, jadi Reno tidak perlu khawatir lagi.


"Mas ini kamar hotel kita," tanya Annisa.


"Kau tidak mau satu kamar dengan ku," tanya Reno.


"Tidak mas, mana mungkin aku berpikir seperti itu. Hotel ini benar-benar sangat mewah," jawab Annisa.


Reno hanya menaikan satu alis nya, ia pikir Annisa memikirkan hal lainnya.


"Aku bantu mas," ucap Annisa saat melihat Reno cukup kesulitan membuka dasi nya.


"Selagi aku mandi jika ada yang menghubungi nomor ku jangan di angkat. Kecuali jika kau mengenal siapa yang menghubungi ku," kata Reno.


"Iya mas, aku juga akan mengecas nya," ucap Annisa.


Handphone Annisa dan Reno satu merek yang sama, yaitu apel yang telah di gigit. Hanya saja handphone Reno keluaran terbaru serahkan milik nya keluaran 3 tahun yang lalu.


"Annisa handuk ku, di sini tidak ad handuk," teriak Reno.


"Iya mas." Dengan cepat Annisa mencari handuk dan langsung mengantarkan nya pada Reno di dalam kamar mandi.


"Ahhhkkkk," teriak Annisa saat melihat adik Reno yang sedang setengah bangun. Berbeda dengan sebelum nya yang masih tidur.


Dengan cepat Reno menarik tangan Annisa sampai mereka berdua berada di dalam guyuran shower.


"Apa yang kau lihat, aku sudah membiarkan mu melihat nya saat sedang tidur, tapi jika sedang setengah bangun begini itu masalah.


"I..itu masih setelah mas, ke..kenapa masih setengah sebesar itu."

__ADS_1


__ADS_2