Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Persiapan


__ADS_3

"Dari mana kalian," tanya Reno.


"Maaf kami berdua habis membeli perlengkapan untuk pesta ulang tahun Reynald," jawab Annisa.


"Sayang kamu tidak boleh kecapean, kenapa tidak dengan aku saja."


"Kamu tidak boleh kemana-mana," kata Annisa.


"Kak dimana suami ku," tanya Kayla.


"Sudah masuk ke dalam kamar nya, kata nya lelah tidak di beri jatah sama kamu," jawab Reno.


"Hadeh otak jatah, aku ke kamar dulu." Kayla berjalan ke kamar nya.


Di dalam kamar Reynald sedang mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur. Ia merasa otot yang selama ini ia bentuk sudah mulai kendor, bagaimana tidak sudah satu bulan lebih ia tidak pernah berolahraga. Dan yang pasti makan dengan sangat banyak.


"Hadeh seperti nya kalau olahraga ringan sudah bisa," kata Reynald.


Kayla berjalan mendekati Reynald, Reynald tau jika Kayla sedang mendekati nya terlihat dengan jelas di cermin besar di depan nya. Kayla tersenyum sambil memeluk suami nya, tangan nya bergerak mengusap perut Reynald yang masih terasa cukup kokoh.


"Sayang, kamu dari mana," tanya Reynald.


"Dari mall," jawab Kayla.


"Kamu mau mempersiapkan pesta ulang tahun ku kan, hahaha jangan memberikan ku kejutan aku sudah tau."


"Hahaha iya iya aku gagal ni, aku akan mengadakan pesta malam hari nya. Kamu bisa mengundang teman teman mu," kata Kayla.


"Hmmm aku boleh mengundang mereka, kalau begitu siapkan minuman alkohol," ucap Reynald.

__ADS_1


"Ah tidak ah, nanti daddy marah, aku sudah membeli buah buahan untuk jus seger, aku juga membeli minuman soda, sudah jangan pakai Alkohol, kamu tidak boleh minum lagi."


"Aku boleh minta," tanya Reynald sambil membalik tubuh nya.


"Tidak boleh sayang, ya mungkin memang sudah terlihat kering dan tidak ada luka lagi tapi bagaimana dalam nya."


"Dalam nya besar dan ingin masuk ke dalam sarang nya," bisik Reynald.


"Sudah ayo tidur kamu duluan aku bersih bersih dulu." Kayla berjalan meninggalkan Reynald.


Dengan lepas Reynald berjalan ke atas kasur, dia usia nya yang sudah hampir ke kepala tiga ia masih belum mempunyai anak. Saat ini di otak nya hanya anak anak dan anak, ia sangat menginginkan anak.


Kayla sudah berganti pakaian dengan pakaian yang lebih tertutup, ia tidak mau memancing Reynald yang bisa memakannya jika ia sembarangan memakai pakaian seksi seperti biasanya.


Tangan Reynald menarik Kayla dan memeluk nya dengan erat. Sebelum tidur seperti biasanya Reynald mendapatkan kecupan manis dari istri n6a, kecupan yang mampu membuat nya tertidur dengan sangat pulas.


"Selamat tidur tampan, aku mencintaimu dan sangat mencintaimu, kamu sudah mau tua jangan banyak tingkah."


Keesokan harinya, Raffi sudah berada di rumah Vania untuk memberikan hal hal penting untuk Vania dan sudah pasti menjemput Vania, besok hari pernikahan mereka dan sudah pasti banyak hal yang harus di kerjakan.


"Jangan lama lama, kalian berdua tidak boleh terlalu lama berada di luar."


"Iya ayah, sudah aku dan mas Raffi pergi dulu, aku ingin membeli gaun pengantin," kata Vania.


"Permisi paman, pinjamkan anak nya," ucap Raffi.


Vania dan Raffi langsung pergi meninggalkan rumah, pertama-tama mereka ke butik untuk membeli gaun pernikahan, karena acara mendadak Vania tidak sempat membuat gaun yang di buat khusus untuk nya.


"Kamu itu kecil sekali ya," kata Raffi.

__ADS_1


"Aku memang kecil, hanya sebahu kamu," ucap Vania.


"Hahaha iya benar, jadi seru kalau malam malam."


"Seru bagaimana mas," tanya Vania.


"Seru lah, sangat seru kamu pasti suka," jawab Raffi.


"Ya kalau aku suka kalau tidak suka bagaimana?"


"Kemungkinan kamu tidak suka, sudah jangan membahas nya otak ku jadi tidak sehat."


Sesampainya di butik. Raffi menggandeng Vania masuk ke dalam, mereka berdua benar-benar sudah seperti pasangan yang sangat bahagia. Raffi calon suami yang tinggi dan tegap sedangkan Vania calon istri yang imut.


"Wah gaun ya, untuk nona ini. Hmmm seperti nya ada."


"Bisa di ambilkan, gaun terbaik untuk nya," kata Raffi.


Vania memakai beberapa gaun yang di bawakan pemilik butik untuk nya, beberapa gaun kebesaran yang membuat nya kelelep. Hanya satu gaun yang simpel dan pas di tubuh Vania, untung saja Vania sangat menyukai gaun itu.


"Aku suka mas," kata Vania.


"Iya kamu juga sangat cantik," ucap Raffi.


Setelah setelah memilih pakaian untuk mereka berdua, mereka pergi mencari perhiasan. Raffi sengaja membawa Vania agar Vania bisa memilih sendiri perpisahan yang ia suka. Saat berada di depan toko perhiasan mereka berdua bertemu dengan Tina dan seseorang anak kecil.


"Tina itu anak ku," tanya Raffi.


"Hmmm iya," jawab Tina.

__ADS_1


Dengan cepat Raffi mengambil anak itu yang sedang tertidur. Wajah nya benar-benar sangat mirip dengan nya.


"Sayang anak ayah," Vania membangunkan anak itu.


__ADS_2