Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Flashback


__ADS_3

Kia hanya bisa menangis, ia benar-benar sudah tidak sanggup dengan kelakuan Fahri pada nya, ia tidak menyangka kesalahan nya dulu dapat membuat Fahri dendam pada nya.


Flashback


8 tahun lalu yang lalu saat mereka berdua masih dalam satu SMA yang sama. Dulu Fahri tidak lah seperti sekarang ini ia sangat culun dan di juluki kutu buku oleh teman-teman nya, hal itu membuat Fahri minder ataupun bersedih karena memang itu sudah menjadi jalan hidup nya.


Berbeda dengan Fahri dari dulu Kia memang sudah menjadi siswi yang sangat populer di sekolah nya, dia sangat cantik dan pintar dan menjadi idola di sekolah nya.


Fahri dan Kia juga sering bertemu di luar sekolah maupun di dalam sekolah jika ada perlombaan yang memerlukan kepintaran mereka berdua, Diam-diam Fahri memiliki perasaan lebih pada Kia tetapi Fahri hany bisa memendam nya karena ia sadar diri.


Tanpa Fahri sadari Kia mulai mendekati nya dan selalu mengajak Fahri pergi bersama, walaupun berujung penolakan dari Fahri. Kia terus mendekati Fahri sampai tiba waktu nya Fahri mau dan mulai terbawah permainan yang Kia bawakan.


"Kamu tidak malu pergi dengan ku," tanya Fahri.


"Untuk apa aku malu, kita juga sudah sering bertemu," jawab Kia.


"Fahri aku ingin mengatakan sesuatu pada mu," ucap Kia.


"Hmmm ada apa," tanya Fahri.


"Sebenarnya aku suka dengan mu, tapi aku tidak berharap bisa menjadi pacar mu," jawab Kia.

__ADS_1


"Ka...kamu serius Kia," tanya Fahri.


"Iya aku serius untuk apa aku berbohong pada mu," jawab Kia.


"Sebenarnya aku juga sudah lama suka dengan mu, tapi aku sadar diri aku siapa, aku hanya pria culun dan tidak mungkin bisa mendapatkan mu," ucap Fahri.


"Fahri kenapa kamu berpikir seperti itu, oke sekarang aku saja yang menembak mu, Fahri kamu mau menjadi pacar ku," tanya Kia.


Fahri benar-benar tidak menyangka akan hal ini, ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan.


"Kia aku mau Kia," ucap Fahri.


Setelah mengungkapkan hal itu, Fahri langsung mengantar Kia pulang ke rumah, walaupun masih SMA Fahri sudah di berikan fasilitas mobil dari Bayu karena Fahri selalu menjadi juara di kelas nya.


"Cup." Kia memberikan kecupan di wajah Fahri, sebagai ucapan Terima kasih nya.


"Kia," ucap Fahri yang seakan diam membeku.


Hari demi hari telah berlalu Kia dan Fahri semakin dekat, tetapi satu sekolah tidak ada yang tau jika mereka berdua pacaran sesuai dengan kesepakatan mereka berdua.


"Fahri," Kia memeluk Fahri dengan erat.

__ADS_1


"Iya sayang," ucap Fahri.


"Aku nanti akan pergi bersama teman-teman ku, kamu pulang lebih dulu saja," kata Kia.


"Ohh kamu hati-hati ya, jangan pulang terlalu sore."


"Siap pak bos," ucap Kia.


Setelah pulang sekolah, sesuai dengan yang rencana Kia pergi bersama dengan teman-teman nya.


"Bagaimana hubungan mu dengan Fahri," tanya Filza.


"Sangat lancar tidak ada yang aneh," jawab Kia.


"Hahaha ya jelas dia masih polos sedangkan kau pura-pura polos," ujar Elisa.


"Eh enak saja, gini-gini bibir ku masih suci belum pernah bertemu dengan bibir pria lain," ucap Kia.


"Kau ingat dengan perjanjian kita kan Kia, hukuman mu karena kau kalah bermain game," kata Elisa.


"Iya aku ingat, mana mungkin aku mau lama-lama berpacaran dengan nya, aku sudah sangat risih dan malu jika berjalan dengan nya," ucap Kia.

__ADS_1


__ADS_2