Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Suara apa itu


__ADS_3

Pagi hari yang indah telah tiba, Annisa bangun dari tidurnya dengan tubuh yang terasa sangat sakit semua. Untuk bergerak saja rasa nya sangat sulit ia lakukan. Annisa rasa Reno cara reno bermain terlalu kasar, tubuh nya tidak bisa menahan kekasaran yang Reno lakukan.


"Mas, bangun tubuh ku terasa sangat sakit, tolong pijat aku," ucap Annisa.


"Aku akan memijat mu jika kau memberikan satu ronde untuk pagi ini," kata Reno.


Annisa terkejut mendengar hal itu, ia mana mungkin melakukan nya lagi, sekujur tubuh nya saja terasa sangat sakit semua. Annisa mencari alasan agar Reno tidak meminta nya lagi.


"Mas kita kan mau jalan-jalan, tubuh ku saja terasa sakit, kalau aku melakukan nya lagi aku tidak akan bisa berjalan-jalan," ucap Annisa.


"Ya sudah, aku yang membuat tubuh mu sakit. Sini aku pijat," kata Reno.


Annisa membalik tubuh nya, ia tidak mau Reno tergoda Karena ia sedang tidak memakai atasan. Mencegah memang lebih baik dari pada mengobati.


Aziel dan Zikri sudah selesai mandi, mereka berdua ingin memasak untuk para kakak yang masih tertidur dengan lelap. Untuk memasak Zikri memang tidak bisa, ia menyerahkan semua nya pada Aziel yang memang cukup bisa memasak.


Saat keluar dari pintu kamar mereka, lagi dan lagi mereka mendengar suara yang seharusnya tidak layak untuk mereka dengar.


"Aakkkk sakit mas," teriak Annisa.


"Tahan Annisa, sebentar lagi tidak akan sakit kok, mau akan enakan," kata Reno.


Dengan cepat Aziel menyingkir dari tempat itu, ia tidak mau otak nya terkontaminasi dengan sesuatu yang jelek. Sebenarnya Zikri masih ingin berada di tempat itu tetapi Aziel menarik nya pergi.


"Pijatan mu sakit," ucap Annisa.


"Kalau tidak sakit tidak akan aku pijat," kata Reno.


"Tapi tubuh ku agak enakan," ucap Annisa.


"Aku yang membuat tubuh mu sakit dah aku juga yang akan mengobati nya, sudah sekarang kau mandi atau kau mau mandi bersama ku."


"Aku mandi sendiri," ucap Annisa.


Selagi Annisa mandi, Reno memilih membuka handphone nya. Mata nya memicing saat melihat pesan dari Kayla, Kayla menuliskan pesan jika ia harus pergi sepagi mungkin karena ia mendapatkan tiket pesawat pada jam pagi.


"Wangi apa ini," ucap Reno.


Karena penasaran dengan aroma wangi yang tercium Reno memutuskan untuk keluar kamar, sebelum itu ia tidak lupa memakai celana Boxer kebangsaan nya.


"Hey kau tadi malam sudah di pakai, kenapa masih bangun. Tidur lah aku sulit memakai celana," ucap Reno.

__ADS_1


Di dapur Aziel sedang memasak spaghetti, ia tau jika kakak nya tida terlalu suka dengan spaghetti tetapi mau bagaimana lagi, hanya ada bahan makanan itu yang tersedia di dalam dapur nya.


"Aziel kau pandai memasak ya," kata Zikri.


"Aku hanya bisa tidak pandai," ucap Aziel.


"Wah adik-adik ku sedang memasak, kalian hebat." Reno berjalan mendekati mereka berdua.


Zikri dan Azila terkejut melihat kedatangan Reno, padahal baru beberapa menit lalu mereka mendengar Reno masih melakukan kewajiban nya. Dan saat ini Reno sudah berada di depan mereka.


"Sudah siap kak," tanya Zikri.


"Sudah siap apa?" Reno tidak mengerti apa maksud dari ke dua adik nya.


"Aku kira suhu ternyata cupu," ucap Aziel.


"Hahaha kau benar, kakak cupu padahal baru sebentar, kenapa sudah siap saja," kata Aziel.


"Hey apa maksud kalian, aku tidak mengerti," ucap Reno.


"Bukan nya tadi kakak sedang melakukan kewajiban kakak sebagai suami. Kenapa sudah siap saja," kata Zikri.


"Kewajiban." Reno berpikir sejenak. "Tidak ada, kalian salah dengar, aku sedang memijat kakak ipar kalian," ucap Reno.


"Ha hanya satu jam." Reno hanya bisa tertawa.


"Jadi tadi malam kakak benar melakukan nya," tanya Aziel.


"Kalian tau dari mana si," tanya Reno yang penasaran kenapa ke dua adik nya bisa tau apa yang ia lakukan tadi malam.


"Kami mendengar semua nya kak, jadi kami tau apa yang sedang kakak lakukan di dalam kamar."


"Aziel, jadi kamar ini tidak kedap suara," tanya Reno.


"Tidak kakak," jawab Aziel.


"Pantas saja, kakak ingatkan pada kalian berdua. Jika malam hari jangan pernah mendekati kamar kakak," Ucap Reno.


"Siap kak," kata mereka berdua.


"Tadi malam berapa jam kak," tanya Zikri.

__ADS_1


"Hey bocah jangan banyak tanya, dari kalian pergi sampai tengah malam," jawab Reno.


"Wih mantap."


"Kata jangan banyak tanya tapi di jawab juga," gumam Aziel.


"Apa yang kau katakan Aziel?"


"Tidak ada kak, sudah kakak mandi saja. Kami akan membuatkan makanan yang enak untuk kalian," ucap Aziel.


Satu jam telah berlalu, semua makanan yang mereka masak sudah jadi. Dari spaghetti, sosis dan masih banyak makanan instan lainnya. Reno dan Annisa keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi dan wangi. Sambil tersenyum Annisa mencoba makanan yang Aziel masak.


Aziel menutup kupingnya karena ia takut makanan ia masak tidak enak, tetapi dugaan nya salah besar. Annisa suka dengan masakan nya.


"Hmmm enak sekali, siapa yang memasak semua ini. Aziel atau Zikri," tanya Reno.


"Aziel kak. Masakan nya memang enak," jawab Zikri.


"Kakak ipar suka," tanya Aziel.


"Iya suka, kau hebat Aziel," jawab Annisa.


Aziel merasa sangat bangga pada diri nya sendiri karena ia mendapatkan pujian dari kakak ipar. Reno yang memang tidak suka makanan instan memakan sedikit makanan yang ke dua adik nya persiapkan. Ia merasa harus menghargai kerja keras ke dua adik nya.


"Maaf Ziel. Kakak makan sedikit bukan berarti tidak enak. Kau tau sendiri kan kakak tidak suka makanan instan," ucap Reno.


"Hahaha iya kak, aku tau itu," kata Aziel.


Hari ini Reno memutuskan untuk jalan-jalan di perkotaan terlebih dahulu, ia ingin menelusuri kota tempat ia berada saat ini. Aziel dan Zikri juga setuju, mereka berdua ikut kemana pun Reno pergi.


"Ziel kau akan menjadi pemandu kami," ucap Reno.


"Siap kak," Saut Aziel.


"Asik apa yang tidak aku dapat kan sebelum nya akan aku dapatkan jika bersama kak Reno," batin Aziel.


Setelah selesai makan mereka berempat langsung turun dari gedung apartemen. Reno sudah tidak sabar melihat wisata apa saja yang ada di kota ini.


"Zikri kenapa, kakak ipar selalu memakai topi, hanya di rumah kakak berani melepaskan topi nya," bisik Aziel.


"Aku juga tidak tau," kata Zikri.

__ADS_1


Semenjak beberapa waktu lalu, Annisa sudah berani melepaskan topi nya jika sedang bersama orang yang ia kenal, ia yakin tidak akan terjadi apa-apa.


__ADS_2