Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
episode 42


__ADS_3

"Ha!! aku mau pulang dulu," ucap Anna.


"Tak usah Anna, tak usah pulang, kamu bisa langsung tinggal di sini, jangan takut dengan Harry, Harry tak akan memakan mu," kata Reno.


"Oh iya kapan pernikahan itu," tanya Aziel.


"Lusa atau besok, ayah akan mempersiapkan semuanya dulu, setelah semuanya selesai ayah langsung menggelar pernikahan itu."


Harry bingung, ia tak tau harus senang atau bagaimana, ia ingin menikah tetapi tidak tau apa yang harus ia lakukan setelah menikah.


Setelah membicarakan semuanya, mereka pun beristirahat di kamar masing-masing. Anna tetap pulang ke rumah nya karena ia harus sekolah besok, masa izin sekolah nya sudah selesai hari ini.


"Akhirnya aku bisa beristirahat dengan nyenyak," ucap Aziel.


"Sayang aku ingin berendam, jangan mencari ku." Dinda berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Aziel tersenyum mendapat hal itu, ia membuka pakaian nya satu persatu, ia ingin menyusul Dinda berendam, dan sudah pasti sekalian menikmati cinta bersama. Tetapi tiba-tiba handphone nya berbunyi, panggilan masuk dari nomor yang tak di kenal.


Ternyata sebelum nomor itu menghubungi nya sudah ada beberapa pesan masuk ke nomor WA nya. Sebelum ia mengangkat nya, Aziel memilih melihat pesan apa yang di kirim oleh nomor itu.


"Sebuah foto sekali lihat," ucap Aziel.


Aziel membuka foto itu, hanya sekali lihat saja, setelah ia buka dan kembali foto itu tak aan bisa ia buka lagi. Mata Aziel terbelalak melihat Dinda dengan banyak orang, satu orang di foto itu sangat Aziel kenali yang tak lain dan tak buan adalah musuh nya sendiri. Sebelum panggilan itu mati Aziel buru buru mengangkat nya.


"Halo.'' ucap Aziel.


"Hahaha akhirnya kamu mengangkat panggilan ku sayang, pasti kamu penasaran kan dengan foto itu!!!"


"Lisa ini kau?? Dari mana kau mendapatkan foto itu, katakan Lisa dari mana kau mendapatkan nyaa???"


"Dari mana aku mendapatkan foto itu tak penting sayang, yang harus kamu tau sekarang istri mu tak sebaik yang kamu pikirkan sayang, semua nya tak seperti yang terlihat sayang. Kalau kamu mau tau semua nya aku akan memberitahu mu, aku ingin bertemu dengan mu di tempat biasa kita menghabiskan waktu bersama."


"Hahahaha aku tak akan bertemu dengan mu, aku sedang berada di Indonesia. Adik ku sebentar lagi akan menikah, aku tak akan pergi meninggalkan pernikahan nya. Untuk bertemu dengan mu minggu depan baru aku bisa, kalau kau tak mau terserah," kata Aziel


Lisa mengerutkan dahi nya, ia malah yang di atur oleh Aziel, padahal Aziel sendiri yang memerlukan informasi dari nya. Lisa sangat kesal akan hal itu tetapi ia tak bisa berbuat banyak selain mengikuti apa yang Aziel katakan.


"Ya sudah lah, minggu depan kita bertemu di tempat biasa." Lisa mematikan sambungan telepon itu.


Aziel tak bisa percaya begitu saja sebelum ia mengetahui semua nya dengan benar. Aziel tak ingin ambil pusing, ia tak mau memperburuk hubungan nya dengan Dinda yang sudah baik. Masalah itu akan ia selesai kan setelah kembali ke Australia. Masalah ini tak akan membuat masa masa indah nya disini rusak, apalagi sebentar lagi adiknya akan menikah.


Aziel kembali melanjutkan apa yang ia inginkan tadi, tetapi saat ingin masuk ke dalam kamar mandi. Istri nya sudah keluar dari dalam kamar mandi. Dinda tak jadi berendam karena memiliki firasat tak baik pada Aziel, dan benar saja ia melihat Aziel sudah naked tak memakai apa apa. Kalau sempat ia berendam tadi, dapat pastikan ia bisa mengembang seperti mie yang terlalu lama di biarkan.


"Wah kamu sudah siap sayang, padahal aku ingin menyusul mu," ucap Aziel.


"Hahaha tak perlu sayang, aku sudah memiliki firasat buruk tentang mu."


Mata Dinda tertuju pada bagian bawa Aziel. Ternyata bukan diri nya yang mengembang tetapi milik Aziel yang mengembang. Dinda sampai merapat kan ke dua kaki nya, ia tak tau bagaimana bentuk benda itu jika sudah bangun dari tidur nya. Melihat nya begitu saja sudah membuat Dinda sangat merinding.


"Sayang itu kamu semakin..."


"Sayang kamu tak ingin," tanya Aziel.


Aziel menarik tangan Dinda dan menundukkan nya di atas sofa. Ia menarik handuk di tubuh Dinda yang membuat Dinda langsung naked seperti diri nya.


"Aku sudah lama menginginkan," ucap Aziel.


Di tempat pain dan Lisa benar-benar sangat kesal dengan Aziel. Ia meminum banyak alkohol untuk mengurangi rasa kesal di kepala nya. Padahal ia ingin memberitahu keburukan istri nya. Lisa yakin kalau Aziel mengetahui semua nya, ia masih memiliki kesempatan untuk kembali bersama dengan Aziel.


Lisa tak akan menyianyiakan kesempatan besar ini, ia sangat yakin bisa mengambil Aziel kembali setelah Aziel tau tentang Dinda, rasa cinta nya pada Aziel begitu besar yang membuat nya menyelidiki semua hal tentang Dinda. Lisa sendiri sampai terkejut mengetahui fakta ini, ia tak pernah menyangka istri yang Aziel banggakan seperti itu.

__ADS_1


Kembali pada DInda dan Aziel yang sedang memadu kasih setelah satu minggu libur, Aziel benar benar sangat menikmati momen indah nya dengan Dinda, ia sudah sangat menginginkan Dinda, Dinda benar benar sangat candu bagi nya, ia tak pernah mau berpisah dengan istri nya ini apapun yang terjadi.


"Kamu siap sayang, ini sudah sangat di perbarui, kamu harus menikmati nya sayang, rudal Amerika ku sudah berubah menjadi rudal balistik Rusia," kata Aziel.


Dinda tak memperdulikan ucapan Aziel, di saat seperti ini Aziel masih bisa berkata seperti itu, Dinda hanya bisa menahan nafas nya saat benda besar yang sudah di perbarui itu mulai masuk ke dalam bagian inti nya, rasa nya seperti malam pertama yang ke dua kali nya, Dinda tak habis pikir kenapa Aziel memperbesar nya, ini sangat menyiksa diri nya.


"Tahan sayang, sebentar lagi..."


Keesokan harinya, Aziel dan Harry menghabiskan waktu berdua di taman rumah. Sebelum sedikit terkena matahari, tubuh Harry harus di lumuri dengan cream khusus agar tidak kulit nya tak terbakar. Harry harus mengulangi nya selama 2 jam sekali.


"Bang sudah kau pakai," tanya Harry.


"Ha... Apa nya yang sudah aku pakai," tanya Aziel.


"Itu nya, kan kemarin kita membesarkan nya bersama sama, masa kau lupa. Sumpah punya ku sudah jauh lebih besar. Aku tak tau gunanya untuk apa, yang jelas aku geli sendiri," jawab Harry.


"Hahaha kau tak akan menggunakan nya sampai kau menikah dengan mengerti apa gunanya. Kalau abang si sudah, ya begitu lah nama nya juga di perbarui pasti memerlukan penyesuaian nya. Tu yang merasakan nya sampai sekarang belum bangun," kata Aziel.


Walaupun tak mengerti apa yang Aziel katakan. Harry hanya mengganggu kan kepala nya. Ia yakin jika sudah waktunya pasti ia akan mengerti semuanya. Hanya waktu saja yang belum memberikan kesempatan untuk nya.


Aziel melepaskan baju nya dan langsung melompat ke dalam kolam renang. Memang enak sekali menyegarkan diri setelah pertempuran panjang malam tadi. Ia sangat puas dengan pelayan yang istri nya berikan pada nya.


"Bang aku ingin berenang," ucap Harry.


"Tidak bisa Harry, nanti luntur cream itu, kamu bisa ambil kan abang buah buahan disana, tinggal petik saja," kata Aziel.


"Aku tak mau bang, pasti banyak nyamuk. Aku sedang menunggu Anna, katanya setelah sekolah dia akan langsung ke sini," ucap Harry.


"Kau tertarik dengan nya har, kau suka dengan nya," tanya Aziel.


"Hmmm aku tak suka dengan nya. Aku hanya mencoba dekat dengan nya saja," jawab Harry.


"Mencoba dekat dengannya, bukannya itu tahap menuju suka Har, tapi kalau kau sua dengan nya tak papa. Itu arti nya kau normal, itu arti nya kau mempunyai jiwa buaya yang cukup kuat, karena kau baru saja bertemu dengan nya sudah mulai suka dengan nya, tak papa har jangan minder abang suka jika kau jadi buaya."


Satu persatu pria yang ada di rumah itu mulai bergabung dengan mereka berdua, termasuk anak anak Reno yang mulai berenang bersama dengan paman mereka Aziel, sedangkan Reno nya duduk di samping Harry mengawasi anak anak nya yang memang sudah sangat jago berenang.


''Ayah diman bang sejak tadi pagi aku tak melihat nya, bahkan saat sarpan tadi."


"Mungkin ayah sedang ada pekerjaan atau sedang mengurus pernikahan mu dengan Anna, kau tau sendiri kan bagaimana ayah, untuk anak anak nya pasti ingin yang terbaik dan tercepat," kata Reno.


"Oh begitu, aku sangat bangga dengan ayah, pada siapapun ia seperti itu ia juga tak pernah membedakan kita bertiga, semua nya di perlakukan dengan adil pada nya," ucap Harry.


"Ya begitu lah ayah, pria yang sangat pantas kita katakan sebagai super hero keluarga."


Saat sedang asik asik nya mengobrol ada seseorang yang tak terduga datang, seseorang itu sangat tak terduga kedatangan nya, siapa lagi jika bukan Kayla anak kandung pertama Iqbaal dan Alya.


Kayla tak pernah bergabung dengan mereka karena ia ikut dengan suami nya yang tinggal di Bali, jika tak karena Harry sakit ia mungkin tak akan pulang,


"Harry." Kayla langsung memeluk Harry dengan erat, ia sangat kasihan dengan adi bontot nya ini.


''Kakak, kakak baru datang, aku tak tau kalau kau datang kesini, aku sudah sangat menungggu kedatangan mu."


"Maafkan kakak sayang, tetap yang terpenting kan kakak sudah ada di sini."


"Apa kabar kak." Kayla memeluk Reno, ia juga sudah cukup lama tak bertemu dengan Reno.


"Sangat bai, sibuk apa si suami mu sampai sulit sekali untuk pulang?"


"Hahaha nama juga pebisnis kak , pasti lah sangat sibuk."

__ADS_1


"Apa kabar kak, maafkan aku masih ada di air," ucap Aziel.


"Naik kau tak sopan dengan kakak mu sendiri," kata Kayla.


"Hahaha maaf maaf." Aziel langsung naik ke atas.


Dengan cepat Reno melemparkan handuk pada Reno karena terlihat sekali burung nya meneplak.


"Maaf," ucap Aziel.


"Kau itu sudah tau milik mu besar kenapa tak memakai dalaman saat berenang," kata Reno.


"Maaf bang, sudah lah jangan di bahas aku malu dengan kakak," ucap Aziel.


"Apa kabar adik kakak yang gagah, tampan tapi nakal," tanya kayla.


"Hahaha sangat baik kak, bagaimana kabar mu? kau di pernikahan ku saja tak datang."


"Aku sangat baik Aziel, maaf ya. Ya sudah aku ingin bertemu dengan mamah. Kalian lanjut lah."


Kayla pergi meninggalkan tempat itu.


"Aku ingin berenang lagi." Aziel melemparkan handuk itu ke arah Reno.


"Kau pikir kau saja yang ingin berenang, aku pun sama." Reno membuka baju nya dan langsung melompat ke dalam air.


Harry hanya bisa melihat kesenangan yang para abang nya lakukan. Ia tak bisa bergabung dengan mereka karena ia tak boleh sembarangan, melihat kebersamaan keluarga nya sudah membuat nya sangat bahagia. Ia merasakan kebahagiaan yang mereka semua rasakan.


"Sayang, kamu tak berenang," tanya Iqbaal yang bergabung dengan mereka semua.


Ia baru saja menyelesaikan semua persiapan pernikahan Harry dan Anna. Meskipun hanya pernikahan sirih dan tertutup Iqbaal tetap ingin yang terbaik anak nya itu. Ia tak mau Harry merasa tidak bahagia di hari pernikahan nya.


"Aku tak boleh ayah.. Ayah dari mana," tanya Harry.


"Ayah dari luar sayang, ayah menyelesaikan semua persyaratan pernikahan mu. Dan sudah pasti ayah ingin yang terbaik di hari pernikahan mu," jawab Iqbaal.


"Oh iya ayah, ayah tau kalau kak Kayla sudah datang," tanya Harry.


"Ya ayah sudah tau kalau dia datang, kau senang tidak semua keluarga mu berkumpul?"


"Ayah ini bagaimana si ya aku sangat senang lah, siapa yang tak senang semua nya berkumpul.''


"Sayang, ayah sudah membereskan semua nya. Nanti malam kau sudah bisa menikah," ucap Iqbaal.


"Nanti malam ya yah, sangat cepat ya. Tapi kenapa aku senang ya. Oh iya ayah mau cucu perempuan atau laki-laki dari ku," tanya Harry.


"Apa saja sayang, jangan pikiran apa apa, sudah fokus dengan pernikahan mu saja," jawab Iqbaal.


"Begitu yah, ya sudah aku akan fokus meskipun tak tau apa yang harus aku fokuskan," ucap Harry.


"Hahaha apa saja lah har. Anna sebentar lagi sampai. Sana tunggu dia di dalam, berpenampilan yang menarik dan wangi ya. Agar Anna tak ilfil dengan mu," kata Iqbaal.


"Sayang dengar kan ayah.. Jangan lemah, hidup sedang mengajarimu bagaimana bertahan dengan baik. Ketika kamu jatuh, bangunlah untuk memegang impianmu kembali. Ketika kamu ragu, kuatkan doamu karena saat itu hanya rasa percaya kepada Tuhan yang mampu menghilangkan ragumu terhadap apa yang kamu ragukan itu." Iqbaal memberikan kata kata motifasi untuk anak nya.


"Iya yah, aku tau itu Terimakasih." Harry masuk ke dalam rumah meninggalkan mereka semua.


"Hey kalian semua, ayo naik lah ada yang ingin ayah katakan," ucap Iqbaal.


"Iya yah." Reno dan Aziel langsung naik ke atas.

__ADS_1


"Ada apa yah," tanya Reno.


"Begini Harry nanti malam sudah bisa menikah, siapkan semuanya sebaik mungkin. Meskipun tertutup buat semua nya berkesan untuk nya."


__ADS_2