Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Manja.


__ADS_3

Waktu semakin malam, dan acara pesta sudah selesai. Semua keluarga meninggal kan lantai dasar untuk beristirahat. Pasangan masing-masing masuk ke dalam kamar mereka. Untuk Reno ia memilih masuk ke dalam kamar Aziel, tentu saja untuk meledek Aziel yang sedang patah hati.


Aziel tertidur dengan wajah dengan penuh air mata. Sakit hati benar-benar membuat nya sampai sehancur itu. Mau tertawa tapi Reno kasihan dengan Aziel yang terlihat sangat menyedihkan.


"Ziel," Reno mengusap wajah adik nya itu dengan kain.


Karena merasakan pergerakan di wajah nya. Perlahan Aziel membuka mata nya.


"Kau tidak papa kan," tanya Reno.


"Hmmmm," gumam Aziel.


"Kau jangan membuat ku tertawa, kau sakit hati kan," tanya Reno.


"Jangan mengejek ku," jawab Aziel.


"Ziel kau panas, kau sakit," tanya Reno.


"Berapa lama kau menangis," tanya Reno.


"Aku tidak tau, dari aku selesai bernyanyi sampai 30 menit lalu," jawab Aziel.


"3 jam lebih kau menangis, apa sesakit itu," tanya Reno.


"Sangat sakit kakak," jawab Aziel.

__ADS_1


"Kau benar-benar panas. Minum obat ya, kau nanti demam," ucap Reno.


"Tidak mau aku tidak sakit."


"Ya sudah, kalau sakit minum obat saja ya," ucap Reno.


"Temani aku tidur, jangan pergi," kata Aziel.


"Aku ingin malam pertama Ziel."


"Malam pertama, kau susah malam pertama sejak lama. Sudah kak aku sedang sedih, aku butuh teman," kata Aziel.


"Ya ya ya, geser," ucap Reno.


Reno memutuskan untuk tidur bersama adik nya ini, sebenarnya dulu mereka berdua cukup dekat tetapi semenjak Aziel sekolah sana sini, membuat hubungan mereka renggang dan Reno tertutup pada adik nya ini.


"Aku ingin tidur, bukan mendengar kan mu menangis," kata Reno.


"Kakak tidak pernah patah hati."


"Hmmm pernah, dan aku juga menangis, tapi saat itu Harry datang memeluk ku," kata Reno.


"Harry bocah tengik itu," tanya Aziel.


"Hahaha iya, dia kecil begitu tapi bisa menenangkan ku," jawab Reno.

__ADS_1


"Kakak saja sampai menangis, apa lagi aku, dia cinta pertama ku," ucap Aziel.


"Ya ya ya, sudah jangan cengeng begitu."


"Aku mengenal wanita itu," tanya Reno.


"Tidak tau, aku saja terkejut melihat wanita itu datang ke sini, bersama pria lain juga. Aku rasa pria itu mengenal kak Kayla atau kak David," jawab Aziel.


"Mungkin saja, sudah tidur lah, besok pasti kau jauh lebih tenang," ucap Reno.


"Kak kau bukan kakak kandung ku, kau sangat baik pada ku," kata Aziel.


"Apa urusan nya, mau adik kandung atau tidak aku tetap sayang dengan adik adik ku."


"Jangan berubah lagi ya kak, aku suka dengan sifat mu seperti ini, aku pasti sangat membutuhkan mu di masa akan mendatang."


Keesokan harinya. Pagi sekali Iqbaal, Kia serta Fahri sedang dalam perjalanan ke TPU. Mereka ke makam anak pertama mereka yang telah pergi meninggalkan mereka semenjak lahir. Rasa sakit Yang Kia rasakan 17 tahun lalu, kembali muncul saat melihat makam anak nya dari kejauhan.


"Kakak merawat nya," ucap Kia.


"Jelas dia keponakan ku, aku dan Alya satu bulan sekali ke sini," kata Iqbaal.


"Terima kasih kak," ucap Kia.


"Anak ayah apa kabar, ayah benar-benar sangat merindukan mu," kata Fahri.

__ADS_1


"Ahkkkkkk." Teriak Harry yang terjatuh di atas tanah. Ia sangat jijik pada tanah yang menurut nya kotor.


"Manja," ucap Hans.


__ADS_2