
"Siapa," tanya Dinda.
"Seseorang, tapi aku tidak tau," jawab Zikri.
"Itu kan, aku pun juga, kayak ada seseorang yang mirip dengan nya," kata Aziel.
"Kalian bagaimana si, kalian lupa jika setiap orang di dunia ini pasti memiliki kemiripan," ucap Dinda.
"Sayang." Lisa berjalan mendekati Aziel.
Ia langsung memegang tangan Aziel yang sudah du perban.
"Kamu tau aku di sini dari mana," tanya Aziel.
"Dari karyawan kamu, kata nya kamu ke rumah sakit Rumah sakit langganan kamu cuma ini."
"Ikut aku." Aziel membawa Lisa pergi dari sana, ia ingin membahas hubungan nya bersama dengan Lisa.
"Sayang kamu memutuskan ku begitu saja," tanya Aziel.
"Maafkan aku sayang, ini semua karena abang ku, setelah abang ku pergi kita akan kembali."
"Kamu tau bagaimana cara agar abang mu dan keluarga mu tidak memisahkan kita," tanya Lisa.
"Bagaimana cara nya," tanya Aziel.
"Mempunyai anak," jawab Lisa.
"Anak? Maksud kamu bagaimana," tanya Aziel.
"Ya aku mempunyai anak dari mu," jawab Lisa.
"Kita belum menikah, bagaimana itu bisa terjadi," tanya Aziel.
"Sayang di sini biasa seperti itu," jawab Lisa.
"Tak mungkin sayang, ya mungkin kita tidak bisa di pisahkan, tetapi aku di bunuh orang tua ku. Kamu tau keluarga ku siapa kan. Masih ada Harry adik ku untuk mewarisi perusahaan ayah ku."
"Sayang ini bukan ide yang bagus, aku tidak mungkin melakukan hal itu, nanti aku pikirkan hal lain," kata Aziel.
Memang ayah nya tidak akan membunuh nya, bisa jadi Iqbaal langsung menarik semua nya, menggulingkan restoran nya, dan memiskinkan nya, mana mungkin Aziel hidup dengan kemiskinan. Lisa juga hanya diam, ia juga tidak mungkin hidup dengan Aziel jika Aziel jatuh miskin.
"Untuk dua minggu ini kita jangan bertemu dulu, abang ku masih di sini, jadi untuk keamanan kita berdua lebih baik kita tidak bertemu dulu," ucap Aziel.
__ADS_1
"Ya sudah, aku akan menuruti mu, aku boleh meminta uang jajan," tanya Lisa.
"Uang yang aku berikan minggu lalu habis?"
"Habis..."
"Nanti aku akan mengirim ke rekening mu, 100 juta untuk dua minggu," ucap Aziel.
"Terimakasih sayang." Lisa mencium wajah Aziel dan langsung pergi meninggalkan Aziel.
Aziel kembali ke ruangan dokter, ia tidak mau Zikri mengadu pada Reno.
"Sudah Ziel, ah cepu ah, mana tau aku mendapatkan uang," kata Zikri.
"Tak kunci mulut mu dengan 10 juta," ucap Aziel.
"50 Juta," kata Zikri.
"Iya 50 juta, sempat kau cepu, aku akan membunuhmu."
Aziel dan Zikri mengantarkan Dinda pulang ke rumah. Dengan kondisi seperti ini tidak mungkin Dinda untuk bekerja kembali. Lebih baik Dinda istirahat di rumah untuk memulihkan diri nya sebelum operasi mata nya.
"Antar kan dia sampai ke dalam kamar," kata Zikri.
"Hey tidak sopan," ucap Aziel.
"Iya sama sama, istirahat lah," ucap Aziel.
Setelah mengantarkan Dinda pulang ke rumah, mereka pun langsung pulang ke apartemen. Aziel ingin istirahat karena diri nya benar-benar sangat lelah, tangan nya terasa sakit yang membuat Aziel enggan melakukan banyak hal.
"Ziel aku tidak ke apartemen mu," kata Zikri...
"Terserah mu," ucap Aziel.
Zikri mengantarkan Aziel ke apartemen dulu sebelum ia pergi, mana mungkin Aziel membawa mobil sendiri dengan tangan yang luka seperti itu.
"Hati hati," ucap Aziel.
"Kau yang hati hati di apartemen, jangan membawa wanita lagi," kata Zikri.
"Awas jangan cepu, aku sudah mengirimkan uang itu pada mu." Aziel pergi meninggalkan Zikri.
"Hahaha siap." Zikri pun pergi meninggalkan apartemen itu.
__ADS_1
Aziel masuk ke dalam apartemen nya. Ia terkejut melihat abang nya sedang berciuman dengan seorang wanita. Hampir saja Aziel salah sangka, saat ingin marah wanita itu ternyata kakak ipar nya sendiri.
"Abang," ucap Aziel.
"Aziel." Reno gelagapan tertangkap basah oleh Aziel.
"Kau ya bang, ini apartemen ku," kata Aziel.
"Ya terus, aku juga tidak selingkuh," ucap Reno.
"Ziel tangan mu kenapa," tanya Annisa.
"Tidak papa kak, kecelakaan kecil di tempat kerja," jawab Aziel.
"Di kamar tidak ada siapa siapa kan," tanya Aziel.
"Tidak ada," jawab Reno.
"Kamar saja bang," kata Aziel sambil pergi meninggalkan Reno dan kakak ipar nya.
"Sayang kamu itu ya," ucap Annisa.
"Hahaha aku sudah tidak tahan, nama nya juga sudah satu minggu tidak mendapatkan jatah."
"Tapi kan."..
"Sudah ayo." Reno membawa istri nya ke kamar tamu. Selagi mereka tidak mendapatkan gangguan dari anak anak mereka berdua. Reno ingin menghabiskan waktu dengan istri nya.
"Harry," ucap Aziel.
"Abang," kata Harry sambil berjalan memeluk Aziel dengan sangat erat. Harry benar-benar sangat merindukan abang nya ini.
"Abang sangat merindukan mu har, sudah hampir 3 tahun," kata Aziel.
Selama itu mereka berdua tidak bertemu, Aziel tidak pulang pulang, dan Harry tidak bisa terkena tangan panas, tubuh nya akan memerah jika terkena panas. Sekarang lagi musim dingin yang membuat Harry bisa ke Australia. Harry juga baru keluar dari sekolah ketat nya, selama 3 tahun yang membuat nya juga tidak bisa kemana-mana.
"Kau sudah remaja har," kata Aziel.
"Hahaha iya bang, kau sudah tua," ucap Harry.
"Kau tampan har," kata Aziel.
"Aku memang tampan bang," ucap Harry.
__ADS_1
Di tempat lain....
"Sial mata ku jadi seperti ini, mana Aziel semakin memperhatikan ku," ucap Dinda.