
Harry mengambil korek api dan menghidupkan lilin ulang tahun itu. Waktu sudah semakin dekat, Anna sudah tak sabar untuk meniup nya.
"Tiga... Dua... Satu... Tiupp."
Sambil memejamkan mata nya Anna mulai berdoa.
"Tidak ada kata yang paling indah selain kata-kata ucapan selamat ulang tahun yang mengandung doa yang baik. Aku selalu berdoa, semoga di hari ulang tahunku ini, aku menjadi orang yang lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya. Satu resolusiku di usia yang baru. Apa adanya dan tak muluk-muluk. Memilikimu seutuhnya dengan cinta yang sederhana, dan aku akan bersukacita karena aku tahu seberapa jauh Tuhan telah membawaku dalam hidup ini. Semoga Tuhan yang baik dipuji selamanya. Selamat ulang tahun untukku.".
Anna meniup lilin utang tahun itu...
"Selamat ulang tahun, sayang! Semoga terus tumbuh dan bahagia. Bagikan cahaya mu dengan dunia tapi simpan semua cinta hanya untukku. 364 hari dalam setahun kamu memperlakukanku seperti seorang ratu. Giliran kamu untuk menerima perhatian dariku hari ini. Have a wonderful birthday." Aziel mendekati bibir Anna dan mengecup nya.
Anna terdiam mendengar ucapan dari Garry, ini pertama kali nya Harry memanggilnya sayang, sebelum nya Harry tak pernah. Jantung nya langsung berdetak dengan sangat cepat. Apalagi Harry menambahkan kecupan manis di bibir Anna.
"Maaf aku tak bisa memberikan kado spesial untuk mu, aku hanya bisa memberikan ini." Harry memberikan Anna satu set perhiasan berlian mewah. Ia meminta ayah nya untuk membelikan perhiasan ini, dengan cepat Iqbaal pun langsung membelikan apa yang Harry minta. Apalagi saat tau menantu nya ulang tahun.
"Kamu kapan ya membeli nya, kamu selalu bersama ku??"
"Ada deh, suka tidak?"
"Sangat sukaa." Anna langsung memeluk Harry dengan sangat erat.
Handphone Anna berbunyi dengan keras. Panggilan dari keluarga nya. Anna sudah menduga pasti keluarga nya akan menghubungi nya. Biasa nya mereka orang pertama yang mengucapkan ulang tahun nya. tetapi sekarang sudah di ambil alih oleh Harry.
"Keluarga ku," ucap Anna.
"Angkat lah.."
"Selamat ulang tahun Anna." ucap mereka semua dengan sangat kompak.
"Makasih semua, aku sangat menunggu ucapan dari kalian."
"Sayang kamu merayakan nya dengan siapa," tanya Bima.
"Dengan nya saja." Anna mengarahkan kamera nya pada Harry.
__ADS_1
"Berdua saja? wah suami mu sangat romantis," ujar Lisa.
"Ya sudah sayang, besok datang ke sini, nanti mamah masakan yang enak. Ya Harry.."
"Iya tante," ucap Harry.
"Bye bye..." Anna mematikan sambungan telepon itu.
Harry mengambil sepotong kue itu dan mengarahkan nya ke arah mulut Anna.
"Seharusnya aku yang menyuapi mu." Anna mengambil kue itu dan mengembalikan nya pada Harry.
"Enak manis seperti kamu," ucap Harry.
"Ini pertanyaan yang sangat spesial untuk ku, Terima Harry kamu memang sangat luar biasa, kamu yang terbaik dalam hidup ku," kata Anna.
"Sama sama, karena kamu aku jauh merasa lebih baik lagi, aku sangat bersyukur menikah dengan mu."
Momen ini mereka berdua abadikan dengan kamera handphone. Si cantik dan tampan bergaya dengan sangat keren di depan kamera. Anna masih tak menyangka diri nya bisa mendapatkan sosok Harry yang begitu tampan nya.
"Maaf, aku bingung kenapa ada pria setampan kamu," kata Anna.
"Kamu bisa saja ya, oh iya ini malam kamu sudah 16 tahun.."
"Iya aku ingat janji ku, aku menerima semua nya," ucap Anna.
"Kamu serius," tanya Harry.
"Iya lah, kamu suami ku, tubuh ku hak mu," ucap Anna.
Harry sempat bingung harus melakukan apa, ia ragu-ragu untuk melakukan hal itu. Ia takut semua nya tak seperti yang ada di dalam pikiran nya. Tetapi ia sudah sangat ingin memberikan ayah nya cucu, ia benar-benar takut umur nya tak akan panjang.
Harry menggendong Anna ke atas ranjang. Mereka berdua saling menatap sebelum saling berciuman. Tak ada yang mengulangi mereka lagi malam ini, dan seperti nya Harry akan melepaskan keperjakaan nya di umur yang belum genap 15 tahun. Karena sakit yang ia derita membuat Harry harus melakukan hal ini, pikiran nya yang selalu menghantui otaknya membuat Harry tak tenang.
Tangan Harry membuka sleting pakaian Anna, ia melepaskan pakaian itu sampai Anna hanya memakai d*laman saja. Begitu juga dengan Harry yang sudah hanya memakai d*laman saja. Ia melakukan nya persis seperti buku yang di baca nya.
__ADS_1
"Anna itu kamu sudah ada," ucap Harry.
"Harry aku malu, ya aku sudah ada kan sudah 16 tahun. Dari umur 12 tahun pun aku sudah mempunyai nya," kata Anna.
"Boleh aku buka," tanya Harry.
"Jangan bertanya lakukan saja aku malu mengatakan nya," jawab Anna.
Tangan nya menurunkan kaca mata milik Anna, ini pertama kali nya Harry melihat langsung benda bulat indah di depan mata nya. Tangan nya langsung gatal ingin memegang nya.
"Harry," ucap Anna.
"Iya sayang, kamu jangan takut ya, dari buku yang aku baca kamu tak perlu takut itu akan membuat ku terasa tegang," kata Harry.
Harry tak menggunakan tangan nya, ia menggunakan bibir nya langsung. Hal itu membuat Anna terkejut. Apalagi sebenarnya dada Anna masih proses pertumbuhan. Harry dapat merasakan benda itu begitu padat nya.
Setiap pemanasan dapat mereka lalui dengan baik. Harry dan Anna sudah membaca buku yang dokter berikan, mereka berdua sudah tau apa yang harus di lakukan. Apalagi Anna anak IPA, ia tau betul hubungan seperti ini.
Mata Anna terbelalak melihat milik Harry yang sudah bangun dengan sangat menantang, ukuran nya hampir 75 persen dari ukuran penggaris 30 CM. Berarti sekitar 22-23 CM. Itu sudah sangat luar biasa di usia nya yang masih menginjak 15 tahun kurang 3 minggu.
"Harry itu sangat besar, aku tak yakin," kata Anna.
"Punya bang Aziel 5 cm lebih besar kok, tapi bisa dia melakukan nya. Kamu hanya perlu tenang dan jangan takut oke. Semuanya akan baik baik saja," ucap Harry.
Harry mulai mengatur posisi yang tepat. Harry yang polos sudah tak ada lagi. Ia mengerti semua karena membaca buku dari dokter dan artikel lainnya. Selama satu minggu Harry mempersiapkan semua nya dengan baik.
"Harry..."
"Panggil aku sayang," ucap nya.
"Sayang, aku sangat takut, di buku aku tak boleh takut tapi bagaimana aku tak takut milik mu itu di luar pikiran ku," kata Anna.
"Rileks saja, tadi kamu sudah merasakan getaran kan, itu artinya sudah siap. Nah kalau sudah siap berarti tak akan sakit," jelas Anna.
Anna memang baru merasakan getaran yang luar biasa di tubuh nya, semua itu karena sentuhan dari suaminya. Ia belum pernah merasakan hal itu sebelumnya ..
__ADS_1