
"Istri," ucap Iqbaal.
"Iya mas aku istri mu," kata Alya.
"Aku belum menikah," ucap Iqbaal.
"Iqbaal dengarkan ayah, Alya istri mu dan anak yang memeluk mu itu anak mu," kata Azka.
"Aku tidak percaya, bisa saja kalian bohong pada ku," ucap Iqbaal.
"Bohong bagaimana, mana mungkin kami. bohong pada mu."
"Bisa saja kalian bohong pada, Iqbaal siapa Iqbaal, nama ku Iqbaal. Kalian tidak berbohong pada ku," tanya Iqbaal.
"Ingatan nya saja yang hilang, otak keras kepala nya tidak hilang sama sekali, dengar Iqbaal aku dan istri mu tidak berbohong," ucap Azka.
"Aku belum bisa percaya, kalian bisa saja membohongi ku, tunjukkan bukti agar aku percaya dengan kalian," kata Iqbaal.
"Ya ya ya setelah kau sembuh kami akan memberikan bukti yang kuat, dasar keras kepala," ucap Azka.
__ADS_1
"Lalu kenapa anak ini malah tertidur sambil memeluk ku," tanya Iqbaal.
"Iya karena dia anak mu bodoh, sudah kau bangun malah membuat ku emosi," jawab Azka.
Beberapa hari setelah kesadaran Iqbaal, saat ini Iqbaal berada di rumah. Semua tubuh nya tidak ada yang cacat ayah otak nya saja yang sedikit bergeser. Iqbaal berubah menjadi pemarah, dan tidak seperti Iqbaal yang dulu sebelum kecelakaan.
"Ini kartu nama mu, ini buku nikah mu, dan ini semua identitas mu," ucap Azka sambil menyerah kan semua nya pada Iqbaal.
"Kalian tidak bohong, tapi aku merasa aneh," kata Iqbaal.
"Aneh bagaimana," tanya Azka.
"Itu hanya perasaan bodoh mu saja, karena otak mu saat ini sedang bergeser keluar dari poros nya," kata Azka.
"Mungkin saja," ucap Iqbaal sambil menggaruk Kepala nya.
Azka dan yang lainnya keluar dari kamar, saat ini hanya ada Alya dan Iqbaal yang sedang berbaring di di ranjang. Belakangan ini Alya menjadi lebih takut pada Iqbaal karena sikap Iqbaal yang jauh lebih pemarah dari sebelumnya.
"Alya nama mu Alya kan," tanya Iqbaal.
__ADS_1
"Iya aku Alya, dan anak kita Kayla," jawab Alya.
"Mungkin kita akan mulai dari awal lagi, jadi kita harus saling beradaptasi, aku beradaptasi dengan kehadiran mu dalam hidup ku sedangkan kau beradaptasi dengan sifat baru ku."
"Iya mas, aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk mu," ucap Alya.
"Apa sifat ku jauh berbeda dengan yang dulu," tanya Iqbaal.
"Sangat jauh berbeda, dulu kamu lembut dan sangat baik pada ku, bukan seperti sekarang yang suka marah tidak jelas," jawab Alya.
"Aku marah karena yang kau lakukan tidak sesuai dengan hati ku."
"Kan baru saja aku berkata seperti itu, kamu sudah marah-marah," ucap Alya.
"Ya ya ya maaf, bagaimana kalau urusan ranjang," tanya Iqbaal.
"Urusan ranjang saja tidak lupa," ucap Alya.
Sementara itu Chika mengalami gangguan jiwa karena tubuh nya yang saat ini sudah cacat, kedua tangan nya sudah tidak ada lagi dan satu kaki nya juga telah di amputasi. Chika sama sekali tidak bisa menerima takdir yang menimpa nya yang membuat nya semakin terpuruk.
__ADS_1
Hari-hari nya hanya ia habiskan di kursi roda, keluarga nya yang sudah malas mengurus nya membawa nya ke rumah sakit jiwa. Suami nya juga sudah menceraikan nya dan pergi meninggalkan nya begitu saja. Pria kaya raya tentu saja masih bisa mendapatkan wanita yang sehat tidak seperti Chika saat ini.