Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Dan akhirnya


__ADS_3

Reno membuka koleksi jam tangan nya, ia sudah bosan memakai jam tangan yang selalu ia bawa kemana-mana. Saat sedang memilih jam tangan yang ingin ia pakai, tak sengaja Reno melihat jam tangan wanita. Dulu ia ingin memberikan jam tangan itu pada Kayla, Reno mengambil jam tangan itu dan membawa nya keluar dari ruang ganti.


"Annisa," ucap Reno.


"Hmmm iya ada apa mas," tanya Annisa.


"Aku ingin memberikan mu sesuatu, tapi kau jangan salah sangka, aku memberikan ini bukan berarti aku suka dengan mu," ucap Reno.


"Maksudnya," tanya Annisa.


"Tidak jadi, ayo kita turun aku sudah lapar," jawab Reno yang mengurungkan niat nya, ia takut Annisa salah paham pada nya, ia memberikan jam tangan ini bukan berarti ia suka dengan Annisa, untuk saat ini Annisa hanya membuat nya nyaman saja.


"Kamu aneh," ucap Annisa.


Di ruang makan mereka semua masih menunggu Reno, mereka takut Reno tidak keluar kamar karena masalah tadi. Apalagi Reno memiliki trauma yang membuat nya mudah terguncang.


"Aku yakin Reno pasti baik-baik saja, dia sudah dewasa," ucap Bima.


"Semoga saja bim, tapi aku sangat lega sudah mengatakan hal ini, sudah tidak ada lagi yang di tutupi," kata Iqbaal.


"Iya aku pun begitu, aku sangat lega akhirnya tidak ada lagi yang di tutupi," ucap Bima.


"Itu Reno," ucap Azka.


"Malam," sapa Annisa.


"Malam," saut mereka semua.


"Reno, kau mau makan apa," tanya Iqbaal.


"Ambilkan aku itu," ucap Reno pada Annisa.


"Kamu mau makan mie," tanya Annisa.


"Sudah ambil kan saja," jawab Reno.


"Reno, daddy mu bertanya," ucap Azka.


"Daddy, aku tidak punya daddy, mungkin maksud kakek paman," kata Reno.


Hal yang paling Iqbaal takut kan terjadi, Reno sudah tidak menganggap nya daddy lagi. Perjuangan nya membesarkan Reno selama bertahun-tahun lama nya sudah tidak membuat Reno sadar jika Iqbaal sangat menyayangi Reno.


"Reno, jangan seperti itu, kau tidak tau bagaimana daddy mu membesarkan mu, daddy mu merawat mu dari kau kecil," ucap Azka.


"Aku tidak selera makan, Annisa aku tunggu kau di dalam kamar." Reno pergi meninggalkan ruangan itu.


"Reno kembali ke posisi mu," ucap Bima.

__ADS_1


"Reno," bentak Azka.


"Yah sudah jangan memaksa nya," kata Iqbaal.


"Dia sudah kehilangan sopan santun," ucap Azka.


"Nanti aku yang berbicara dengan nya," kata Iqbaal.


"Aku ingin berbicara dengan kakak." Kayla juga berlari pernah meninggalkan tempat itu.


"Sayang," ucap David.


"Kakak tunggu." Sebelum Reno menutup pintu kamarnya Kayla masuk terlebih dahulu.


"Keluar Kayla, jangan ganggu aku," ucap Reno.


"Aku ingin bertanya pada mu," kata Kayla.


"Kau sudah tau jawabannya, kenapa masih bertanya jawab Reno.


"Kau benar-benar suka dengan ku," tanya Kayla.


"Iya aku suka dengan mu, kau puas," jawab Reno.


"Kak kau suka dengan ku, kenapa kau melakukan hal ini pada ku."


"Aku suka dengan mu Kayla, aku tidak tau kenapa aku suka dengan mu. Perasaan ini datang sendiri, tapi kau tenang saja aku tidak mungkin menganggu hubungan mu dengan David."


"Itu sebabnya jangan ganggu aku Kayla, aku ingin fokus pada istri ku, kau jangan terlalu dekat dengan ku," ucap Reno.


"Iya kak, aku mengerti. Meskipun kita bukan saudara kandung aku masih sayang menyayangi mu sebagai kakak ku, jangan pernah merasa sendiri kak." Kayla pergi meninggalkan kamar Reno.


Setelah kepergian Kayla Reno memilih merebahkan diri nya di atas kasur, mungkin malam ini akan menjadi malam tangisan bagi Annisa, karena Reno akan meminta hak nya.


"Mas," ucap Annisa.


"Hmmmm, ada apa," tanya Reno.


"Apa yang Kayla bicarakan," tanya Annisa.


"Tidak ada," jawab Reno.


"Yakin tidak ada," tanya Annisa.


"Yakin Annisa, sini lah kenapa kau jauh dari ku," ucap Reno.


"Aku tidur di sofa," kata Annisa.

__ADS_1


"Loh kenapa," tanya Reno.


"Bukan nya itu peraturan dari mu, aku tidak boleh tidur satu ranjang dengan mu," jawab Annisa sambil berjalan menuju sofa.


"Ya sudah sana, kalau dingin bukan salah ku," kata Reno.


Annisa pikir Reno akan menahan nya ternyata tidak sama sekali, padahal tadi ia hanya bercanda.


"Dingin sekali," batin Annisa sambil berusaha untuk tidur.


Reno tampak melirik ke arah Annisa, ia tau saat ini Annisa sedang kedinginan. Ntah apa yang membuat Reno suka memperhatikan Annisa, Reno sendiri tidak tau jawabannya.


Hati Reno tidak tenang jika tidur tanpa seseorang di samping nya, ia bangkit dari atas kasur dan berjalan menuju Annisa. Annisa yang sudah mulai terlelap terbangun kembali saat merasakan ada yang menggerakkan tubuh nya. Dengan cepat Annisa membuka mata nya dan melihat Reno sudah ada di samping nya.


"Mas," ucap Annisa.


"Dingin," ucap Reno sambil memeluk Annisa dengan erat.


Annisa tersenyum saat Reno berada di samping nya, menurut nya apa yang dilakukan Reno saat ini cukup romantis.


"Mas nanti badan kamu sakit jika tidur di sini," ucap Annisa.


"Ada kau yang akan memijat ku," kata Reno.


"Enak di kamu tidak enak di aku," ucap Annisa.


"Kau mau yang enak-enak," tanya Reno.


"Apa itu, kalau enak mah siapa yang tidak mau," jawab Annisa.


"Tapi akan sakit di awal," kata Reno sambil menggendong Annisa, ia membawakan Annisa kembali ke atas ranjang.


"Ada apa mas," tanya Annisa.


"Kau sudah siap memiliki anak dari ku," tanya Reno.


"Siap tidak siap mas, aku masih sangat takut tapi jika kamu meminta nya aku akan melayani mu," jawab Annisa.


Reno yang mendapatkan lampu hijau dari Annisa langsung melancarkan aksi nya, ini pertama kali nya ia melakukan hal ini secara sadar atau memang dia belum pernah melakukan nya sama sekali. Postur tubuh Reno yang besar dan Annisa yang kecil membuat Reno dengan mudah membawa Annisa kemana pun ia mau. Bahkan Annisa sampai tidak bisa berbuat apapun saat Reno mulai menjalani tubuh nya.


"Aku akan perlahan," ucap Reno dengan nafas yang sudah tidak beraturan.


"Aku rasa itu tidak akan muat mas," kata Annisa.


Annisa memegangi tangan nya yang hampir sama dengan adik Reno, ia sudah tau pasti adik Reno tidak mungkin berukuran normal, sudah terlihat jelas pada postur tubuh Reno yang tinggi besar.


Reno menarik Annisa ke bawah tubuh nya, ia sudah siap mengendelam kan kapal nya.

__ADS_1


Air mata Annisa menetes deras saat merasakan adik Reno berusaha mencari jalan masuk. Reno menaikan satu alis nya karena ia merasakan sesuatu yang mengganjal.


"Ahkkkkk," teriak Annisa di ikuti darah segar mengalir di bawa sana.


__ADS_2