Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Balon


__ADS_3

Pagi hari nya, mereka semua sudah bersiap-siap untuk pergi. Pakaian yang mereka kenakan sudah sesuai dengan tempat yang akan mereka kunjungi yaitu pantai. Reno dan yang lain memutuskan untuk sarapan di sana, mereka malas jika harus mampir lagi ke restoran yang belum tentu menyediakan makanan yang Reno suka.


"Kita mau kemana pantai apa kak," tanya Zikri.


"Nama tempat nya St. Kilda," jawab Aziel.


"Wah seperti nya tempat itu cocok untuk kita menghabisi waktu di sana."


"Sangat cocok sekali, bisa jadi kita pulang ke apartemen besok, pasti menginap di sana lebih seru," kata Reno


St. Kilda merupakan taman bermain tepi pantai yang lokasinya cukup dekat dengan pusat kota Melbourne. Pantai ini ramai dikunjungi pada musim panas, airnya yang dingin sangat menyegarkan di tengah teriknya matahari. Selain itu, St. Kilda menjadi tempat favorit untuk melihat penguin.


Di samping pantai, St. Kilda juga memiliki pasar malam yang ramai dengan aneka macam wahana permainan. Berbagai kafe dan restoran juga bisa Anda jumpai di sepanjang jalan, mulai dari makanan ala barat hingga makanan Asia.


Sesampainya di sana, mereka langsung ke salah satu cafe yang sudah buka, untuk mengawali hari mereka ingin memakan yang serba manis. Seperti wajah Annisa yang sangat manis bagi Reno.


Mata Zikri dan Aziel terbelalak saat melihat para wanita masuk cafe dengan hanya menggunakan bikinin. Aziel sangat suka musim panas di Australia karena ia bisa melihat pemandangan seindah ini.


"Gila, mereka tidak malu," ucap Zikri.


"Hey untuk apa malu, disini sudah biasa seperti itu mereka memakai pakaian seperti itu untuk mendapatkan sinar matahari yang tidak mereka dapatkan sepanjang tahun. Berbeda dengan di Indonesia yang tidak merasakan sinar matahari sepanjang tahun."


"Itu benar, sudah jaga mata kalian. Tapi kenapa milik orang sini bola nya besar-besar ya," ucap Reno.


"Ehemmm," gumam Annisa sambil menggosokkan pisau dan garpu secara bersamaan.


"Jika terong mu masih ingin berada di tempat nya, jangan membuat masalah pada ku" ucap Annisa.


"Hehehe iya sayang, aku suka milik mu kok," kata Reno.


Setelah selesai sarapan Reno dan Annisa langsung ke arah pantai, sedangkan Zikri dan Aziel memisahkan diri ntah kemana, otak mereka berdua selalu kompak.


"Sayang kita berjemur di sini saja ya," ucap Reno sambil membuka baju nya.


"Sayang kamu tidak memakai baju," tanya Annisa.


"Tidak papa sayang, nama nya juga berjemur mana ada yang memakai baju," jawab Reno.


"Jadi aku juga hanya memakai bikini saja," tanya Annisa.


"Tidak papa, tapi harus di dalam pelukan ku," jawab Reno.

__ADS_1


"Tidak mau tubuh ku penuh dengan tanda kepemilikan mu," kata Annisa.


"Hahaha iya juga sudah kamu pakai baju saja," ucap Reno.


Berjemur dengan istri memang sangat menyenangkan, Reno bisa memeluk Annisa jika ia melihat sesuatu yang menggoda dari nya. Apalagi Annisa termasuk wanita yang pasrah pada pasangan nya, meskipun di tempat umur tangan Reno tetap berada di dalam baju istri nya.


"Aku mencintaimu sayang," ucap Reno.


"Aku juga mencintai mu sayang," kata Annisa.


Tangan Annisa reno tarik masuk ke dalam celana nya, ia ingin tau bagaimana ekspresi Annisa saat tau sang adik sudah bangun.


"Sayang dia bangunkan karena aku atau wanita yang lewat sana sini," tanya Annisa.


"Karena kamu sayang, mana mungkin karena wanita lain," jawab Reno.


"Jadi," tanya Annisa.


"Jadi ya tidak papa, aku tidak bisa basah kalau basah nampak dong Reno junior," jawab Reno.


"Hahaha iya juga, awas saja kalau wanita lain melihat Reno Junior," ucap Annisa.


Reynald sudah sampai di Australia, ia pergi ke kota tempat anak buah nya menemukan wanita yang ia cari, Reynald juga mendapatkan informasi jika wanita itu dan suami nya tinggal di apartemen yang letaknya tidak jauh dari tempat ia menginap saat ini.


Reno dan Annisa malah tertidur di tempat mereka berjemur. Reno terbangun dari tidur nya saat beberapa orang berlarian tidak jauh dari nya.


"Hmmm mereka sangat berisik,' ucap Reno.


"Ada apa sayang," tanya Annisa yang juga terbangun dari tidur nya.


"Ada yang membangunkan ku, ntah apa yang mereka lakukan," jawab Reno.


"Kakak." Aziel berlari mendekati mereka berdua.


"Iya ada apa," tanya Reno.


"Ada anak tenggelam dan Zikri menyelamatkan nya, tapi...


"Tapi kenapa," tanya Reno.


"Kaki Zikir terluka cukup parah, ia bersama anak itu terbentur ke karang yang tajam," jawab Aziel.

__ADS_1


"Ahkkk anak itu, sayang aku akan melihat nya kamu di sini saja ya," kata Reno.


"Aku ikut," ucap Reno.


"Tidak, barang-barang kita di sini. Aku akan membawa Zikri ke sini."


Reno dan Aziel langsung berlari ke tempat Zikri berada, Reno sangat takut jika luka Zikri membuat nya tidak bisa berjalan lagi.


"Kau tidak papa," tanya Reno.


"Tidak papa kak, aku tidak papa," jawab Zikri.


"Kau ya, jangan membahayakan nyawa mu, kau tidak tau betapa takut nya aku, bagaimana dengan kaki mu?"


"Aku baik-baik saja kak, sudah di obati," ucap Zikri.


"Lian kali jangan membuat orang takut, aku tidak bisa melihat adik ku terluka," kata Reno.


"Iya kak maafkan aku," ucap Zikri.


Reno membawa Zikri bergabung bersama dengan Annisa. Ia masih belum percaya jika Zikri baik-baik saja.


"Ahkkk sakit kak," teriak Zikri.


"Kata mu baik-baik saja," tanya Reno.


"Ya sakit kalah kakak pegang seperti itu," jawab Zikri.


"Kau masih bisa pulang ke rumah kan," tanya Reno.


"Jelas masih kak, aku masih bisa berjalan dengan baik kok," jawab Zikri.


"Kalau ayah tau pasti ayah akan marah pada ku. Tapi kau hebat zikri kau mau menyelamatkan orang yang tidak kau kenal," kata Reno.


"Iya kak padahal tidak ada yang berani menolong anak itu karena ombak nya sangat berbahaya tapi karena Zikri sangat berani ia mau menyelamatkan anak itu," ucap Azel.


"Ahkkk kalian jangan terlalu memuji ku, aku jadi tidak enak."


"Hahaha, kau tidak enak atau kau takut terlalu bangga," tanya Reno.


"Hahaha iya begitu lah. Kau tidak mau melihat balon lagi," tanya Aziel.

__ADS_1


"Tidak mau, Mungkin ini karma untuk ku, kita belum cukup umur untuk melihat nya," jawab Zikri.


"Balon apa, aku tidak tau apa yang kalian bicarakan?"


__ADS_2