Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Cincin untuk Annisa


__ADS_3

"Kau mau melihat ketika ia sudah bangun seutuhnya," tanya Reno.


"Ti..tidak," jawab Annisa.


Reno menarikan kepala Annisa, ia tersenyum puas melihat Annisa yang ketakutan. "Buka mata mu Annisa, aku suami mu," ucap Reno.


Perlahan Annisa membuka mata nya, tatapan mata mereka berdua bertemu begitu saja. Mata biru Reno membuat Annisa terpanah yang membuat Annisa enggan memalingkan wajah nya. Sedangkan Reno mencari ketulusan di mata Annisa, apakah Annisa benar-benar tulus menjadi istri nya atau hanya mengincar harta nya saja.


Perlahan Reno mulai mendekati bibir Annisa, ini pertama kali nya ia mencium wanita dengan keadaan sama-sama sadar. Ketika bibir mereka berdua sudah menyentuh tubuh mereka seakan-akan tersengat listrik, hal itu tidak membuat Reno mengurungkan niat nya untuk mencium Annisa


Reno memutar tubuh mereka Annisa sampai Annisa bergerak dari tempat nya, dan tanpa di duga Reno mendorong keluar Annisa dari tempat mandi itu, sambil tersenyum Reno menutup pintu kaca agar Annisa tidak melihat pisang tanduk nya yang sudah benar-benar menjadi pisang tanduk.


Annisa masih diam membeku, tangan nya bergerak menyentuh bibir nya yang baru saja di cium oleh suaminya.


"Annisa apa yang kamu pikirkan," batin Annisa.


Annisa bingung harus berbuat apa, untuk keluar dari kamar mandi tidak mungkin karena baju nya sudah basah. Ia melihat ke arah BATHTUB yang seperti nya enak jika ia berendam di sana. Tanpa banyak berpikir Annisa mulai mengisi BATHTUB itu dengan air hangat.


Reno memicing kan mata nya saat Annisa mulai membuka baju nya, Annisa tidak sadar apa yang ia lakukan dapat dengan jelas Reni lihat dari dalam. Berbeda dengan Annisa yang tidak bisa melihat Reno.


Tahan Reno kau sudah melihat semua nya waktu itu," ucap Reno walaupun adik nya semakin tidak bisa ia kontrol.


"Annisa pejamkan mata nya, aku juga ingin berendam," teriak Reno.


"Ha apa, kenapa ikut berendam," tanya Annisa.


"Tidak jadi, tidak ada waktu," jawab Reno yang baru sadar jika ia harus menghadiri acara.


Reno sudah selesai dengan kegiatan mandi nya, sedangkan Annisa tidak bisa lama-lama berendam dan langsung membilas tubuh nya.


"Handuk nya dia tinggal, apa dia tidak memakai apa-apa saat keluar dari kamar mandi," batin Annisa.


Saat Annisa keluar dari kamar mandi, Reno sudah memakai celana boxer, ia menatap tubuh Annisa dari atas sampai bawah, dan Reno benar-benar ingin membawa Annisa ke atas ranjang.


"Maaf mas aku belum menyiapkan pakaian mu," ucap Annisa.


"Tidak masalah," kata Reno sambil mengambil pakaian nya di dalam tas.


"Ternyata memakai produk sendiri itu tidak buruk," ucap Reno.


Setelah selesai bersiap-siap mereka berdua langsung pergi ke tempat acara lelang berlangsung. Tangan Reno reflek menggandeng tangan Annisa saat mereka berdua mulai masuk ke tempat acara.


"Reno, membawa siapa," batin teman-teman Reno. Meskipun tidak dekat, mereka semua kenal dengan Reno, apalagi Reno salah satu pewaris Winarta grup.

__ADS_1


"Selamat datang Reno," ucap Hans.


"Kau, hmmm aku lupa," kata Reno.


"Aku Hans, kita sudah beberapa kali bertemu."


"Oh iya Hans, maaf aku lupa," ucap Reno.


"Tidak papa, dan perkenalan yang lainnya, Wiliam. Jansen, Hendrik dan piter."


"Salam kenal, aku mungkin pernah bertemu dengan kalian tapi aku lupa," kata Reno.


"Iya ren, salam kenal," ucap mereka semua.


Acara akan segera di mulai, mereka semua duduk di tempat yang sudah di sediakan. Reno duduk di meja nomor 3 dan akan menjadi nomor nya untuk penawaran nanti.


Acara sedang berlangsung, tidak ada barang yang menarik perhatian Reno. Semua barang yang di tawarkan membosankan.


"Barang ke 5 cincin berlian. Cincin ini memiliki berlian berwarna biru seukuran 6.01 Catar. Berlian dengan potongan Cushion ini juga dikelilingi oleh berlian berwarna pink dengan ukuran yang lebih kecil. Di buka dengan harga 5 m."


"Bagus sekali," ucap Annisa.


"Yap tuan nomor 1, apakah ada yang berani menawar lagi."


Dengan cepat Reno menaikkan nomor nya. Tangan nya reflek saat Annisa mengatakan cincin itu bagus.


Tak mau kalah beberapa pesaing Reno ikut memperebutkan cincin itu.


"Tuan nomor 2, naik ke 8 m."


Reno semakin kesal, ia tidak suka barang yang ia ingin kan di ambil oleh orang lain. Reno kembali mengangkat nomor nya, ia tidak masalah membeli cincin seharga 7 m.


"15 m," kata seseorang yang tak jauh dari Reno duduk.


"18 m." Reno masih tidak mau kalah.


"20 m," kata orang itu lagi.


"35 m," ucap Reno yang membuat semua orang melihat ke arah nya.


"Satu dua tiga, cincin berlian jatuh pada tuan nomor 3."


Setelah selesai acara Reno mendapatkan cincin itu. Ia cukup menyesal karena sebenarnya ia datang ke acara lelang ini untuk mencari jam tangan, tetapi ia malah mendapatkan cincin seharga 35 m.

__ADS_1


Annisa bingung kenapa Reno membeli cincin itu, ia berpikir cincin itu akan di berikan pada Kayla atau mamah mertua nya.


"Kau lapar tidak," tanya Reno.


"Iya mas aku lapar," jawab Annisa.


"Kita pesan makanan hotel saja, aku lelah ingin istirahat," ucap Reno.


"Iya mas," kata Annisa.


Di dalam kamar Reno merebahkan diri nya di atas kasur dengan hanya memakai celana boxer, hal itu sudah menjadi kebiasaan nya sehari-hari.


"Mas makanan nya sudah datang," ucap Annisa.


"Makan lah dulu nanti aku akan ikut makan," kata Reno.


"Maaf dad, aku tidak berniat membuang uang sebanyak itu, aku tidak sengaja." Reno membalas pesan dari daddy nya karena Iqbaal mempertanyakan kenapa Reno menghabiskan banyak uang.


"Kau membeli jam tangan lagi," tanya Iqbaal.


"Tidak dad, sebentar kau akan mengirimkan foto," jawab Reno.


Reno mengambil cincin berlian yang ia beli tadi dan mengirimkan nya pada Iqbaal.


"Cincin untuk apa?," tanya Iqbaal.


"Untung istri ku, sudah kau puas kan," jawab Reno.


"Hahaha kalau itu tidak masalah."


"Annisa coba pakai ini," ucap Reno sambil memberikan cincin berlian itu pada Annisa.


"Untuk apa mas," tanya Annisa.


"Pakai saja kenapa banyak tanya," jawab Reno.


"Pasti tidak," tanya Reno.


"Pas mas, mungkin akan pas juga jika di tangan Kayla," jawab Annisa.


"Pakai lah, jaga baik-baik, itu untuk mu," ucap Reno.


"Serius mas, ini untuk ku," tanya Annisa dengan suara yang gemetar.

__ADS_1


"Iya untuk mu, siapa lagi wanita di sini, hanya kau kan. Jaga cincin itu dengan baik, aku membelinya dengan harga yang mahal," ucap Reno.


"Terima kasih mas." Annisa memeluk Reno sebagai ucapan terima kasih nya.


__ADS_2