Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Vania dan Raffi.


__ADS_3

"Lapar," tanya Raffi.


"Hehehe iya pak sangat lapar," jawab Vania.


"Sudah ayo kita makan, mau makan apa," tanya Raffi.


"Nanti saja pak, kita pergi saja dulu," jawab Vania.


Vania dan Raffi berjalan berdua menuju ke mobil, hal itu tidak luput dari perhatian beberapa orang termasuk Tina. Tina juga baru sadar jika mobil yang Raffi pakai bukan lah mobil murah biasa nya. Mobil itu terlihat sangat mahal dan mewah.


"Dia sudah bisa membeli mobil mahal itu, bagaimana mungkin bisa," batin Tina.


Raffi membawa Vania ke angkringan pinggir jalan, ia ingin melihat eksepsi wajah Vania saat diri nya mengajak Vania makan di pinggir jalan.


"Di sini pak?"


"Iya tidak papa kan," tanya Raffi.


"Kenapa bertanya seperti itu, ya tidak papa," jawab Vania.


"Oh iya lah. Sudah keluar lah dulu. Aku ingin berganti pakaian lebih dulu," kata Raffi.


"Iya pak, jangan lupa membawa uang ya, hehehe." Vania keluar dari dalam mobil itu.


Selagi Raffi mengganti pakaian nya. Vania memesan makanan nya lebih dahulu, ia sadar diri jika sedang di ajak makan dengan orang lain, ia hanya memesan beberapa makanan kecil saja, meskipun saat ini ia sedang ingin makan besar.


"Vania jaga perut mu, malu ya," batin Vania.


Tak lama Raffi datang mendekati nya, ia kembali memanggil pelayan untuk memesan makanan untuk nya.


"Sudah pesan," tanya Vania.


"Ternyata kalau memakai pakaian biasa begini tampan sekali ya," batin Vania.


"Vania mau pesan lagi tidak," tanya Raffi.


"Eh iya, hmmmm satu lagi deh udang ini saja," jawab Vania.


"Jika makan dengan ku jangan malu malu," kata Raffi.


"Tidak pak, aku bukan malu tapi sadar diri saja," ucap Vania.


"Oh begitu ya, kau wanita yang aneh," kata Raffi.


"Pak setelah ini kita mau kemana, mau pulang kah," tanya Vania.


"Ke kantor KUA bagaimana," tanya Raffi.


"Hahaha bapak ada ada saja. Tidak mungkin lah, aku juga masih sangat muda," jawab Vania.


"Oh iya berapa usia mu," tanya Raffi.


"17 tahun," jawab Vania.


"Oh sudah bisa," kata Raffi.


"Bisa apa pak," tanya Vania.


"Menjadi istri ku, hahaha aku sedang mencari istri muda," jawab Raffi.

__ADS_1


"Istri muda maksud nya istri ke dua bapak," tanya Vania.


"Tidak Vania, maksud kun istri muda itu, istri yang berusia muda, kan lebih enak."


"Enak apa lagi, bapak jangan membuat otak ku tercemar," kata Vania.


"Hahaha aku tidak membuat apa apa Vania. Setelah ini kita langsung pulang saja, aku ada pekerjaan," ucap Raffi.


Raffi semakin tertarik dengan wanita di depan nya ini, ia tidak tau kenapa Vania memiliki pesona yang berbeda dari gadis sekolah pada umum nya. Apalagi sifat Vania yang cukup dewasa membuat anak ini memiliki daya tarik sendiri.


"Bapak jangan melihat ku seperti itu, aku jadi malu pak," kata Vania.


"Kau apaan si, aku tidak melihat mu, itu aku sedang melihat kucing kawin, belum menikah asal kawin saja," ucap Raffi.


"Oh karena melihat itu, Maaf Pak saya gr," kata Vania.


"Lain kali di kurangin gr nya Vania," ucap Raffi sambil menahan tawa nya.


Makanan yang mereka pesan sudah datang, dengan cepat Vania dan Raffi mulai menyantap makanan itu, mereka berdua terlihat sangat lapar sekali. Raffi cukup terkejut melihat cara makan Vania yang tidak ada jaim-jaim nya. Porsi makan Vania juga sangat lah besar.


"Jika kau menjadi istri ku aku harus bekerja lebih keras," kata Raffi.


"Kenapa pak," tanya Vania.


"Makan mu banyak sekali," jawab Raffi.


"Hehehe maaf pak, saya sangat lapar, jadi keterusan," ucap Vania.


"Makan yang banyak agar cepat besar" kata Raffi.


"Besar apa nya pak," tanya Vania.


"Semangat nya lah," jawab Raffi.


Saat sedang asik makan tiba-tiba Handphone Raffi berbunyi, tertulis panggilan masuk dari ayah nya.


"Hallo yah," ucap Raffi.


"Bisa ke perusahaan sebentar, aku ingin mengatakan hal penting pada mu," kata Hardy.


"Sekarang yah," tanya Raffi.


"Iya sekarang juga," jawab Hardy.


"Oke ya, aku langsung ke sana sekarang," kata Raffi.


"Vania sudah selesai kan," tanya Raffi.


"Sudah pak," jawab Vania.


"Kita ke perusahaan sebentar ya, ada yang ingin ayah ku katakan," ucap Raffi.


"Iya pak, tapi saya pakai baju sekolah," kata Vania.


"Tidak papa, kau mau pakai baju apapun tidak papa," kata Raffi.


Raffi membayar tagihan makan mereka, setelah itu mereka langsung pergi ke kantor. Vania tidak tau jika Raffi termasuk orang berada, ia pikir Raffi hanya seorang guru biasa.


"Oh iya pak, jadi bapak menjadi guru di sekolah ku hanya untuk bisa bertemu dengan anak bapak," tanya Vania.

__ADS_1


"Iya Vania, kalau jadi Guru saya dapat apa, belum PNS lagi," jawab Raffi.


"Saya jadi kasihan dengan bapak, bapak pasti sudah ingin sekali bertemu dengan anak bapak, siapa nama nya pak," tanya Vania.


"Aku beri nama Zayn," jawab Raffi.


"Pasti sangat tampan, sabar ya pak, aku yakin bapak bisa bertemu dengan anak bapak kembali," kata Vania.


"Iya Vania Terima kasih untuk dukungan nya," ucap Raffi.


"Siap pacar bohongan," kata Vania.


"Vania kau tidak punya pacar kan," tanya Raffi.


"Punya," jawab Vania.


"Siapa? apa satu sekolah dengan kita," tanya Raffi.


"Ya bapak, kan bapak pacar bohongan saya," jawab Vania.


"Bukan itu maksud ku, maksud ku pacar Sungguhan," kata Raffi.


"Tidak pak, saya tidak pernah pacaran," jawab Vania.


"Kasihan nya," ucap Raffi.


Sesampainya di kantor Raffi langsung membawa Vania ke dalam. Vania sangat terkejut melihat perusahaan yang sangat besar, sama dengan milik paman nya.


"Bapak orang kaya raya," kata Vania.


"Tidak ini punya ayah angkat ku," ucap Raffi.


"Tetap saja punya bapak juga kan," kata Vania.


Raffi meninggalkan Vania di ruangan nya, ia tidak mungkin membawa Vania bersama dengan ayah nya. Pasti ayah nya mengajukan banyak pertanyaan.


"Aku jadi bingung dengan pak Raffi," batin Vania.


Setelah cukup lama menunggu Raffi datang dengan membawa pakaian biasa untuk Vania, hal itu membuat Vania bingung.


"Jangan bingung pakai saja," kata Raffi.


"Untuk apa pak," tanya Vania.


"Sayang kasihan dengan mu, kau sendiri tadi hanya memakai pakaian sekolah saja," jawab Raffi.


"Tidak papa pak. Tapi karena bapak sudah membawakan untuk ku. Ya aku pakai saja," kata Vania.


Vania mengambil pakaian itu dan membawa ke kamar mandi. Ia cukup suka dengan baju yang Raffi bawakan untuk nya tidak terlalu terbuka, dan sangat pas di tubuh nya.


Setelah selesai memakai pakaian itu, Vania keluar dari kamar mandi. Dugaan Raffi benar saja Vania lebih cantik memakai pakaian biasa seperti ini. Apalagi jika Vania keluar memakai make up pasti terlihat semakin cantik saja. Vania berjalan mendekati Raffi yang masih kagum pada nya. Ia sendiri merasa malu jika di perhatikan begitu detail seperti ini.


"Bapak," ucap Vania.


"Eh iya Vania kau membuat aku terkejut saja," kata Raffi.


"Hahaha bapak kenapa bengong seperti itu, sudah aku memang cantik tapi tidak seperti itu juga," Ucap Vania.


"Tidak ada jangan terlalu percaya diri Vania. Aku memang melihat mu tapi bukan karena kay terlalu cantik," kata Raffi.

__ADS_1


"Jadi," tanya Vania.


"Cukup aku saja yang tau," jawab Raffi.


__ADS_2