Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Episode 5


__ADS_3

"Aku saja tidak tau dia, kau pulak tau," ucap Aziel.


"Hahaha ya juga," kata Zikri.


"Sudah aku juga banyak pekerjaan, Zikri kau di sini saja, awasi Aziel ini dengan benar, kalau sampai kecolongan dia pergi menemui wanita itu kalian berdua kena pada ku," ucap Reno dan pergi meninggalkan tempat itu.


"Kau sangat galak, anak mu saja sampai takut pada mu," ucap Aziel.


"Hahaha anak abang ada 3 takut semua pada nya," ujar Zikri.


"Itu lah, masih saja galak, tidak di akui ayah baru tau rasa," ucap Aziel.


"Bagaimana mungkin kau bisa putus dengan Lisa, kau sudah mencicipi nya kan," tanya Zikri.


"Belum, rencana ada tapi tidak mungkin lah."


"Kata teman teman ku di sini, kalau tidak mencicip sebelum menikah sama saja membeli kucing dalam karung. Terus mereka juga sudah biasa tinggal satu rumah dengan pacar mereka."


"Ya itu kan orang sini, kita tidak bisa sama. Yang pacaran agak kelewatan saja sudah menjadi masalah, kau lupa bagaimana keluarga kita," ucap Aziel.


"Hahaha begitu ya, aku juga tidak berani, paling ciuman doang," kata Zikri.


"Ha!! Kau sudah punya pacar," tanya Aziel.


"Baru dua hari lalu, pacaran alah orang sini aneh juga ya. Baru saja jadian kami langsung ciuman, mana tangan nya nakal kali," jawab Zikri.


"Hahaha tapi kau suka kan, tangan nya pasti ke arah bawa," ucap Aziel.


"Ya benar, mungkin dia mau tau besar tidak Dia meremehkan kita hahaha."

__ADS_1


"Hahaha aku benar, mereka pikir kaleng kaleng. Zikri kau bujuk abang mu untuk pulang, sumpah jika dia di sini, aku tidak bebas sedikitpun," kata Aziel.


"Malas, aku minggu depan wisuda kelulusan. Kalau dia pulang siapa yang datang. Itu urusan mu lah, mau bebas atau tidak. Salah siapa tidak hati hati," ucap Zikri


"Ah kau tidak asik, mana kalau marah asal pukul saja, tak tau apa wajah tampan ku jadi bonyok."


"Makan nya jangan mencari masalah pada nya, sudah aku katakan sebelum nya. Jangan membawa pacar mu ke apartemen, lah ini malah kau bawa. Sudah ah aku malas berdebat dengan mu, aku ingin tidur di ruangan mu." Zikri berjalan meninggalkan Aziel, ia masuk ke dalam ruangan pribadi Aziel, ia sudah biasa melakukan hal itu, Aziel pun sudah tidak heran lagi.


"Pak," ucap Dinda.


"Hmmm ada apa, kau sudah melihat semua nya kan, jangan sampai orang lain sampai tau semuanya," kata Aziel.


"Iya pak, pekerjaan saya sudah selesai, bisa bapak periksa," ucap Dinda.


"Sudah selesai, cepat juga ya. Mana aku ingin memeriksa nya." Aziel mendekati Dinda dan memeriksa semua nya.


"Bagus tidak ada yang salah. Oke pekerjaan mu cukup sampai di sini, besok datang seperti biasa nya. Aku belum menyiapkan pekerjaan lainnya untuk mu, aku pikir kau tidak secepat ini menyelesaikan semua nya."


Aziel melihat ke arah wajah Dinda. Apa yang di katakan Zikri seperti nya benar, mereka pernah bertemu sebelum nya. Jika di lihat lihat wajah Dinda tidak asing di mata nya.


"Kita pernah bertemu sebelum nya," tanya Aziel.


"Tidak pernah pak," jawab Dinda.


"Mungkin hanya perasaan kau saja, oh iya mulai besok kau bisa ikut aku kemana-mana, pakai pakaian yang sesuai ya, kalau bisa bawa pakaian ganti, agar jika sewaktu-waktu aku mengajak mu pergi kau langsung bisa bersiap siap."


"Iya pak, saya benar-benar tidak ada pekerjaan lain lagi pak??"..


"Hmmm kalau mengurus ku mau? ya seperti mengambil makanan, membuat kan kopi dan lain sebagainya."

__ADS_1


"Boleh," ucap Dinda.


Semakin ia dekat dengan Aziel semakin mudah ia masuk ke dalam hidup Aziel, ini lah yang Dinda inginkan.


"Pak, saya tidak pernah melihat mbak Lisa yang merekomendasikan saya ke sini."


"Aku sudah putus dengan nya, jangan bertanya tentang masalah pribadi ku."


"Maaf, saya buatkan kopi bagaimana," tanya Dinda.


"Boleh," jawab Aziel.


Dinda berdiri dari tempat duduk nya, hal itu membuat wajah mereka berdua saling bertemu. Lagi dan lagi Aziel merasa memang mereka berdua pernah bertemu, tetapi tidak tau kapan itu.


Saat Adinda sudah pergi baru lah Aziel sadar jika ia belum memberitahu Dinda kopi apa yang suka, ia tidak bisa sembarangan meminum kopi Itu semua murni karena selera nya saja.


Tak lama Dinda kembali debat membawa kopi di tangan nya, kopi susu kesukaan Aziel. Aziel sampai terdiam karena Dinda tau apa yang ia suka. Padahal biasa nya ia hanya minum kopi susu di tempat kuliah nya dulu. Karena tidak semua susu memiliki rasa yang sama, hanya di sana yang terasa cocok di lidah nya.


"Biasa nya Lisa membuat kan kopi hitam, itu kopi nomor dua yang aku suka. Tapi ini kopi susu, kau yakin rasa nya enak," tanya Aziel.


"Hmmm kalau aku si suka, aku suka kopi susu," jawab Aziel.


Aziel mencoba kopi itu, awal nya Aziel tidak yakin dengan rasa nya, tetapi setelah mencobanya Aziel sangat suka. Rasa nya sama persis seperti di tempat kuliah nya dulu.


"Kopi ini mengingatkan ke pada seseorang, wanita hmmm...


"Bagaimana rasa nya," tanya Dinda sebelum Aziel mengatakan hal lebih.


"Ya enak aku suka, aku pernah meminum nya, ada wanita yang memberikan nya pada ku dulu. Dia seperti suka dengan ku, siapa ya aku lupa..."

__ADS_1


"Lupa???"


__ADS_2