
"Aku cinta dengan mu, tapi kita tidak mungkin melakukan nya," ucap Kayla.
"Sudah sayang, aku bosan dengan alasan mu, sudah cepat kamu bersiap. Kita harus pergi," kata David.
"Sayang kamu marah pada ku, jangan begitu sayang, aku janji setelah kita menikah aku tidak akan menunda nya lagi," ucap Kayla.
"Kayla apa bedanya nanti dan sekarang, apa beda nya setelah kita menikah dan sebelum menikah. Kita juga sudah lamaran dan beberapa bulan lagi kita akan menikah," kata David.
"Sudah lah, aku sudah lelah dengan alasan mu. Kita akan lanjut lagi," ucap David.
"Iya sayang," kata Kayla.
Setelah selesai bersiap-siap mereka berdua langsung keluar dari kamar, mereka akan melanjutkan liburan mereka yang sempat terhenti karena harus menginap di apartemen Aziel.
"Sudah mau pergi kak," tanya Azeil.
"Iya sudah mau pergi, kau jaga diri mu baik-baik jangan nakal, jangan membuat ayah kecewa," jawab Kayla.
"Iya kak, kakak juga hati-hati," ucap Azeil.
Sepanjang perjalanan David mendiamkan Kayla, Sedikit pun ia tidak berbicara ataupun melirik Kayla, hal itu membuat Kayla tidak nyaman dan bingung harus melakukan apa.
"Sayang kamu masih marah pada ku, maafkan aku sayang oke aku janji nanti malam aku akan memberikan apa yang kamu mau," ucap Kayla.
"Hmmmm," gumam David.
"Sayang sudah jangan marah," ucap Kayla.
"Iya aku tidak marah, sudah aku tidak marah lagi," kata David sambil mengusap rambut Kayla.
...***...
"Kenapa kau jijik dengan itu," tanya Reno.
"Ti..tidak mas," jawab Annisa.
"Bagus kau harus terbiasa, Terima kasih telah membantu ku melepaskan nya." Reno membawa Annisa masuk ke dalam kamar mandi.
Mandi berdua bukan lah hal yang aneh lagi untuk mereka berdua, Reno dan Kayla sama-sama sudah melihat semua nya, jadi tidak ada alasan untuk mereka berdua malu lagi.
"Annisa, itu darah," ucap Reno.
"Mas kamu melihat nya, jangan di lihat aku malu," ucap Annisa.
"Malu kenapa," tanya Reno.
"Malu lah, kamu tidak jijik?
"Apa jijik aku jijik dengan itu, hahaha kau bercanda, aku tidak jijik sama sekali," ucap Reno.
"Ya tuhan suami ku sangat aneh," batin Annisa.
__ADS_1
"Kapan datang bulan mu selesai," tanya Reno.
"Aku tidak lama mas, biasa nya hari ke 5 sudah bersih," jawab Annisa.
"Berarti 4 hari setelah ini, bersiap lah menerima Reno junior," ucap Reno.
Malah hari nya, malam ini Iris kehabisan makanan yang Reno sukai. Ternyata stok makanan yang ia beli kemarin juga di makan oleh Lisa dan Anna. Mereka berdua juga suka dengan makanan aneh milik Reno, mungkin karena mereka berasal dari ayah yang sama.
"Maaf Reno, mamah kehabisan makanan untuk mu,, makanan mu di makam oleh ke dua adik mu," ucap Iris.
"Iya mah tidak papa," kata Reno.
Untuk marah tidak mungkin Reno lakukan, ia tamu di sini tidak pantas marah pada mamah nya. Apalagi yang menghabiskan makanan nya ke dua adik nya yang lucu.
"Kak kenapa kau susah sekali makan. Sebentar aku akan mengambilkan makanan untuk mu," ucap Zikri.
Zikri mengambilkan Reno tumis kangkung, ayam goreng, leleh goreng, sambal, dan beberapa lauk lainnya. Dan tentu saja Reno tidak pernah memakannya bahkan melihat nya.
"Zikri aku tidak memakan semua ini," ucap Reno.
"Coba saja kak, mana tau kau suka," kata Zikri.
"Mana sendok garpu dan pisau nya," tanya Reno.
"Ini cuci tangan, kita memakannya pakaian tangan langsung," jawab Zikri.
Zikri termasuk orang yang berani pada Reno, Bima saja tidak berani melakukan hal itu karena takut Reno marah besar.
"Aku tidak tau cara makan nya, tolong suapi aku," kata Reno.
"Hadeh itu mah mau nya kau Ren," ucap Bima.
Dengan cepat Annisa mengambil alih makanan Reno, ia tidak keberatan sedikit pun untuk menyuapi Reno. Satu suapan menunju ke arah mulut Reno, Reno sempat ragu untuk memakan nya, tatapi demi menghargai mamah nya Reno mau memakan makanan itu.
"Bagaimana," tanya Annisa.
"Pedas," jawab Reno.
"Eh kamu apa tidak bisa makan pedas," tanya Annisa.
"Bisa, hmmm rasa nya tidak buruk," jawab Reno.
"Aku tidak suka ayam itu, aku suka ikan itu, ikan yang berbentuk aneh itu enak," kata Reno.
"Zikri tolong ambilkan beberapa lagi," ucap Annisa.
"Iya kak, seperti nya kak Reno jatuh cinta dengan ikan leleh itu," kata Zikri.
"Mah mamah masak ini saja, aku suka," ucap Reno.
"Kalau begitu, minta adik mu untuk menangkapnya," kata Iris.
__ADS_1
"Zikri kau yang menangkap ikan aneh ini," tanya Reno.
"Jadi siapa lagi selina aku," jawab Zikri.
"Berarti besok kau yang menangkap ikan aneh ini," ucap Reno.
"Oke dan kakak yang akan membantu ku," kata Zikri.
"Sudah makan saja dulu, besok baru kita tangkap ikan aneh ini," ucap Bima.
"Ayah aku berapa hari di sini," tanya Reno.
"2 hari lagi saja, ayah juga akan ke kota mengantarkan Zikri," jawab Bima.
"Bagus setelah ini, aku langsung berangkat ke Australia," kata Reno.
"Ke Australia, aku ikut kak, aku mau ikut," ucap Zikri.
"Kau harus sekolah, jangan aneh-aneh," kata Bima.
"Tidak bisa cuti lagi yah, aku akan membawa anak ini, lumayan sebagai jasa angkat barang," ucap Reno.
"Kau benar-benar ingin ikut ke Australia," tanya Bima.
"Iya yah, aku ikut kakak, aku belum pernah ke luar negeri," jawab Zikri.
"Ya sudah kau boleh ikut kakak mu, tapi jangan merepotkan nya," ucap Bima.
"Yes, aku akan keluar negeri."
Iris dan Bima tidak menyangka jika Reno bisa sebaik itu pada adik-adik nya, padahal dari tampang nya Reno sangat menyeramkan, sifat nya juga sangat dingin yang membuat orang takut pada nya Tetapi jika bersama dengan adik nya Reno bisa hangat juga seperti yang lainnya.
"Reno kau betah kan di sini," tanya Iris.
"Iya mah betah saja," jawab Reno.
"Aawww perih," ucap Annisa yang tidak sengaja tertusuk duri.
"Hey kau kenapa," tanya Reno.
"Sakit sekali, aku tertusuk duri," jawab Annisa.
Dengan cepat Reno langsung mengisap darah yang keluar dari jari Annisa, ia merasa bertanggung jawab akan Annisa karena diri nya lah yang membuat Annisa seperti ini.
"Sudah aku sudah kenyang," ucap Reno sambil membawa Annisa pergi dari ruang makan.
"Sayang kata kamu mereka di jodohkan, tapi aku melihat ada rasa suka yang besar di antara mereka berdua," kata Iris.
"Iya aku juga melihat nya."
"Ayah kenapa kakak ipar selalu memakai topi," tanya Zikri.
__ADS_1