
Waktu terus berlalu dan Iqbaal masih tidak ada perkembangan, bahkan dalam berapa saat kondisi Iqbaal semakin memburuk. Sudah 3 bulan Iqbaal tertidur dengan sangat panjang, dan sudah 3 bulan juga Alya juga tidak pernah pergi jauh dari Iqbaal. Untung saja ke dua anak nya dapat mengerti kondisi orang tua nya saat ini.
Kayla di urus oleh Kia dan Natasya, sesekali ia datang ke rumah sakit untuk melihat ke dua orang tuanya. Sedangkan Reno ikut dengan Bima yang telah selesai melangsungkan pernikahan nya.
Karena tidak ada keluarga yang datang, dengan terpaksa Alya meninggal kan Iqbaal untuk sesaat karena ia harus mengisi perut nya. Dari kemarin Alya belum mengisi perut nya yang saat ini mulai terasa perih.
"Aku pergi sebentar ya, aku mohon cepat lah bangun," ucap Alya sambil mencium wajah suaminya.
Karena sudah terlalu lama koma, luka di tubuh Iqbaal sudah tidak ada lagi, tubuh Iqbaal sudah kembali bersih seperti semula, saat ini kesadaran nya lah yang sangat di tunggu semua orang.
Azka sudah beberapa kali meminta izin oleh dokter yang menangani Iqbaal untuk membawa Iqbaal ke luar negeri, tetapi dokter melarang nya karena takut terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan. Jalan satu-satu nya saat ini hanya bisa berdoa meminta yang terbaik dari tuhan.
Setelah selesai sarapan pagi, Alya langsung kembali ke ruangan suami nya. Dari kejauhan banyak dokter yang masuk ke dalam ruangan Iqbaal, Azka dan yang lainnya juga sudah ada di depan ruangan itu. Dengan cepat Alya langsung berlari mendekat.
"Pah ada apa pah," tanya Alya.
"Alya kau dari mana, suami mu kembali drop al," jawab Azka.
"Aku habis sarapan pagi pah, maafkan aku pah," ucap Alya.
__ADS_1
Hati Alya kembali hancur saat melihat berbagai macam alat masuk ke dalam tubuh suaminya, dari kaca Alya dapat melihat semua nya.
"Sabar sayang, Iqbaal pasti akan baik-baik saja," ucap Natasya.
Mereka semua melihat dokter memberikan penanganan pada Iqbaal dari balik kaca itu, Alya dan yang lainnya mulai bingung saat dokter mulai membuka satu persatu alat yang mengancam dari tubuh Iqbaal.
"Apa maksud mereka," ucap Azka.
Azka menerobos masuk ke dalam ruangan itu, ia yakin ada yang tidak beres dengan Iqbaal.
"Apa-apaan kau," bentak Azka.
"Kau dokter Kau gila, jangan menyerah begitu saja," ucap Azka yang mulai menetes kan air mata nya.
Alya yang tidak tahan juga menerobos masuk ke dalam, Alya mendekati Iqbaal dan langsung memeluk nya.
"Aku mohon sayang bangun sayang, bangun," ucap Alya sambil menangis di dalam pelukan itu.
Azka juga sudah tidak bisa menahan semua nya lagi, Azka mendekati Iqbaal lalu mencium tangan Iqbaal.
__ADS_1
"Ayah mohon bal, bangun bal, bangun bal jangan tinggal kan ayah," ucap Azka air mata nya menetes deras membawahi wajah nya.
"Sayang, ini bukan dunia yang baik untuk Iqbaal, dia akan tersiksa sayang." Natasya memeluk Azka dari belakang.
"Apa maksud mu sayang, Iqbaal tidak boleh pergi sayang, dia akan tetap bersama kita," ucap Azka.
"Dengarkan aku, tidak semua nya bisa kita lakukan sayang. Ini sudah takdir sayang. Ini akan menyiksa Iqbaal, ikhlas sayang percaya lah Iqbaal akan bahagia di sana," kata Natasya.
Azka membalik tubuh nya dan langsung memeluk Natasya, ia benar-benar tidak sanggup kehilangan Iqbaal.
"Alya," ucap Natasya.
Alya melepaskan pelukan nya dan ikut memeluk Natasya, dunia seakan-akan berhenti bagi keluarga ini, dada mereka terasa sangat sesak saat melihat Iqbaal dalam kondisi seperti ini.
"Ikhlas sayang," ucap Natasya.
"Iqbaal jika di sana tidak membuat mu tersiksa ayah ... ayah Ikh ... las bal, ayah ikhlas," ucap Azka dengan suara yang gemetar.
"Sayang percaya lah kita pasti kembali bertemu, aku tidak ingin membuat mu tersiksa seperti ini. Maaf sayang. Maafkan aku, pergi lah kemana pun yang membuat mu tenang."
__ADS_1
Perlahan tekanan darah Iqbaal semakin melemah, alat juga sudah mulai berbunyi pertanda Iqbaal benar-benar sudah pergi dari sini. Selama ini ia hanya menunggu ke ikhlas dari orang yang ia cintai dan sayangi.