
"Ziel kakak mu akan datang lagi?"
"Iya maaf ya, aku membuat mu tidak nyaman," kata Aziel.
"Tidak papa, ini kan apartemen milik mu. Lagi pula aku akan liburan musim panas dengan teman-teman ku. Awal nya aku ingin mengajak mu tapi kau seperti nya kau tidak bisa."
"Iya aku tidak bisa, aku akan liburan dengan kakak ku," ucap Aziel.
Lagi dan lagi Aziel harus merapihkan kembali apartemen nya. Kali ini yang datang adalah Reno kakak yang sangat suka dengan kebersihan dan kerapihan. Meskipun kembali di rapot kan Aziel malah sangat senang dengan kedatangan kakak nya.
Berbeda dengan Aziel yang sedang bersiap-siap untuk kedatangan nya. Reno malah masih tertidur dengan sangat lelap, ia tertidur dengan memeluk Harry bukan Annisa istri nya.
"Annisa dia sedang merindukan adik nya, jangan merasa terabaikan. Perasaan apa ini, kenapa malah aku agak merasa terabaikan," batin Annisa.
Annisa memilih untuk membantu mamahnya memasak sarapan pagi, sebelum pergi meninggalkan Reno ntah kenapa ia sangat ingin mencium wajah suami nya. Annisa mendekati wajah Reno dan langsung mengecup nya.
"Hey kau pelanggaran," ucap Reno.
"Eh kamu sudah bangun," tanya Annisa yang sangat merasa malu karena sudah lancang mencium Reno.
Reno menarik tangan Annisa dan memberikan beberapa kecupan di wajah Annis. Hal tersebut semakin membuat perasaan Annisa semakin menjadi-jadi.
"Kita berangkat siang ini," ucap Reno.
"Iya mas," kata Annisa.
"Itu mu sudah selesai," tanya Reno.
"Sudah mas, sudah selesai," jawab Annisa.
"Bagus," ucap Reno dengan wajah yang sangat senang.
"Hmmm abang," rengek Harry.
"Kau tidak mengompol kan," tanya Reno.
"Tidak bang, abang mau pergi lagi," tanya Harry.
__ADS_1
"Iya kali ini cukup lama, kau mau ikut dengan abang," tanya Reno.
"Dengan mommy dan daddy juga?"
"Tidak abang saja, kau tidak mau ikut dengan abang."
"Tidak mau, ingin bersama mommy dan daddy," kata Harry.
"Kau memang anak mommy dan daddy," ucap Reno.
Jika membawa Harry pun tidak mungkin Reno lakukan, di Australia sedang musim panas hal tersebut sangat tidak cocok dengan Harry yang tidak bisa terkena udara panas dan paparan sinar matahari secara langsung.
"Ya sudah sana masuk ke dalam kamar mommy."
Harry turun dari atas ranjang dan langsung berlari keluar dari kamar abang nya. Sedangkan Reno memilih untuk menghubungi Aziel adiknya.
"Halo," ucap Aziel.
"Kau sudah bersiap-siap untuk kedatangan kakak mu," tanya Reno.
"Sudah kakak, di apartemen ku ada tiga kamar, kakak hanya berdua saja kan," tanya Aziel.
"Maksudnya kak, siapa adik kandung mu," tanya Aziel.
"Sudah nanti aku jelaskan, kau bersiap saja," jawab Reno.
"Kak jangan membuat ku penasaran, apa Harry ikut, tapi di sini kan sedang musim panas," kata Aziel.
"Sudah ziel, jangan banyak tanya, aku bersiap dulu," ucap Reno sambil mematikan sambungan telepon.
Reno masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya, sekaligus ia ingin berendam di dalam badthup untuk menyegarkan tubuh nya.
"Ayah kenapa pulang sekarang," tanya Zikri.
"Ayah memang harus segera pulang, ayah sudah pesan tiket pesawat, mobil ayah tinggal di sini, nanti kau kalau sudah pulang liburan langsung pulang saja ke rumah," jawab Bima.
"Iya yah, tapi aku tidak papa kan pergi dengan kakak, ayah tidak keberatan kan?"
__ADS_1
"Tidak Zikri, untuk apa ayah keberatan, dia kakak ku dan wajar jika kau pergi bersama nya. Pergi dengan baik, jangan merepotkan Reno dan selalu sopan pada semua orang yang ada di rumah ini," ucap Bima.
"Iya yah." Zikri mencium tanpa ayah nya sebelum Bima pergi meninggalkan nya.
Sebelum kakak nya memintanya untuk bersiap-siap Zikri sudah memutuskan untuk bersiap-siap terlebih dahulu, ia memasukan beberapa pakaian yang akan ia gunakan di sana, Zikri benar-benar tidak ingin merepotkan Reno yang sudah sangat baik pada nya.
Satu jam berlalu Reno sudah siap menyelesaikan kegiatan mandi nya, ia lupa jika ia harus memberikan kabar Zikri jika penerbangan mereka siang ini, ia juga ingin memberikan beberapa barang yang Zikri perlukan untuk di sana nanti.
"Zikri kakak masuk," ucap Reno.
"Iya kak, masuk saja," kata Zikri.
"Oh kau sudah bersiap-siap, kenapa tidak keluar kamar, pasti kau lapar."
"Aku menunggu mu kak, aku hanya kenal dengan mu, dan aku sangat merasa tidak enak jika, asal keluar kamar," kata Zikri.
"Kau ini seperti dengan siapa saja, oh iya ini untuk jaringan mu agar kau tidak repot jika kehilangan jaringan internet. Ini uang dolar Australia, kau memerlukan ini jika berada di sana."
"Terima kasih kak, oh iya ayah sudah pulang, dia titip salam pada mu," ucap Zikri.
"Iya, kau jangan merasa sendiri ya, ada aku di sini, aku kakak mu dan aku tidak mungkin membiarkan mu menderita," kata Reno.
"Iya kak aku tau itu, aku sudah tidak sabar ke sana. Ini pertama kali nya aku ke luar negeri," ucap Zikri.
"Zikri di sana juga ada dua adik kakak, nama nya Aziel dan Kayla, kalian harus akur ya," kata Reno.
"Iya kak pasti aku akan akur dengan mereka," ucap Zikri.
Siang hari nya Reno, Annisa dan Zikri sudah siap untuk berangkat, mereka juga sudah pamitan pada Iqbaal dan lainnya. Saat ini mereka bertiga hanya menunggu pesawat lepas landas saja. Zikri cukup gugup karena ini pertama nya naik pesawat dalam perjalanan yang cukup jauh, biasa nya ia hanya baik pesawat dalam perjalanan dekat saja.
"Kita akan terbang berapa lama kak," tanya Zikri.
"Rata-rata durasi penerbangan nonstop dari Indonesia ke Australia adalah 19j 17m, mencakup jarak 3972 km."
"Kak pintar, sampai tau dengan detail," ucap Zikri.
"Kau tidak melihat layar di depan mu, jelas-jelas layar di depan mu sudah memberitahu mu dengan jelas."
__ADS_1
"Hehehe aku tidak melihat nya, banyak waktu untuk aku istirahat," ucap Zikri.
"Kalian sudah menemukan nya, kenapa dia sangat sulit untuk dicari, aku yakin ada yang melindungi nya. Aku tidak mau semua nya jatuh ke tangan nya."