Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Pingsan.


__ADS_3

Pagi hari nya Reynald sedang berjalan-jalan mengelilingi taman rumah ini. Walaupun sedang sakit Reynald tidak boleh hanya Berdiam diri di dalam kamar, ia memutuskan untuk jalan-jalan di taman sambil menunggu mamah mertua nya memasakkan makanan khusus untuk nya.


Reynald membuka baju untuk melihat luka bekas operasi nya, dari luar memang luka itu sudah terlihat kering tetapi Reynald tidak tau bagaimana dalamnya. Saat untuk banyak bergerak saja terkadang Reynald merasakan rasa nyeri di luka nya itu.


Ia juga rajin mengusap keringat yang ada du luka nya agar tidak membuat luka itu basah. Tubuh nya memang mudah berkeringat itu sebabnya ia membatasi gerak nya.


"Sayang," teriak Kayla.


"Iya ada apa," tanya Reynald.


"Sudah Matang masakan mommy, ayo mandi," jawab Kayla.


"Iya." Reynald berjalan mendekati Kayla.


Kayla hanya bisa menelan air liur nya dengan kasar saat melihat tubuh Reynald di penuhi dengan keringat. Keringat mengalir dari dada bidang Reynald sampai ke bawa. Wanita mana yang tidak terpesona melihat Reynald.


"Sayang," ucap Reynald yang membangunkan lamunan Kayla.


"Eh iya Maaf aku terpanah," kata Kayla.


"Hahaha kamu tidak pernah melihat aku seperti ini," tanya Reynald.


"Kalau melihat tumbuh kamu sering tapi kalau sampai di tutupi keringat begini tidak pernah, seksi sekali," jawab Kayla.


"Hahaha iya sayang aku memang terlihat sangat seksi kamu benar sekali," kata Reynald.


"Sudah ayo masuk, nanti ada wanita lain yang melihat nya," ucap Kayla dam langsung membawa Reynald masuk ke dalam rumah.


Setelah selesai mandi Reynald bercermin tanpa memakai apapun. Ia bergaya seperti seorang model papan atas. Kayla saja hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat tingkah random suami nya.


"Ya ampun mas, apa si yang kamu lihat," tanya Kayla.


"Ternyata aku memang tampan ya, tubuh ku juga sangat indah. Dan bagian bawa sini wah luar biasa besar padahal sedang tertidur," jawab Reynald.


"Hahaha kamu mengagumi diri mu sendiri mas, bagaimana mungkin bisa ada pria seperti kamu," kata Kayla.


"Ya ada dong. Pria tampan dan gagah, oh iya satu lagi pria yang sangat luar biasa indah ini," ucap Reynald.


"Ayo bangun aku ingin melihat mu di cermin," kata Reynald.


"Sudah pakai baju kamu, nanti kalau bangun tidak bisa pakai celana d*lam," ucap Kayla.


"Ahkkk tidak mau nanti sayang, nanti saja ya," kata Reynald.


"Reynald pakai pakaian kamu jangan seperti ini," ucap Kayla yang sudah seperti emak emak.


"Hahaha iya siap mak, pakaian kan," kata Reynald.


Lagi dan lagi Kayla hanya bisa menggelengkan Kepala nya, ia terkadang merasa aneh melihat tingkah random suami nya. Dulu saat pertama kali bertemu Reynald tidak lah random seperti ini, Kayla tidak tau jika diri nya lah yang membuat tingkah Reynald menjadi random seperti ini.


Setelah selesai memakai pakaian nya Reynald keluar dengan Kayla. Ia sudah di masakan makanan spesial oleh mamah mertuanya.

__ADS_1


"Eh menantu mamah sudah datang, kau pasti lapar kan," kata Alya.


"Hahaha iya mah, aku ingin makan," ucap Reynald.


"Kayla ambil kan makanan untuk suami mu."


"Iya mom, jangan heran ya mom, terkadang dia agak konslet seperti ini," kata Kayla.


"Hahaha iya tidak papa sayang."


"Mamah hari ini sangat cantik sekali ya," kata Reynald.


"Apa benar kamu tidak membohongi mamah," tanya Alya.


"Hahaha tidak mah, aku bersumpah, pantas saja ayah sangat suka dengan mamah, mamah saja sangat cantik seperti ini, aku kalau jadi ayah pasti sangat suka dengan mamah," jawab Reynald.


"Kayla suami mu sangat pintar menggombal ya, sudah berapa wanita yang kami gombal ha, apa jangan jangan Kayla juga menjadi korban mu," tanya Alya.


"Hahaha tidak mamah, aku tidak berbohong dan aku tidak gombal," jawab Reynald.


"Sudah iya iya mamah percaya pada mu, cepat makna yang banyak agar kau bisa cepat sembuh," kata Alya.


"Dasar anak manja," kata Reno.


"Diam jangan ikut campur urusan ku," ucap Reynald.


"Mommy kenapa memasak itu si aku tidak suka mom," kata Reno.


"Ah mommy sudah tidak sayang pada ku, aku sangat cemburu pada Reynald." Reno pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang cemburu.


"Hahaha pergi sana kau, jangan kembali," kata Reynald.


"Sayang jangan begitu nanti kalau kalak mengamuk bagaimana?"


"Tidak papa aku tidak takut pada nya lagi pula sudah ada mamah yang melindungi ku dari terkaman nya.


Vania memberikan hasil tugas nya pada Raffi. Raffi yang menerima hasil tugas itu sampai tercengang. Sangat detail sekali seperti hasil printer. Raffi mengusap gambar itu untuk membuktikan nya, memang terasa tekstur hasil gambaran.


Saat melihat nya lagi otak Raffi langsung traveling kemana-mana. Ia tidak bisa mengendalikan otak nya, sebelum semua nya semakin kalau Raffi menutup gambar itu.


"Bagus tapi aku tidak yakin kau yang menggambarnya," kata Raffi.


"Saya pak yang menggambarnya," ucap Vania.


"Saya tidak percaya, katakan siapa yang menggambarnya, kalau kamu jujur saya tidak akan menghukum mu. Tapi kalau kamu tidak mengaku juga saya akan menghukum mu," kata Raffi.


"Iya pak saya mengaku, yang menggambar ini kakak saya," Ucap Vania.


"Hahaha kau sudah berbohong dan kau akan mendapatkan hukuman dari ku, aku ingin kau yang menggambar nya bukan kakak mu. Ini tugas mu, bukan tugas kakak mu. Kau baru masuk ke kelas ku sudah membuat masalah. Sekarang masuk ke dalam ruangan ku dan bersihkan, sekaligus dengan kamar mandi nya."


"Tapi pak...

__ADS_1


"Sekarang!!!...."


Siap pak, maafkan saya." Vania pergi meninggalkan kelas nya. Ia sangat malu pada teman-tema nya karena ia sudah membuat masalah padahal beberapa hari masuk sekolah.


Dengan terpaksa Vania membersihkan ruangan Raffi. Saat masuk ke dalam ruangan itu Vania melihat guru lain ada di dalam, siapa lagi jika bukan mantan istri Raffi.


"Ibu," ucap Vania.


"Eh kamu, kamu mau apa," tanya Tina.


"Saya mendapatkan hukuman untuk membersihkan ruangan ini buk," jawab Vania.


"Oh ya sudah bersihkan lah, jangan sampai ada yang tersisa," kata Tina dan pergi meninggalkan tempat itu.


"Jangan ada yang tersisa maksud nya aku harus membersihkan semua nya, sampai ke buku buku nya, hahaha ibu itu ada-ada saja," batin Vania.


Vania mulai melakukan tugas nya, ia sangat ligat membersihkan semua nya. Vania lupa jika ia belum ada sarapan dari pagi, perut nya belum terisi apapun.


Setelah semua nya selesai keringat mulai bercucuran membasahi wajahnya. Tubuh nya lemas dan wajah nya juga terlihat cukup pucat. Saat ingin mengambil sesuatu yang terjatuh kepala Vania sangat Pusing dan tak lama ia jatuh pingsan.


Raffi sudah selesai dengan kelas nya, ia berjalan masuk ke dalam ruangan nya, saat membuka pintu betapa terkejut nya ia saat melihat Vania sudah jatuh pingsan.


"Vania." Dengan cepat Raffi mengangkat Vania dari lantai dan membawa nya ke sofa.


Kemudian ia mengambil minyak angin dan meletakan ke hidung Vania agar Vania cepat bangun.


"Vania bangun jangan sampai kau mati," kata Raffi.


"Hmmmm." Vania mulai memijat kepala nya yang sakit.


"Kamu sudah bangun, kamu kenapa ada apa," tanya Raffi.


"Saya belum makan pak, kepala saya sangat pusing dan saya sangat lapar," jawab vania. "Vania Vania, kenapa tidak katakan pada saya, kamu membuat saya khawatir," kata Raffi.


"Ini minum lah dulu, saya akan membelikan mu makanan," kata Raffi.


"Pak boleh request," tanya Vania.


"Apa," tanya Raffi.


"Hmmm bubur ayam pak," jawab Vania.


"Sudah sakit masih saja banyak mau," kata Raffi dan pergi meninggalkan Vania.


Vania merasa tubuh nya sangat lemas, ia pikir ia tidak akan di tolong ternyata ada Raffi yang mau menolong nya.


Tal lama Raffi datang dengan membawa dua mangkuk bubur ayah. Untuk Vania satu dan untuk diri nya satu.


"Terima kasih pak, tapi saya satu saja juga cukup kok pak,"


"Tapi saya satu saja juga cukup kok pak," ucap Raffi dengan nada yang mengejek.

__ADS_1


"Kamu pikir saya tidak butuh makan," kata Raffi.


__ADS_2