Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Episode 2


__ADS_3

Dinda pulang ke rumah nya dengan uang di tangan nya. Uang itu akan ia berikan ke pada ibu tiri nya, Dinda tidak memiliki orang tua kandung, ia tinggal bersama dengan ibu tiri yang selalu meminta uang pada nya. Meskipun begitu ntah kenapa Dinda sangat sayang pada ibu nya itu, mungkin karena ibunya yang membantu diri nya untuk bangkit menjadi seperti sekarang ini.


"Mana uang nya," tanya Laksmi.


"Ini mah." Dinda memberikan uang itu pada ibu nya, ia sudah memisahkan uang untuk kebutuhan nya dengan uang yang ia berikan pada ibu nya.


"Bagus, kamu sangat pintar," ucap Laksmi.


"Iya mah, ya sudah aku ingin beristirahat dulu."


"Jangan hanya tidur, olahraga dengan benar. Jaga pola makan mu, kau tidak ingin kembali seperti dulu kan."


"Iya mah. Aku pasti menjaga diri ku dengan baik," ucap Dinda.


"Bagus ya sudah sana."


Laksmi sangat perhatian pada Dinda bukan karena ia sayang pada Dinda, ia memiliki maksud lain. Jika Dinda sudah tidak menghasilkan uang, ia bisa menjual Dinda pada orang kaya, dengan tubuh yang bagus dan wajah yang cantik pasti Dinda akan di hargai dengan harga yang sangat mahal.


Di dalam kamar Dinda melepaskan soflen di mata nya, lalu agar penglihatan nya tetap jelas Dinda memakai kaca mata. Mata Dinda mengalami rabun dari kecil, ia bisa saja operasi agar pengelihatan jelas tetapi uang yang di perlukan pasti sangat banyak.


"Terkadang akun sangat aneh dengan tubuh ini," ucap Dinda.


Handphone Dinda berdering dengan kuat. Dinda mengambil handphone nya dan langsung mengangkatnya.


"Iya," ucap Dinda.


"Kau harus menikah dengan nya."


"Ha!! tidak tidak aku tidak mau," ucap Dinda.


"Kenapa tidak? Setelah kau menikah dengan nya kau lebih mudah untuk menghancurkan bisnis nya, setelah dia hancur kau bisa langsung pergi meninggalkan nya. Itu pasti membuat nya sengsara, apalagi dia mencintaimu, dendam mu pasti akan langsung terbalaskan."

__ADS_1


"Jika aku menikah dengan nya, aku akan mempunyai anak dengan nya, itu bukan ide yang bagus," ucap Dinda.


"Hancur kan sebelum kau punya anak dengan nya. 10 M uang yang akan kau dapatkan."


"10 M."


Dinda berpikir dengan uang 10 M ia bisa membuka usaha ataupun pergi dari negera ini, hidup dengan bahagia tanpa harus bekerja keras ke sana sini, ia juga tidak perlu melakukan sandiwara gila ini lagi.


"Bagaimana 10M, atau masih kurang 15M untuk mu."


"Oke aku setuju 15 , tetapi aku mau separuh di kirim sebelum aku menikah dengan nya," kata Dinda.


"Tidak bisa, kami tidak percaya pada mu. Setengah nya akan di kirim jika kau sudah menikah dengan nya, setelah semua rencana selesai sisa nya akan kami Kirim pada mu."


"Deal." Dinda mematikan sambungan telepon itu.


Sepulang bekerja Aziel langsung pulang ke apartemen nya, ia sudah sangat lelah dan langsung ingin beristirahat. Saat sampai di apartemen Aziel cukup terkejut karena pintu apartemen nya tidak terkunci. Hanya dia orang yang tau sandi apartemen nya, yaitu Lisa pacar nya dan Zikri sahabat dekat nya.


"Sayang," ucap Aziel sambil masuk ke dalam.


Aziel tersenyum sambil mendekati Lisa, ia memeluk Lisa dari belakang, rasa nya ia sangat senang memiliki pacar seperti Lisa. Meskipun mereka berdua tidak mendapatkan restu dari orang tua Aziel, tetap saja Aziel ingin membawa pacar nya ini ke jenjang yang lebih serius lagi.


"Be aku sangat senang kamu memasak seperti ini, sangat seksi." Aziel memeluk Lisa dari belakang.


"Hahaha masak si, aku tidak percaya," ucap Lisa.


"Iya sayang aku tidak berbohong, kamu benar-benar sangat seksi," kata Aziel.


Lisa sudah selesai memasak. Ia mematikan kompor dan membalik tubuh nya. Perlahan Lisa mendekati bibir Aziel dan mencium nya dengan lembut.


"Gaya pacaran mereka termasuk bebas, mereka sering tidur bersama, meskipun tidak berbuat apa apa. Aziel sebenarnya sudah ingin tetapi ia takut Lisa hamil dan membuat kekacauan di keluarga nya. Gaya hidup Aziel memeng sudah sangat melekat dengan orang barat. Mungkin karena ia sudah bertahun-tahun hidup di sana tanpa kembali ke Indonesia, semua didikan yang ia dapatkan di Indonesia seperti hilang begitu saja.

__ADS_1


"Be nakal ya," ucap Aziel.


"Bagaimana wanita tadi, dia cocok tidak," tanya Lisa.


"Lumayan lah, dia pasti bisa membantu ku. Dia juga tida jelek, jadi tidak membuat mata ku sakit," jawab Aziel.


"Pilihan siapa dulu, aku pasti memilih yang terbaik untuk mu sayang. Aku tau kamu kelelahan, aku tau kamu pasti memerlukan seseorang untuk membantu mu."


"Hahaha terimakasih be, kamu memang yang terbaik untuk ku," ucap Aziel.


Saat sedang bermesraan seperti ini tiba tiba seseorang yang Aziel tidak duga datang. Orang itu adalah Reno, Reno melihat semuanya, bagaimana adik kesayangan nya bermesraan dengan wanita asing. Di dalam apartemen yang ia berikan pada Aziel.


"Ziel!!!"


"Abang," ucap Aziel.


Reno berjalan mendekati Aziel, ia memberikan tatapan tajam pada mereka berdua. Aziel benar-benar kikuk, ia sudah ketangkap basah oleh abang yang sangat ia takuti.


"Aku ingin berbicara berdua dengan mu." Reno berjalan masuk ke dalam kamar Aziel.


"Sayang kamu pulang dulu ya," ucap Aziel.


"Tapi kamu tidak papa kan," tanya Lisa.


"Tidak papa, jangan khawatir kan aku," ucap Aziel.


"Aku pulang." Lisa langsung pergi meninggalkan apartemen pacar nya.


Aziel berjalan masuk ke dalam kamar, ia keringat dingin karena tertangkap basah oleh Reno.


Bruk.... Pukulan kuat mendarat di wajah Aziel.

__ADS_1


"Kau ingin membuat malu keluarga," ucap Reno.


"Bagaimana mungkin abang bisa ke sini," tanya Aziel sambil memegang wajahnya yang terasa sangat sakit.


__ADS_2