
"Sayang, kamu sudah kembali. Aziel dan Reno sudah ke sana??"
"Sudah sayang, aku sangat lelah. Ingin beristirahat dulu."
"Ya sudah istirahat lah. Aku siapkan air hangat ya," ucap Alya.
"Mau kemana." Iqbaal menarik Alya dan menjatuhkan diri mereka berdua ke atas ranjang.
"Sayang, jangan asal. Ingat umur," ucap Alya.
"Penulis membuat umur ku tetap di angka muda sayang, untuk apa aku Mengingat nya."
"Kamu mau apa, tumben seperti ini," tanya Alya.
"Masih tanya mau apa?? sudah setengah bulan aku menahan nya, aku sudah tak tahan lagi..."
"Bapak tua ini tak sadar ya, tak ingat cucunya sudah banyak."
"Cucu banyak itu kan hasil nya Reno. Aku tak tau dimana pikiran anak itu, belum apa apa sudah mempunyai tiga anak. Dan istri nya sedang hamil lagi anak ke empat," ucap Iqbaal.
"Hahaha aku pun tak bisa membayangkan bagaimana Annisa. Setiap dua atau tiga tahun melahirkan, pasti rasa nya sangat lelah. Ya mau bagaimana lagi, mungkin itu sudah menjadi kesempatan mereka. Kita dukung saja asalkan tak ada paksaan."
Iqbaal mengingat ngingat masa lalu nya, waktu sangat cepat berlalu, perlahan-lahan ia akan tergantikan oleh anak anaknya. Semuanya akan terus berlanjut sampai akhir dunia.
Dan beberapa saat kemudian.
"Hmmm masih enak sayang," ucap Iqbaal...
"Jangan terlalu bersemangat awas encok," kata Alya.
"Jangan meremehkan ku..."
Mau dulu ataupun sekarang Alya tak merasakan hal yang berbeda dari Iqbaal. Iqbaal masih tetap seperti dulu penuh tanaga dan stamina.
Di rumah sakit Reno membawa Harry kembali ke tempat tidur nya, ia sudah membersihkan bagian bagian yang memang harus rajin di bersihkan.
"Kau sudah mimpi basah," tanya Reno.
"Apa itu, mimpi ngompol," tanya Harry.
__ADS_1
"Hadeh yang abang tanya waktu itu, kau sudah mimpi itu dengan wanita," ujar Aziel.
"Belum, aku belum mimpi apa-apa," jawab Harry.
"Tapi itu mu sudah besar, dulu abang usia 13 tahun sudah mimpi," kata Reno.
"Kau 13 tahun aku sebelum 12 tahun sudah mimpi. Mana perkembangan ku cepat sekali," ucap Aziel.
"Aku belum terlalu mengerti, tolong jelaskan secara ilmiah atau apalah," kata Iqbaal.
"Mimpi basah umumnya muncul pada masa-masa menjelang remaja atau pubertas. Saat itu, tubuh pria mulai memproduksi hormon testosteron yang akan memproduksi ******. Pada masa ini, remaja pria mengalami beberapa perubahan pada tubuhnya. Ketika usianya menginjak 12 tahun, ***** remaja pria mulai berkembang dan memanjang," jelas Aziel.
"Nah pintar, seharusnya si kau sudah, karena kau sudah menunjukkan ciri-ciri pubertas, kumis dan janggut mu sudah terlihat tumbuh walaupun halus, Tadi abang lihat di junior mu sudah ada rambut rambut halus, ketiak mu pun juga sudah, terus burung mu juga sudah besar hampir sama dengan milik abang. Suara mu juga sudah berubah menjadi berat, terakhir tumbuh jakun dan dada tampak bidang. Semua sudah kau alami," ucap Reno.
"Begitu bang, kalau aku tak mimpi aku tak normal dong," tanya Harry.
"Hahaha ya tidak Harry, nanti juga akan mimpi, kaya kau ingin segera mempunyai anak, kalau sudah mimpi kau sudah bisa mempunyai anak," jawab Aziel.
"Begitu." Harry hanya mengangguk kan kepala nya, ia yang hanya sekolah bisnis tak tau hal seperti itu sedikitpun.
Malam ini tugas mereka berdua hanya menghibur Harry agar Harry tak banyak memikirkan hal hal buruk. Setelah Harry kembali tertidur baru lah mereka berdua bisa beristirahat di ruangan itu.
"Bang kalau istri ku hamil bagaimana???"
"Tapi aku malas bang, aku belum siap untuk mempunyai anak, nanti dia akan menganggu hubungan ku dengan istri ku."
"Aziel kenapa aku memikirkan hal itu, nikmati saja lah pernikahan mu. Aku ngantuk, aku ingin tidur," ucap Reno.
Pagi hari nya, Harry bangun lebih dulu dari mereka berdua. Ia kebingungan dengan celana nya yang sudah basah. Ia memegang celana nya dan merasakan lengket tak seperti kencing biasa.
"Abang," teriak Harry.
"Apa ada apa..." Aziel dan Reno langsung bangkit dari tempat mereka. Ia pikir terjadi sesuatu pada adik nya ini.
"Ada apa har, kenapa??? apa yang sakit," tanya Aziel.
"Ini kenapa?? lengket," ucap Harry.
"Coba kau cium, apa bauk nya," tanya Reno.
__ADS_1
"Hmmm aneh, tapi apa ini," tanya Harry.
"Kau sudah dewasa sayang, kau tak mimpi apa apa tadi malam," tanya Reno.
"Mimpi apa?? aku gak mengingat apa apa," jawab Harry.
"Yakin, dengan wanita," tanya Aziel.
"Eh seperti nya ada, tapi aku tak ingin dengan jelas..."
"Ya sudah, berarti memang kau sudah dewasa, ini nama nya mimpin basah. Baru kemarin kita membubarkan nya sekarang kejadian juga. Nah yang lengket itu benih mu, itu yang akan menjadi anak anak yang menggemaskan..."
"Terus aku akan mempunyai anak sekarang juga dong," tanya Harry.
"Tidak begitu dong Harry, tidak begitu konsep nya,untuk mempunyai anak kau harus memiliki istri, nah benih mu ini harus berkembang di dalam rahim istri mu. Ini masih begitu asing untuk mu, karena memang kau belum waktu nya untuk mengerti."
"Dengarkan bang Reno, sekarang kau harus mandi, ayo abang bantu, abang juga ingin mandi,'' kata Aziel.
Iqbaal meminta istri dari Aziel dan Reno untuk mempersiapkan pakaian suami mereka berdua. Ia belum bisa bergantian pada mereka berdua untuk menjaga Harry karena harus ke sebuah tempat untuk menyelesaikan sesuatu.
''Ayah aku boleh ikut," tanya Dinda.
"Tidak Dinda, belum boleh banyak banyak untuk masuk ke dalam ruangan Harry. Hanya bisa dua orang Aziel dengan Reno,'' jawab Iqbaal.
''Begitu yasudah lah, ini pakaian suami ku yah."
"Jangan bersedih sayang, nanti kita ke sana membawakan makanan untuk mereka berdua, walaupun kita tak bisa masuk tak papa, nanti kalau mau bergantian bisa.''
Setelah mendapatkan pakaian Aziel, Iqbaal masuk ke dalam kamar hotel yang berbeda, ia akan mengambil pakaian milik Reno dari istri nya.
"Kakek kakek kakek..." Anak Reno langsung berlari memeluk kaki Iqbaal.
Reno menghasilkan banyak keturunan untuk nya, semua nya laki laki yang sangat tampan dan menggemaskan.
"Siapa yang mau uang jajan," tanya Iqbaal.
"Aku aku aku aku aku...." Mereka bertiga langsung melompat lompat kegirangan.
"Sayang jangan begitu, kalian kan sudah mendapatkan uang jajan dari ayah.''
__ADS_1
"Tidak papa Annisa, ini untuk William, untuk Hans dan untuk Jansen. Ini sangat banyak dan sangat cukup untuk jajan kalian, jangan meminta mamah lagi ya."
"Hmmm itu anak nya Bima, wah cantik sekali, sudah tumbuh dengan cepat seperti Harry."