
"Dia tidur," ucap Dinda.
"Akan segera bangun," ucap Aziel.
Aziel membiarkan Dinda melakukan apa saja pada nya. Ia suka dengan apa yang di lakukan dengan Dinda. Biasa nya wanita akan pasif dalam hal seperti ini berbeda dengan Dinda yang benar-benar sangat aktif. Ini sangat pas pada Aziel yang saat ini sedang patah hati.
"Hmmmm." Aziel membuka bibir nya dengan cukup lebar. Ekspresi wajahnya menunjukkan diri nya sedang berada di kenikmatan tiada tara.
Aziel melepaskan tangan Dinda dan langsung membalik tubuh nya. Ia tersenyum lebar melihat wajah istri nya. Saat ingin mencium nya, Dinda sudah menciumi lebih dulu leher Aziel, dari atas sampai turun secara perlahan ke bawa. Aziel menyender ke pembatas agar tidak terjatuh, apalagi Dinda benar-benar sangat aktif sekali.
"Buka," ucap Aziel.
"No itu belum di cuci," kata Dinda.
Aziel hampir tertawa mendengar ucapan Dinda. Ia membalik posisi mereka berdua. Saat ini ia lah yang akan menyerang Dinda. Satu tarikan tali di kimono itu memperlihatkan bentuk tubuh Dinda secara penuh. Jakun Aziel naik turun dengan cepat melihat itu semua. Ia tak pernah tau dari atas sampai bawa tubuh Dinda benar-benar sangat menarik di mata nya.
"Seksi baby." Tanpa banyak bicara di tengah dinginnya malam. Aziel menyerang istri nya di tempat itu juga.
Di luar Lisa sudah menyadari jika Aziel memergoki nya. Ia curiga dengan pintu hotel nya yang terbuka, karena takut terjadi apa apa ia melihat CCTV hotel itu. Bertapa terkejutnya Lisa saat tau siapa yang datang memergoki nya.
Lisa membayar pihak hotel agar memberitahu semuanya. Dan Lisa mendapatkan kunci kamar Aziel dan Dinda. Dengan cepat ia langsung ke kamar hotel itu.
Setiap inci tubuh Dinda tak ada yang terlewatkan dari sentuhan Aziel, ia tidak membiarkan Dinda bernafas dengan tenang, ia membalas apa yang Dinda lakukan pada nya tadi, bahkan berkali kali lipat rasa nikmat nya.
"Saa...sayang... Hmmmmm." Dinda mengigit bibir nya merakan terjangan yang dahsyat di **** ********** nya, tanya jijik nya Aziel mengobrak ngabrik nya.
__ADS_1
"Wangi sayang, aku sangat suka," Ucap Aziel.
"Kamu tidak jijik?".
"Kamu saja tidak jijik pada ku, terus untuk apa aku jijik pada mu, aku sangat senang untuk melakukan nya, ini menjadi tempat favorit ku," ucap Aziel.
Aziel kembali menyerang istri nya, sedangkan Lisa sudah masuk ke dalam kamar itu, ia berjalan mencari keberadaan Dinda dan Aziel. Sayup sayup terdengar suara khas wanita merasakan indah nya surga dunia, secara perlahan Lisa berjalan mendekati sumber suara itu.
"Ahhhh...." Tubuh Dinda bergetar hebat merasakan pelepasan pertama nya. Paha nya menjepit kuat kepala Aziel.
Lisa menutup mulut nya menyaksikan itu, ternyata kedatangan nya di lihat oleh Dinda.
"Sa...sayang Lisa," ucap Dinda.
"Biarkan saja." Aziel menurutkan pertahan terakhir nya, yang memperlihatkan benda panjang itu di depan Lisa dan juga Dinda dan yang menjadi pemenang nya adalah Dinda seorang.
"Nikmati saja," jawab Aziel.
Aziel mengatur posisi yang tepat, agar Dinda cukup nyaman. ia sengaja melakukan hal ini untuk membalas apa yang Lisa lakukan pada nya. Selama ini Lisa yang sangat menginginkan hubungan ini, dan Aziel melakukannya dengan wanita lain. Lisa tidak kuat melihat itu semua, ia berlari pergi meninggalkan kamar itu, untuk menghentikan mereka berdua pun percuma saja, Aziel malah akan mengamuk kepada nya.
"Besar sekali, aaaku tak yakin bisa...
Belum Dinda menyelesaikan ucapannya Aziel sudah mendorong nya masuk, memang sangat menyakitkan untuk Dinda, tetapi Dinda berusaha menahan rasa sakit itu.
Setelah beberapa saat melakukan percobaan akhirnya segel neraka itu berhasil tembus, tangisan kecil keluar dari mata Dinda.
__ADS_1
"Aaa... Aku tak kuat, sakit sekali, milik ku terasa robek," ucap Dinda.
"Robek dari mana, masih bagus kok, kita ke kamar saya.'' Tanpa melepaskan tautan itu Ziel membawa istri nya ke tempat yang lebih nyaman. Malam ini mereka berdua menggapai indah nya suga dunia. Aziel benar benar kan menanamkan benih nya di dalam rahim istri nya.
Pagi hari nya. Aziel bangun lebih dalu dari istri nya. Ia tersenyum sendiri mengingat apa yang terjadi kemarin malam. Hal yang tak ia duga selama ini memang selalu terjadi dalam hidup nya. Ia berharap menikah dengan Lisa tetapi malah dengan Dinda, ia berharap melepaskan keperjakaan nya dengan Lisa eh malah denah Dinda juga. Ia beruntung Dinda juga masih menjaga kesucian nya meskipun Dinda terbilang sangat binal di mata nya.
"Bagaimana rasa nya? enak kan. Kenapa kau menahannya begitu lama, kau sangat bodoh Aziel. Kau menahannya begitu lama demi wanita gila itu," batin Aziel.
Setelah puas senyum senyum sendiri Aziel memutuskan mengambil celana pendek nya yang masih berada di balkon kamar, mata nya tertuju pada becak darah di lantai. Pantas saja Dinda menangis, darah nya saja sampai beberapa tetes di lantai. Aziel langsung menghubungi dokter pribadi nya untuk menanyakan hal ini, ia tak mau terjadi apa pada istri nya.
Dokter hampir tertawa mendengar pertanyaan itu, ia datang menghadiri pesta pernikahan mereka berdua dua minggu lalu, dengan Aziel berkata seperti itu membuat dokter dapat mengambil kesimpulan jika Aziel baru menyentuh istrinya, ia menjelaskan semua nya pada Aziel secara detail agar tidak ada kesalahpahaman.
''Begitu jadi selaput darah istri ku termasuk tebal, ya sudah terimakasih." Aziel langsung menutup panggilan itu.
Ia baru ingat jika tadi malam Lisa datang menyaksikan semua nya, ia cukup puas dengan hal itu. Biar saja Lisa merasakan apa yang ia rasakan, Aziel sama sekali tidak menyesal mengetahui semua nya malam itu, toh ia mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik dari pad wanita itu.
"Sayang.'' Dinda datang dan langsung memeluk Aziel, sebelum itu ia memukul pantat Aziel karena merasa heran pada Aziel yang berani tidak memakai apa apa di balkon pagi hari begini.
"Nakal ya, sudah bangun sayang, bagaimana enak kan? tidak menyesalkan melakukan nya dengan ku?
"Tidak sama sekali, aku sangat suka, walaupun sangat sakitt, aku sangat bahagia bisa melakukan nya dengan mu. Untuk jalan sedikit nyeri."
"Mandi yuk, nanti lanjut di rumah, aku lupa untuk mengirim pekerjaan ku di laptop. Padahal aku ingin melakukan nya di ayunan itu pasti sangat menyenangkan."
"Tunggu dulu, hubungan mu dengan wanita itu bagaimana? dia menyaksikan semua nya kemarin, pasti hati nya sangat hancur," ucap Dinda.
__ADS_1
"Hubungan ku dengan nya sudah kandas malam itu juga, dan aku tak peduli dengan perasaan nya."