
Sebelum lanjut author akan menjelaskan kelanjutan novel ini.
1.Alur cerita ini tidak akan sama dengan yang kalian harapkan, dan mungkin akan sangat panjang.
1.Novel ini akan up minimal 2000 kata perhari. Hayo 2000 kata loh, tetap dukung author ya.
...***...
"Maksud mu kak," tanya Kayla.
"Tidak ada Kayla, aku sangat bersyukur memiliki adik seperti mu, aku yakin kau dan David akan bahagia bersama," jawab Reno.
"Jangan bohong kak, jelaskan pada ku, atau jangan-jangan yang di katakan pacar ku benar. Kau suka pada adik mu sendiri kak," tanya Kayla.
"Hey jangan berkata seperti itu, bagaimana mungkin aku bisa suka dengan mu, aku kakak mu, kakak tidak akan suka dengan adik nya."
"Aku harap itu benar terjadi, aku akan sangat marah jika kau benar-benar suka dengan ku." Kayla pergi meninggalkan kamar Reno.
"Kau lihat Reno, bahkan Kayla sendiri akan membenci mu, jangan pernah berharap dan jangan pernah mengatakan perasaan mu yang sebenarnya. Itu akan membuat nya sangat marah pada mu, lupakan Kayla Reno."
"Abang." Harry berlari masuk ke dalam kamar Reno, ia naik ke atas ranjang dan langsung memeluk abang nya.
Reno buru-buru menghapus air mata nya, Harry memang selalu datang tepat waktu. Saat Reno sedang sedih pasti akan ada adik terkecil nya yang datang menghampiri nya.
"Sayang, lihat tangan mu merah-merah," ucap Reno sambil menurunkan suhu kamar nya.
"Tadi habis berolahraga di sekolah."
"Sudah abang katakan, jangan berolahraga kau tidak bisa terkena sinar matahari secara langsung." kata Reno.
Bisa di katakan Harry adalah copyan dari Iqbaal. Tidak bisa terkena sinar matahari, tidak suka dekat dengan wanita kecuali orang terdekat nya. Iqbaal cukup senang dari ke tiga anaknya ada juga yang menurun sikap dan perilaku nya.
"Abang ingin jalan-jalan," ucap Harry.
"Kau mau kemana," tanya Reno.
"Aku ingin pergi ke mall, ingin membeli banyak es krim," jawab Harry.
"Kalau ke mall boleh, sekarang ayo masuk ke dalam kamar daddy kau harus segera mandi," kata Reno.
Reno membawa Harry masuk ke dalam kamar Iqbaal dan Alya, saat ini Harry masih belum memiliki kamar sendiri karena sifat nya yang sangat penakut.
__ADS_1
"Abang, aku tidak mandi," rengek Harry.
"Harry jangan merepotkan abang mu," ujar Alya yang baru masuk ke dalam kamar.
"Mommy Harry tidak mau mandi,"
"Kenapa kau tidak mau mandi, mau daddy marahi lagi. Tadi kamu sudah bermain panas-panasan, lihat kulit mu sekarang merah-merah," kata Iqbaal.
"Dad, jangan kasar pada nya," ucap Reno.
"Mau kau bawa ke mana dia ren," tanya Alya.
"Aku akan membawa nya ke mall mom, dia sangat ingin jalan-jalan," jawab Reno.
"Pergi lah, tapi hati-hati ya, dan sebelum pergi mommy akan memandikan Harry," ucap Alya.
"Abang tunggu di depan, kau harus wangi ya," kata Reno.
"Daddy ikut Ren, daddy ingin membicarakan hal penting pada mu," ucap Iqbaal.
"Aku tidak ingin membahas masalah pernikahan lagi dad," kata Reno.
"Daddy ingin meminta maaf pada mu, daddy juga tidak tau kenapa keluarga paman bayu datang untuk melamar mu. Daddy janji tidak akan melakukan kesalahan lagi," ucap Iqbaal.
"Iya ren, oh iya mungkin lusa orang tua David akan datang, mereka ingin melamar Kayla, hanya lamaran untuk saling mengikat, daddy tidak bisa menolak permintaan mereka," ucap Iqbaal.
"Iya dad, aku akan mendatangi Kayla, tapi Kayla pernah meminta ku untuk menikahkan nya."
"Tidak ren, itu tugas daddy, kau bisa menjadi saksi saja. Dan pernikahan mereka pasti masih sangat jauh, kau tau sendiri kan bagaimana Kayla," kata Iqbaal.
"Aku paham dad, ya sudah aku ingin ke depan, tidak ada yang ingin di bicarakan lagi kan," tanya Reno.
"Tidak ada ren, sudah cukup. Tunggu adik mu ya di depan. Terima kasih telah mau menerima anak daddy dengan baik."
"Daddy apa yang kau bicarakan, walaupun berbeda mommy tetap saja mereka adik Reno, jangan berpikir seperti itu."
"Tapi aku hanya ingin memberikan mu saran, berhenti memproduksi anak, kasihan mommy Alya yang harus melahirkan terus," ucap Reno yang ingin menggoda daddy nya.
"Kau tidak tau daddy saja, daddy memiliki ***** yang tinggi Ren, tapi kau tenang saja mommy mu tidak akan hamil lagi, daddy sudah memberikan nya tangkal."
"Hahaha daddy bisa saja, aku jadi tidak Pergi-pergi kan," kata Reno.
__ADS_1
"Ya sudah sana pergi, oh iya nanti jaga adik mu ya. Aku ingin bermain 5 jam, jangan sampai dia datang dan menangkap basah kami."
"Ingat umur dady, hahaha awas pinggang mu akan patah," ucap Reno dan pergi meninggalkan kamar daddy nya.
"Aku senang melihat mu tertawa seperti itu Ren," ucap Iqbaal.
Di ruang tamu, sudah ada David dan Kayla yang sedang membicarakan pertunangan mereka. Karena ke dua keluarga ini berasal dari keluarga yang terpandang, mereka ingin mengadakan pertunangan dengan cukup mewah. Dan tentu saja mengundang teman-teman mereka.
"Kalian sedang apa," tanya Reno.
"Sedang mencatat teman-teman yang ingin kami undang Ren, kau datang juga ya," jawab David.
"Aku tinggal di sini bodoh, oh iya kau harus bersikap baik pada ku, kalau tidak aku tidak akan merestui mu."
"Ampun suhu, hahaha baiklah, oh iya karena Kayla melangkahi mu kau mau apa, kami harus memberikan mu hadiah," tanya David.
"Kau orang kaya, kau tau apa yang aku suka. Oh iya jam tangan yang ku pakai sudah jelek aku bosan. Hmmm mobil ku juga sudah tidak bagus," jawab Reno.
"Hahaha ya ya ya, aku tau itu. Lusa aku aja membawakan nya untuk mu, ayah ku akan mengeluarkan model baru jam yang sangat bagus. Mungkin hanya satu di dunia, aku akan memberikan nya untuk mu."
"Aku suka itu," ucap Reno.
"Kak, aku ingin mengundang Fadlan, dia kan teman dekat kakak, kau bisa memberikan undangan ini," ucap Kayla.
"Beri saja sendiri, aku tidak mau bertemu dengan nya," kata Reno.
"Kak aku Mohon, aku sudah tidak ada waktu," ucap Kayla.
"Aku akan mengundang nya, tidak perlu pakai undangan," kata Reno.
"Nanti bagaimana dia bisa masuk," tanya Kayla.
"Kayla dia sudah sangat sering ke rumah. Para penjaga rumah ini sudah kenal dengan nya, jangan khawatir masalah itu," jawab Reno.
"Abang," teriak Harry.
"Kau sudah siap, ayo kita pergi," ucap Reno.
"Mau kemana dek," tanya Kayla.
"Harry mau ke mall bersama abang," jawab Harry.
__ADS_1
Kayla membisikkan sesuatu pada Harry, dan Harry hanya bisa mangguk-mangguk saja.