Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Episode 39


__ADS_3

"Tapi bang, jangan ah, aku tak setuju, mau jadi apa dia nanti," ucap Aziel.


"Ziel." Reno memberikan Aziel kode, pernikahan ini akan menjadi sejarah panjang dari keluarga mereka kalau benar terjadi.


Hari demi Hari berlalu, akhirnya Harry di berikan izin untuk pulang ke rumah. Ia belum sembuh seutuhnya hanya saja imun nya sudah kembali bagus. Memang itu yang Harry butuhkan sekarang.


Sebelum pulang seperti biasa nya, Harry diberikan pelembab khusus agar kulit nya tetap lembap dan dingin. Siang ini mereka semua akan langsung kembali ke Indonesia.


"Akhirnya aku pulang," ucap Harry.


"Bukan kau saja yang bebas, kami juga bebas har, menunggu mu beberapa hari di sana tanpa bertemu dengan istri kamu, kami sangat merindukan mereka," kata Aziel.


"Maafkan aku bang, aku tak berniat...


"Hahaha jangan kau pikirkan Harry, abang tak serius, abang hanya bercanda," kata Aziel.


"Sudah ayo, kita harus ke hotel dulu," ucap Reno.


Sesampainya di hotel, mereka masuk ke kamar masing-masing. Hanya Harry yang berada di ruang keluarga dengan ayah dan mamah nya.


Aziel yang melihat Dinda membereskan koper nya langsung menariknya dan mencium nya dengan sangat agresif. Maklum saja sudah tiga hari mereka tak bertemu dan Aziel tak pernah berpisah debby istri nya sebelum nya.


"Sayang kamu membuat ku terkejut, aku pikir siapa," ucap Dinda.


"Aku sangat merindukan mu, kamu tak merindukan ku," tanya Aziel.


"Aku juga sangat merindukan mu sayang, sangat sangat merindukan mu," jawab Dinda.


"Ada yang lebih merindukan mu sayang, dia sangat merindukan mu..."


"Siapa," tanya Dinda.


Aziel memegang tangan Dinda dan mengarahkan nya ke area terlarang Aziel.


"Dia," ucap Dinda.


"Iya sayang dia, ada kejutan untuk mu," kata Aziel.


"Apa," tanya Dinda.

__ADS_1


"Aku memperbesar nya sayang, kami mendapatkan obat Jepang yang sangat ampuh, awal nya hanya bang Reno dan Harry yang memakai nya, tapi aku rasa aku memerlukan nya dan aku pakai juga," jawab Aziel.


Dinda mengerutkan dahi nya."Sayang, kamu kenapa si?? yang sebelumnya saja aku tak kuat, apa lagi yang sekarang..."


Aziel sedikit bingung dengan ucapan Dinda, ia pikir Dinda akan semakin suka, menurut nya jika semakin besar akan semakin membuat Dinda ketagihan.


"A--aku...pikiran kamu akan suka...!!"


"Suka?? bagaimana mungkin aku akan suka!! sayang aku tak akan suka, milik kamu yang sebelumnya sudah sangat pas untuk ku, kenapa di tambah lagi..."


"Jadi aku harus apa?? mana mungkin aku kecilkan lagi, sudah permanen," ucap Aziel.


"Ya aku tak tau, aku mana mungkin sanggup. Tangan ku sudah merasakan bagaimana besar mya ini," ujar Dinda.


"Kamu belum mencoba nya sajang, coba dulu baru berkata...!!"


"Ha..!! mencoba nya?? kapan sayang? tunggu di rumah saja lah," kata Dinda.


"Ini masih pagi sayang, kita pulang nanti siang. Masih ada waktu 4 jam lagi.."


"Tak bisa sayang, di rumah saja," tolak Dinda.


Sebelum meninggalkan hotel. Aziel, Reno, Iqbaal dan Alya berkumpul bersama, mereka ingin membahas permintaan aneh Harry. Reno sudah berjanji pada Harry beberapa hari yang lalu, mereka memang harus segera memutuskan semuanya dengan cepat.


"Aku tak setuju," kata Iqbaal.


"Aku juga tak setuju," ucap Aziel.


"Jika ini memang yang terbaik kenapa tidak, aku ikut saja apa yang diinginkan anak ku," ujar Alya.


"Aku sama dengan mamah, lebih baik mengikuti perkataan nya, toh pernikahan ini bukan seperti pernikahan orang dewasa, mereka tak akan melakukan apa apa, mereka belum mengerti apa-apa, nanti ketika sudah dewasa mereka bisa menikah dengan resmi. Jika memiliki ikatan sejak saat ini Harry tak akan salah jalan seperti Aziel," saut Reno.


"Aku juga yang kena," ucap Aziel.


"Aku tetap tidak setuju, ayah ini tak akan membuat nya lebih baik." Aziel tetap kekeh dengan keputusan nya.


"Kita tanya kakek Azka, aku yakin kakek memiliki pemikiran yang lebih terbuka dari kita," ucap Reno.


Iqbaal mengambil alih handphone nya dan langsung menghubungi ayah nya, mereka memang sebaik nya berkonsultasi dulu dengan Azka yang lebih tua dari mereka.

__ADS_1


"Ada apa, aku yang sudah tua masih di libatkan dalam kehidupan kalian," tanya Azka.


"Hahaha maaf ya yah, kan ini menyangkut urusan cucu mu. Harry meminta untuk menikah, usia nya baru 14 tahun......." Iqbaal menjelaskan semuanya pada Azka.


Mereka semua cukup deg degkan mendengar jawaban dari Azka, ia setuju atau tidak dengan permintaan Harry.


"Hmmm kenapa kalian ribet sih, ya sudah kalau mau nikah yah nikahkan. Toh dia yang menjalin, aku tau sifat cucu ku yang ini, dia sangat dewasa, pasti semuanya ini sudah di pikirkan dengan baik oleh nya. Dari pada seperti Aziel, sudah kita sekolah kan jauh jauh, tapi bejat juga," ucap Azka.


"Aku lagi kena," batin Aziel. Memang imagenya baik nya sudah buruk karena Lisa, gara gara ia pacaran dengan Lisa image nya sangat hancur di keluarga nya sendiri.


"Ya sudah keputusan kita sudah jelas ya," kata Reno.


"Terimakasih yah." Iqbaal mematikan sambungan telepon itu.


"Tu dengar kata kakek, dari pada rusak seperti Aziel lebih baik kita arahkan dari sekarang," kata Reno.


"Abang kenapa aku terus yang menjadi contoh buruk, aku memang buruk tetapi tak seburuk yang kalian bicarakan!!" protes Aziel.


"Hahaha sudah memang kau sudah jelek di mata kami, salah siapa melawan saja," kata Reno.


"Ya sudah lah, memang ini sudah menjadi keputusan bersama. Oh iya dengan siapa dia akan menikah," tanya Iqbaal.


"Aku memiliki dua opsi, ayah bisa memilih nya, kita comot satu anak ayah ku Bima atau kita mencari di luar keluarga kita," jawab Reno.


"Itu Anna saja dia cantik sekali," ujar Aziel.


"Nah Anna bisa, usia nya sudah 15 tahun, tak sampai satu minggu dia masuk 16 tahun. Satu lagi Lisa, bukan Lisa pacar mu Ziel. Lisa kakak nya Anna usia nya 18 tahun," kata Reno.


"Ya sudah begitu, kalau aku di Anna," ucap Aziel.


"Kalau ayah Anna saja, mereka bisa tumbuh bersama sama. Harry juga sebulan lagi 15 tahun," ujar Iqbaal.


"Anna nya mana?" tanya Aziel.


"Main dengan Zikri, ntah dibawa kemana adik nya itu," jawab Reno.


"Ya sudah jadi sudah deal ya Anna. Sekarang kita panggil Harry, kita tanya dia mau tidak," ucap Iqbaal.


Aziel berjalan memanggil Harry yang sedang di kamar. Mereka sengaja tidak membicarakan masalah ini pada Harry sebelum deal.

__ADS_1


"Ada apa?? kalian membicarakan apa," tanya Harry.


__ADS_2