
"Kamu kenapa sayang," tanya Alya.
"Reno telah berubah, aku seperti sangat jauh pada nya," jawab Iqbaal.
"Kenapa kamu sangat menyayangi Reno, Maaf sayang Reno kan bukan anak kamu."
"Aku tidak tau kenapa aku sangat menyayanginya, padahal dia bukan anak ku dan seharusnya aku membenci nya. Mungkin karena sedari bayi aku yang merawat Reno, aku yang memberikan nya nama, aku yang memenangkan nya saat dia menangis dan aku yang selalu ada untuk nya, aku sangat sayang pada nya." kata Iqbaal.
"Kamu daddy yang sangat baik, aku yakin Reno tidak akan pernah melupakan mu sayang," ucap Alya sambil memeluk Iqbaal.
"Tapi bagaimana jika dia pergi meninggalkan ku, aku tidak mau kehilangannya, Bima sudah mengambil separuh pergantian Reno dari ku," kata Iqbaal.
"Sebenarnya itu hak mereka sayang, kamu tidak ada hak untuk melarang mereka mengambil Reno. Kamu bayangkan saja sayang, mungkin yang di rasakan Bima dulu lebih sakit dari pada yang kamu rasakan. Bima tau Reno anak nya tapi Reno tidak tau jika dia ayah nya, sekarang beri Bima kesempatan untuk dekat dengan anak nya."
__ADS_1
"Kamu benar, aku tidak bisa melarang mereka membawa Reno, aku ikhlas asalkan Reno tetap mengunjungi ku," ucap Iqbaal.
Pagi telah tiba, sinar matahari yang cukup terik menembus gorden kamar Kia, yang membuat Kia terbangun karena kesan silau yang di timbulkan, Kia tidak melihat Fahri di samping nya, bahkan saat ia berkeliling apartemen ini Fahri memang benar-benar tidak ada, Kia mencoba berpikir positif pada suami nya, agar tidak menganggu pikiran nya dan membuatnya semakin stress.
Sudah siang hari, Fahri masih belum pulang juga, masakan yang ia masak juga sudah dingin walaupun begitu Kia masih belum beranjak dari meja makan ia masih menunggu suami nya pulang.
Perut Kia mulai terasa sangat sakit karena ia belum mengisi perut nya dari kemarin sore, Kia ingin sekali makan berdua bersama Fahri tapi Fahri tidak kunjung pulang.
"Tring," Handphone Kia berbunyi pertanda pesan masuk.
"Kamu jahat Fahri, kamu jahat," ucap Kia.
Fahri pulang ke rumah dengan membawa berbagai macam makanan untuk Kia, ia tau Kia sadari kemarin belum mengisi perut nya.
__ADS_1
"Kia," ucap Fahri saat melihat Kia menangis di ruang makan.
"Kamu jahat Fahri, kamu jahat," ucap Kia dengan mata yang sayup.
"Kia apa salah ku lagi, kau selalu berkata aku jahat," ucap Fahri.
Kepala Kia terasa sangat pusing dan tak lama Kia jatuh pingsan. Dengan cepat Fahri membawa Kuat masuk ke dalam kamar nya.
"Kau wanita lemah, kau selalu berkata aku jahat, aku jahat karena mu Kia, kau yang lebih jahat Kia," ucap Fahri dengan sangat kesal.
Hati nya terasa sangat sakit saat mengingat semua hal yang di lakukan Kia dulu pada nya, walaupun ia tidak tega melihat Kia seperti ini tetapi tetap saja hati nya belum puas melihat Kia menderita.
Fahri memberikan minyak angin di hidung dan leher istri nya, agar Kia cepat sadar.
__ADS_1
"Fahri," ucap Kia dengan lirih.
"Apa, mau menangis karena melihat foto ku dengan pacar ku, kenapa sakit rasa nya. Bukan nya itu yang ku rasakan dulu saat kau selingkuh dan tidak menganggap ku," kata Fahri.