Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Makan bersama lagi


__ADS_3

Vania pergi meninggalkan panggung rasa nya kaki nya sudah lemas, ia sangat tidak percaya diri tadi tetapi setelah tampil rasa percaya diri nya malah muncul. Tatapan Raffi pada nya tadi membuat rasa percaya diri nya naik.


Vania pergi masuk ke dalam ruangan Raffi ia baru mendapatkan pesan dari Raffi jika ia harus sudah ada di sana setelah selesai lomba. Vania tidak tau bagaimana bisa Raffi mendapatkan nomor nya.


"Vania kau sangat hebat tadi," kata Raffi.


"Hehehe iya Bapak, itu semua karena bapak tadi kalau tidak karena Bapak menatap ku pasti kaki ku sudah berpisah dari tempat nya. Saya sangat berterima kasih pada bapak," kata Vania.


"Hahaha iya Vania, oh iya pasti kau bingung kan kenapa aku bisa mendapatkan nomor mu, itu semua karena kakak mu Reno, aku sudah tau semua tentang mu," kata Raffi.


"Oalah pantas saja tadi aku pikir ntah dari siapa, memang kaka Reno sangat menyebalkan," kata Vania.


"Hahaha jangan begitu Vania dia kakak mu, aku malah sangat senang berbicara dengan kakak mu itu, Reno itu orang nya sangat menyenangkan kalau kita nyambung pada nya."


"Bapak tau yang menggambarkan saya kemarin itu ya kak Reno, sangat bagus dan sangat detail kan aku tidak tau kenapa kak Reno bisa menggambar sedetail itu.


"Hahaha aku sudah tau, ada dibawa gambar itu namanya Reno itu sebabnya aku langsung tau kalau yang menggambar itu bukan kamu, aku pikir Reno siapa. Nama Reno kan ada banyak eh ternyata Reno adik ipar ku."


Vania dan Raffi terlihat semakin akrab awal nya Raffi seperti tidak serius mendekati Vania tetap semakin ke sini Raffi terlihat semakin serius. Ia tau ia memiliki peluang besar untuk mendapatkan Vania.


Reno dan keluarga Vania sudah tau dirinya. Bahkan ia sudah membawa Vania ke kantor nya dan semua orang kantor pikir Vania adalah pacar nya. Raffi tidak Terburu-buru soal itu karena ia tidak ingin membuat takut Vania, ia juga masih ingin fokus pada anaknnya yang masih belum ia temui. Mantan istri nya belum mau menemukan nya pada anak anak kandung nya sendiri.


"Ada apa bapak memanggil ku kesini," tanya Vania.


"Ini tadi nanti setelah pulang sekolah kita pergi bersama lagi," jawab Raffi.


"Oh kalau itu beres pak, asalkan bapak mentraktir ku makanan," kata Vania.


"Hahaha kalau masalah itu aku tidak masalah, sudah kalau makan jangan pikir kan," ucap Raffi.


"Ya sudah pak saya ingin pergi lagi, sana ada lomba lagi," kata Vania.


Seperti yang di katakan Raffi tadi setelah pulang sekolah Vania dan Raffi langsung pergi bersama, lagi dan lagi Tina merasa sangat cemburu melihat kedekatan Vania dan Raffi.

__ADS_1


"Aku jadi bingung kenapa perasaan ku jadi seperti ini, aku sudah membenci nya dia selingkuh dari ku, tidak ada pembenaran di balik perselingkuhan," kata Tina.


Raffi membawa pakaian ganti untuk nya dan Vania, ia sudah mempersiapkan semua nya sebelum pergi sekolah tadi. Tak lupa ia juga meminta izin pada Reno agar semuanya baik-baik saja, ia tidak ingin di cap buruk oleh keluarga Vania.


"Kamu pergi dengan siapa sayang," tanya kia.


"Dengan pak Raffi mah, mau berbicara dengan nya?.


"Berikan handphone nya pada Raffi, mamah ingin berbicara dengan nya," kata Kia.


"Ini mamah ku." Vania memberikan handphone nya pada Raffi.


"Iya mah halo," kata Raffi.


"Mamah, siapa mamah," tanya Kia.


"Eh tan, iya tan ada apa, maaf ya tan aku salah berbicara," jawab Raffi yang sangat malu, bisa-bisa nya ia kelepasan memanggil mamah Kia dengan sebutan mamah.


"Iya tante, pasti tidak akan membuat Vania kelaparan, aku sudah mempersiapkan semua nyat,"ucap Raffi.


"Raffi sudah siap menikah belum," tanya Kia.


"Untuk menikah sudah siap tan, tapi tidak ada calon nya," jawab Raffi.


"Hahaha kan ada Vania, Vania kalau kamu sudah siap menikah pasti mau kok menikah dengan kamu," kata Kia.


"Mamah aku belum mau menikah," ucap Vania.


"Hahaha diam Vania ini perkataan mamah dan Raffi kamu diam saja ya."


"Tante asik juga ya, aku jadi ingin bertemu dan berbicara langsung dengan tante," kata Raffi.


"Nanti setelah kamu mengantarkan Vania pulang kita berbicara berdua, jangan lupa membawa makanan, ya sudah hati hati di jalan. Bye bye "

__ADS_1


"Bye bye," ucap Vania dan Raffi secara bersamaan.


Raffi membawa Vania ke restoran mewah di Kota ini, sesekali ia membawa anak orang makan enak. Kemarin ia sudah membawa Vania makan di pinggir jalan, untuk sekarang ia tidak mungkin melakukan itu. Vania nurut saja di ajak makan di mana, ia tidak pernah mempermasalahkan hal itu, yang terpenting perut nya terisi dan ia makan gratis.


"Saya ganti baju dulu ya pak, tidak enak di lihat orang kalau masih pakaian Sekolah."


"Iya tidak papa, ya sudah kamu ganti saya duluan masuk ya," kata Raffi.


"Iya Pak," ucap Vania


Setelah selesai berganti pakaian Vania langsung menyusul Raffi, Raffi juga langsung memberikan buku menu pada Vania. Karena sudah beberapa kali makan dengan Raffi sudah tidak ada jaim jaim lagi untuk memesan makanan. Vania memesan semua makanan yang menurut nya enak.


"Ya kata mamah mu benar ya, kamu makan banyak," kata Raffi.


"Hahaha maaf pak, tapi kata bapak tidak papa," kata Vania.


"Iya tidak papa, makan dengan puas. Vania panggil saya dengan sebutan nama saja jangan pakai pak," ucap Raffi.


"Tidak sopan, kalau kak atau mas mungkin akan lebih sopan," kata Vania.


"Iya mas saja," ucap Raffi.


"Nah itu lebih baik.".


Tak lama makanan yang mereka pesan sudah datang Vania dan Raffi langsung makan dengan lahap. Mereka berdua sudah seperti pasangan suami istri saja, untung saja Vania sudah berganti baju sebelum masuk ke dalam restoran.


Semua makanan diatas meja telah habis Raffi sangat terkejut dengan nafsu makan Vania yang luar biasa, samua makanan yang Vania pesan habis tidak tersisa.


"Aku sangat kenyang Terima kasih pak," kata Vania.


Tak lama ada seseorang yang naik ke atas tempat musik. Orang itu ingin bernyanyi menghibur pengunjung restoran. Vania yang juga bisa bernyanyi ingin sekali naik ke atas panggung tetapi ia malu pada Raffi.


Raffi melihat ke arah pasangan yang sedang bahagia, pasangan yang sedang bersama dengan anak nya, ia tidak pernah merasakan apa yang orang itu rasakan karena memang ia tidak pernah bertemu dengan anak nya.

__ADS_1


__ADS_2