Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Episode 48


__ADS_3

"Kamu sakit sayang," tanya Alya sambil mengusap wajahnya.


"Hanya demam sedikit mah," jawab Anna.


"Sayang mamah boleh lihat perut mu, mana tau kamu juga masuk angin," tanya Alya.


Dengan cepat Anna langsung menggelengkan kepala nya. Ia tak mungkin membiarkan mamah nya membuka selimut itu dengan keadaan diri nya tak memakai apa apa.


"Mah tidak," ucap Anna.


"Kenapa Anna, tak papa kan mamah yang melihat nya. Ayah tak akan melihat nya," kata Iqbaal.


Mata Alya tertuju pada noda darah yang cukup banyak di atas kasur, ia melihat ke arah keranjang pakaian yang menumpuk. Dengan cepat Alya tau apa yang sedang terjadi. Seperti nya tubuh Anna kaget mendapatkan hal baru yang belum pernah ia rasakan. Anak bungsu nya ternyata sangat ganas juga.


Alya memanggil Iqbaal agar mendekati nya.


"Ini ulah anak mu, ambil kan obat demam dan pereda nyeri," bisik Alya Iqbaal.


"Harry ikut dengan ayah yuk," ucap Iqbaal.


"Kemana ya," tanya Harry.


"Ambil obat di lantai dua," jawab Iqbaal.


Saat di perjalanan ke lantai dua Iqbaal mulai membahasnya, ini penting untuk Harry.


"Hayo tadi malam kamu apakan istri mu," tanya Iqbaal.


"Ayah tau dari mana," tanya Harry yang bingung, dari mama Vino tau padahal ia tak pernah memberitahu nya.


"Tau lah, istri mu hanya terkejut sayang. Jangan khawatir ya, dan jangan melakukan nya lagi beberapa hari ini. Tunggu dia siap lagi," kata Iqbaal.


"Begitu," ucap Harry.


"Kau mengeluarkan nya dimana," tanya Iqbaal.


"Apa nya? ayah aku hanya mampu 5 menit saja, setelah itu aku mengeluarkan itu di dalam sana," jawab Harry.


"Hahaha hanya 5 menit, kau harus sering olahraga. Mungkin memang hanya sebentar karena pertama kali, nanti juga akan lama juga. Oh iya kau berarti mengeluarkan nya di dalam.."


"Harry jangan buat istri ku hamil dulu ya, dia masih sangat mudah. Kasihan jika dia hamil, mana dia masih sekolah."


"Tapi tujuan ku menikah dengan nya untuk mempunyai anak," ucap Harry.

__ADS_1


"Sayang jangan pikirkan apa apa ya, umur kamu tu masih panjang sayang. Jangan berpikir jika umur mu pendek sayang, kata dokter sebenarnya kamu tu sudah sembuh, apalagi kalau kamu terus bahagia, jaga imun saja dan rajin berolahraga sudah membuat semuanya baik baik saja."


"Begitu yah."


"Iya sayang, kasihan Anna, dia akan membebani diri nya dengan sangat berat. Dia masih sangat mudah," ucap Iqbaal.


"Iya yah aku mengikuti saja apa yang ayah katakan," kata Harry.


Harry berpikir memang apa yang di katakan ayah nya benar, Anna masih harus sekolah, tidak seperti diri nya yang tak melakukan apapun dengan orang banyak. Ia hanya belajar bisnis perusahaan.


Alya juga memberikan pemahaman pada Anna, Anna sangat setuju dengan apa yang mamah nya katakan. Memang ia belum siap untuk hamil, untuk melayani Harry tak masalah asalkan ia tak hamil.


Alya dan Iqbaal kembali memberikan Anna dan Harry berdua. Harry yang memberikan Anna obat agar Anna tak malu.


"Maafkan aku ya," ucap Harry.


"Untuk apa minta maaf," tanya Anna.


"Ya karena aku kamu jadi sakit," jawab Harry.


"Tak papa bukan salah kamu juga kok," kata Anna.


Di kamar lain. Aziel kembali menjalani aktivitas nya kembali seperti biasa, ia masih belum menemui Lisa karena menurut nya tak penting. Aziel masih ingin fokus dengan restoran nya yang sudah hampir satu bulan ia tinggal kan. Ia yakin restoran nya masih aman tetapi pasti banyak data yang belum tersalin ke laptop nya.


"Kamu mau bekerja," tanya Dinda.


"Iya dong, aku sangat bosan berada di rumah," jawab Aziel.


"Nanti aku ke sana ya, aku akan membantu mu," kata Dinda.


"Terserah mu sayang, aku tak memaksa mu."


Aziel mengecup dahi istri nya dan pergi bekerja.


Lisa bertemu dengan seseorang yang menjadi ancaman hubungan Aziel dan Dinda. Seseorang itu sudah tak tahan dengan Dinda yang malah menghindar dari nya, padahal seharusnya Dinda memberikan semuanya informasi Aziel pada nya.


"Kamu sudah datang," ucap Lisa.


"Makasih sudah menunggu ku." Gian.


"Sama sama, aku juga membutuhkan mu," ucap Lisa.


"Aku ingin mengambil Dinda kembali, aku yakin Dinda sudah mengetahui semua nya tentang Aziel."

__ADS_1


"Hahaha kau pikir aku akan melakukan hal itu, aku tak akan membiarkan dia memberi tau semuanya tentang Aziel, Aziel calon suami ku, aku tak akan mengorbankan pacar ku," batin Lisa.


"Ya sudah aku akan memiliki Aziel kembali. Kita akan membuat hubungan mereka berdua hancur," ucap Lisa.


"Memang itu tujuan kita."


Setelah pertempuran itu Lisa kembali menghubungi Aziel untuk mengajak nya bertemu tetapi Aziel tak kunjung mengangkat panggilan dari nya. Ia tak tau apakah Aziel sudah kembali atau belum.


"Jangan ganggu aku wanita ular," ucap Aziel.


Siang hari nya. Dinda datang sambil membawa makanan untuk Aziel. Aziel sangat senang melihat kedatangan istri nya yang sangat mengerti jika ia sedang memerlukan bantuan.


"Sayang," ucap Dinda.


"Iya sayang, kamu datang sangat tepat, aku sangat memerlukan bantuan mu," kata Aziel.


"Hahaha ku tau itu, makan nya aku datang dengan cepat," ucap Dinda.


"Sayang aku ingin makan, suapin aku."


"Is manja sekali..."


Dinda mengeluarkan makanan yang ia bawa dan mulai menyuapi suaminya dengan penuh kasih sayang.


"Sayang, kamu sudah makan," tanya Aziel.


"Sudah lah, aku yang memasak tak mungkin aku belum makan," jawab Dinda.


"Hahaha begitu, bagus lah." Tangan Aziel mengusap perut istri nya. Ia rasa memang sudah waktunya untuk Dinda hamil, ia berpikir akan aneh jika Harry mempunyai anak dulu dari nya, tetapi ia masih ingin bebas dengan istri nya.


"Apa sebaiknya kita mempunyai anak," tanya Aziel.


"Aku si bebas, aku tak mempermasalahkan kehamilan ku, toh kan ada ayah nya," jawab Dinda.


"Aku ingin bertanya pada mu, apakah kamu memiliki rahasia yang belum aku ketahui," tanya Aziel.


"Seperti nya tidak, aku tak memiliki rahasia apapun pada mu," jawab Dinda.


"Kamu yakin sayang," tanya Aziel.


"Sangat yakin, kamu kenapa si?? kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu pada ku? kamu tak percaya dengan ku," tanya Dinda.


"Aku sangat percaya dengan mu, aku hanya ingin bertanya saja," jawab Aziel.

__ADS_1


Dinda merasa ada yang berbeda dari Aziel, ia rasa Aziel mulai curiga dengan nya, ia tak tau apa yang membuat Aziel curiga pada nya, ia tak pernah berkontak dengan orang orang itu saat bersama dengan Aziel. Apa mungkin seseorang itu sudah memberitahu semuanya. Ntalah Dinda hanya bisa menduganya.


__ADS_2